
Di tempat lain Fel menatap orang-orang yang berhasil dia kalahkan, masing-masing dari mereka mengenakan anting dengan bidak catur luncur, raja, ratu dan perdana menteri, tubuh mereka basah oleh darah segar dan mengalir ke bawah kakinya saat hujan deras mengguyurnya.
"Mereka tidak sekuat yang aku pikirkan," Fel melirik ke tempat lain dan di sana Elina duduk ditumpukan mayat yang menggunung.
"Kurasa di sini sudah selesai, kita pergi ke kota."
"Iya."
Mereka mengambil sebuah penginapan bersama dan duduk dengan saling merapihkan rambut mereka.
"Tidak disangka kamu sangat pandai bertarung Elina bahkan melebihi militer, apa sebelumnya kamu menempuh sebuah pelatihan?"
"Begitulah... ketika aku bertemu dengan tuan Rider aku sudah sering mengalami pertempuran."
"Aku bisa melihatnya."
Fel membentangkan peta setelah dia selesai merapihkan rambutnya.
"Kita akan pergi ke Ibukota Astrea, sayangnya saat kita bertemu dengan Veronica kita tidak akan bisa membunuhnya dengan mudah."
"Maksudmu soal dia memiliki enam jantung."
"Benar, kita belum tahu dimana saja ia menaruhnya."
Keduanya mengalami kesulitan sekarang.
Rencana yang mereka terapkan adalah mengalahkan Veronica dan mengambil kerajaan ini sepenuhnya untuk mengembalikan tahta pada orang sebenarnya, untuk melakukannya mereka telah bergerak secara terpisah dengan Rider.
"Kalian membahas sesuatu yang menarik," suara asing muncul.
Fel menarik pedang suci di tangannya yang dia arahkan ke langit-langit kamar, di sana seorang gadis berpenampilan ninja berdiri secara terbalik.
"Lama tidak bertemu Cris kamu masih tidak berubah."
__ADS_1
"Aku menerima suratmu dan langsung datang."
Cris memiliki rambut hitam sebahu dengan penampilan wanita berdada besar.
Fel menyarungkan kembali pedangnya.
"Kamu mengenalnya?"
"Aku bertemu dengannya saat berada di militer ia inteligen terbaik dan salah satu pekerja Wines."
"Begitu."
Cris melompat lalu berputar dengan baik.
"Jadi apa yang kamu butuhkan?"
"Aku ingin kamu mencari informasi tentang jantung Veronica."
"Iblis itu ya ampun... itu sangat berbahaya, dia mampu membunuh raja sebelumnya jika aku gegabah aku akan mati."
"Tentu saja uang."
Elina melemparkan sekantong koin emas yang ditangkapnya dengan baik.
"Orang ini brengsek... pertama kalinya ada yang bilang uang lebih berharga dari nyawa."
"Tentu saja kan, bahkan jika aku mati yang penting mati setelah kaya raya."
Fel mendesah pelan sedangkan Elina sudah tidak terkejut lagi.
"Beri waktu lima hari dan aku akan segera melakukannya."
"Buat tiga hari dan aku akan memberikan 10 kantong lagi."
__ADS_1
"Baik."
Cris menghilang dalam sekejap.
"Dia bisa diandalkan?"
"Iya, walau dia bilang begitu, bahkan setelah musuh memberikan uang lebih banyak ia akan tetap memegang pekerjaan pertama."
"Sungguh tidak terduga."
***
Aku telah kembali ke rumahku untuk bersama istri dan anakku. Virgo tampak terkejut karena aku kembali seorang diri.
"Di mana keduanya?"
"Cosetta telah dikirim untuk menempati wilayahnya dan Claudia ikut, namun dia akan kembali ke kediamannya dulu untuk membawa penjaganya dan kembali ke Cosetta nanti."
"Hmm begitu, tuan maksudku suamiku tidak membantu mereka?"
"Eraku sudah berakhir ini era mereka semua."
Virgo menatapku dengan pandangan kuat.
"Suamiku mengatakan itu bukan karena ingin bermalas-malasan."
"Tentu saja tidak, bukannya aku juga belakangan ini sedikit bekerja, menyirami ladang, mencuri pakaian Yue dan hal lainnya."
"Tapi masih banyak tidurnya."
Aku terkejut karena Virgo tepat sasaran.
"Kalau begitu kita perlu panen kentang dan menjualnya di kota tolong lakukan dengan baik."
__ADS_1
"Dimengerti."
Pengangguran sesekali perlu bekerja juga, aku rasa.