
Kedua orang yang muncul sama-sama mengenakan anting berbeda di telinganya.
Satu bidak kuda dan yang lain bidak benteng.
Seperti yang aku duga Estropedia masih hidup.
Keduanya sama-sama memilih berpencar, Cosetta melawan seorang pria bertubuh kecil sedangkan Claudia melawan Estropedia. Ini akan menjadi pertarungan bagus.
Pertama mari amati Cosetta, dia menarik naga esnya untuk mengincar musuhnya yang sama-sama menggunakan sihir es, perlu dua elemen untuk melakukannya maka tidak salah lagi itu akan menjadi pertarungan es.
Kelemahan Cosetta adalah tidak bisa berlari, dengan kata lain dia harus memblokir apapun yang datang.
Di sisi lain pria yang dihadapinya telah melihat celah itu, dan ia menciptakan ratusan tombak es di udara. Masing-masing menembus tubuh naga sebelum tertahan oleh sebuah perisai es.
Di sebelahku Quina telah kehilangan kata-katanya.
"Dia Grimel."
"Kamu mengenalnya?"
"Tidak ada yang tidak tahu dengannya, wajahnya terlihat imut seperti anak-anak namun sebenarnya dia iblis mengerikan, dia membekukan kotaku hingga seluruh adikku harus pindah."
"Kamu memiliki berapa adik?"
"Aku sebelumnya tinggal di panti asuhan kurasa 20 orang."
Dia memiliki tanggungan yang cukup berat.
Aku beralih ke arah pertarungan, Cosetta mengarahkan ujung tongkatnya dan dari sana sebuah es ditembakan. Grimel tidak menghindarinya hanya menggunakan telapak tangan kosong untuk menahannya.
__ADS_1
"Bakatmu memang hebat gadis muda, sayangnya kakimu adalah kelemahanmu, kau tidak bisa menghindari seluruh seranganku bukan."
"Hanya tombak bukan sesuatu yang serius."
"Menurutmu begitu bagaimana dengan ini."
Dari tombak Grimel merubahnya jadi burung-burung es, sama seperti naga milik Cosetta dia mampu menggerakkannya dari kejauhan.
"Orang ini."
Satu burung muncul di dekat Cosetta, itu tidak menabraknya melainkan pecah membentuk jarum-jarum es yang menusuk tubuh Cosetta, dia langsung menutupi matanya walaupun seluruh tangannya telah tertusuk dari segala arah.
Grimel tertawa.
"Jika kau berlari kau bisa menghindarinya, sekali lagi."
Quina menyela.
"Itu mungkin tidak efektif saat menerima serangan Grimel, kurasa Cosetta memiliki ide yang berbeda."
Cosetta menggunakan tongkatnya untuk menepis mereka beberapa masih menusuknya namun dia berdiri tanpa peduli, di sisi lain musuhnya semakin bersemangat.
Orang tidak ingin mengambil resiko melawan Cosetta dan memilih bertarung dari jauh, bahkan dia melayang.
Cosetta bisa melayang tapi kenapa dia tidak melakukannya.
"Ah jadi begitu."
"Apanya yang begitu?"
__ADS_1
"Cosetta sedang mengumpulkan energinya."
"Apa maksudnya?"
"Kamu akan tahu sebentar lagi."
Cosetta menjadikan kelemahannya sebagai umpan, ketika musuhnya berfikir dia tidak bisa melakukan apapun namun sejujurnya dia sedang membuat siasat.
Ketika Grimel bersiap untuk mengirimkan serangan berikutnya tangannya membeku dari ujung jari sampai sikutnya sebelum hancur.
Dia panik.
"Apa-apaan yang kau lakukan?"
"Kamu belum menyadarinya, ini adalah teknik yang aku kembangkan sendiri... aku membuat debu es."
"Debu es?"
"Benar, aku menciptakan debu-debu itu lalu mengendalikannya kamu akan terkejut seberapa banyak yang aku buat."
"Mustahil, jangan bilang debu itu masuk ke dalam tubuhku dan kamu membekukannya dari dalam."
"Tepat sekali, lalu bagaimana jika tanganmu yang lain dihancurkan?"
Seperti yang dikatakan Cosetta Grimel kehilangan tangannya, selanjutnya kakinya hingga dia merangkak di tanah. Dia berteriak selagi menyeret tubuhnya menjauh.
"Dasar monster, ada apa dengan semua ini... kenapa ada orang yang mengerikan di kerajaan Hermione."
"Kalau salah satu hal, aku tidak bertarung untuk kerajaan ini, setelah menghabisi kalian akan aku ambil alih tempat ini."
__ADS_1
Seluruh tubuh Grimel membeku lalu hancur.