
Menurut Fel bahwa kota ini akan kedatangan pahlawan baru yang baru dilantik oleh wilayah selatan, semenjak Fel menghilang ini sudah menjadikan pelantikan yang ke 999 dari total pahlawan selama ini.
Selain untuk memberikan rasa aman sosok pahlawan juga dijadikan sebagai ikon di sini, meski begitu patung mereka tidak akan pernah dibangun kapan pun karena hanya kelompok Fel saja yang diperbolehkan memiliki kehormatan tersebut.
Pahlawan hanya dilantik dari wilayah selatan maka tidak ada pahlawan dari Utara juga, menjadikan pahlawan bebas untuk pulang pergi di antara dua wilayah tersebut.
Bersama kerumunan orang yang menyambut di sepanjang jalan utama aku bersama yang lainnya ingin menyaksikan pahlawan seperti apa yang mereka pilih.
Aku berbisik ke arah Fel yang masih menyembunyikan wajahnya.
"Jadi untuk apa mereka datang kemari?"
"Kudengar Big Turtle akan melintas kemari, mereka berharap bisa memiliki bijih berharga untuk pembuatan senjata."
"Begitu."
Big Turtle adalah seekor kura-kura raksasa setinggi gunung yang terus berjalan melintasi dunia tanpa berhenti, kehidupannya seperti seekor burung Phoenix, jika dia mati maka dia akan kembali ke telur dan lalu menetas kembali.
Karena itulah mahluk ini hanya satu di dunia.
Dia cenderung melewatkan keberadaan manusia dan hanya melewati hutan-hutan tanpa merusak desa dan kota yang dilewatinya, karena itulah semua orang di dunia ini akan membuat kota atau desa tidak terlalu berdekatan agar makhluk ini bisa melintas.
Beberapa orang di masa lalu hendak mencoba menyerangnya, sayang makhluk ini layaknya tank baja, seberapa keras seseorang menyerangnya itu hanya berakhir sia-sia, tentu alasan kenapa dia diserang hanyalah karena di punggungnya selalu tumbuh sebuah bebatuan mineral yang disebut Artel yang melebihi Mithril itu sendiri.
Jika Mithril menyerupai perak yang lebih kuat dan ringan dari baja, Artel menyerupai sebuah kristal es yang mengerucut ke atas bahkan tidak sembarangan orang yang bisa menempanya, tentu untuk hasil tidak bisa dibandingkan dengan apapun.
__ADS_1
"Jika demikian ini kesempatan bagus untuk kita ikut berpartisipasi, Claudia dan Cosetta mungkin memerlukannya sebelum masuk ke dalam akademi."
"Kami harus memilikinya tapi bagaimana dengan yang lainnya?"
"Pedang suciku terbuat dari bahan yang sama."
"Pedang salibku juga nona Cosetta."
"Eh begitu... dan kamu Rider?"
"Pedangku dibuat dari batu meteor."
"Batu apa itu? Aku baru dengar."
Aku menunjuk ke atas langit selagi melanjutkan.
"Ada hal seperti itu juga."
Teriakan mulai bergemuruh ketika pahlawan mulai memasuki kota, party pahlawan terdiri dari tiga orang. Masing-masing memiliki penampilan yang berbeda.
Sang pemimpin adalah seorang wanita dengan rambut ungu sebahu, mengenakan bodysuit kelinci lengkap dengan hiasan telinganya seperti dia bekerja di tempat-tempat mencurigakan.
Memang benar ada demi-human seperti itu namun dia jelas manusia, ia membawa pedang besar di punggungnya. Jika tidak salah namanya Harley.
"Yeah, di sini sangat meriah halo, halo.."
__ADS_1
Sifatnya riang dan tak tahu malu juga saat mencoba menggoyangkan ekornya.
Di sebelah kirinya adalah pria dengan penampilan layaknya penyihir, jika penyihir selalu mengenakan jubah hitam dia mengenakan warna biru yang kontras dengan rambut pirang sebahu bergaya mangkuk cetak. Dia seperti tipe playboy yang bisa menggaet wanita apapun di depannya.
"Itu tuan Mosimosi, dia sangat tampan."
"Halo."
Semua wanita meleleh karenanya.
Dan sebelah kanan adalah wanita dengan kimono lebar bercorak putih dengan bunga yang menampilkan kedua pahanya. Ia membawa tiga pedang di pinggangnya dengan rambut putih terurai panjang di belakangnya. Di dahinya tumbuh dua tanduk sepanjang 10 cm dan di pinggangnya terikat tali bersimpul kupu-kupu.
"Bukannya itu iblis?" bisik Claudia yang dijawab baik oleh Fel.
"Bukan, melainkan Yokai. Yokai adalah manusia yang memakan iblis untuk mengambil kekuatannya sehingga tanduk itu muncul di sana, singkatnya mereka membuang sifat manusia mereka untuk bisa membunuh iblis."
Berbeda dengan kasus yang dimiliki Elina, mereka sengaja untuk merubah dirinya seperti itu.
Jika tubuh mereka tidak cocok ancamannya maka tubuh pemakannya juga akan membusuk, mereka orang-orang gila.
Tepat saat aku mengatakannya wanita yang dimaksud menodongkan pedangnya.
"Auramu tidak asing bagiku, lepaskan tudungmu."
"Dasar, kau masih sensitif rupanya Homura.. apa kau tidak berniat kembali ke negara asalmu, Yakuza mungkin masih membutuhkanmu."
__ADS_1
"Heh jadi ternyata kau si Udin."
Kami sudah mengenal sejak lama.