Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 53 : Untuk Masa Lalu, Masa Sekarang Dan Untuk Masa Depan


__ADS_3

Delapan tahun enam bulan sebelum kekalahan raja iblis.


Setelah membunuh setengah dari jumlah penduduk kota ini, Veronica terbang di atas kepala kami untuk memamerkan gaun hitamnya yang tertiup angin, pakaian dalam warna merahnya merupakan hal yang jelas untuk disaksikan.


Ia memiliki tanduk yang melingkar seperti anak domba dengan rambut merah muda bergelombang. Di sekelilingnya terdapat dedaunan yang terbang dan di saat yang sama itu ditembakan seperti sebuah peluru tajam.


Gustav yang merupakan seorang tanker di antara kami berdiri dari depan untuk menahannya, di saat yang sama pula aku telah melesat maju.


Penyihir Marlin menggunakan tembakan api dari tongkatnya untuk pengalihan sementara Irena yang merupakan pendeta merapalkan sihir perlindungannya padaku.


Aku melompat tepat di hadapan Veronica dan ia menepis pedang suciku seolah tidak apa-apa baginya kemudian melemparkanku dengan kekuatan aneh yang membuatku terpental di lantai batu.


Irena berlari padaku.


"Fel?"


"Tak apa."


"Tidak disangka party pahlawan seperti ini, apa kalian benar-benar orang yang mengalahkan banyak komandan kami."


"Dia terlalu kuat sial, Marlin bawa mereka pergi aku akan menahannya."


"Kau ingin meninggalkan penduduk kota ini."

__ADS_1


"Itu jalan satu-satunya lagipula mereka sudah tidak terlihat."


"Aku tidak akan melakukannya."


Tubuh Gustav dan Marlin tiba-tiba terangkat puluhan meter sebelum dijatuhkan mengikuti pergelangan tangan Veronica.


"Hentikan," teriakku, tentu saja itu tidak berguna.


Tubuh keduanya menabrak tanah dan darah menyembur dari mulut keduanya, Irena mengalami hal sama membuat tubuhnya terdorong menabrak bangunan hingga dia menempel di dinding dengan darah serta retakan di belakang punggungnya.


"Kalian manusia sudah ditakdirkan hanya menjadi makanan kami, kalian tidak lebih seperti ternak entah untuk masa lalu, sekarang maupun untuk masa depan, semuanya tidak akan berubah."


"Tutup omong kosongmu, bahkan jika manusia dalam keadaan terpuruk mereka akan bisa melewatinya dan membasmi kalian."


"Maka bertarunglah lebih kuat lagi."


Sebuah tekanan terjadi di bawah kakiku, itu menciptakan kehancuran dengan seluruh tubuhku bersinar terang menyilaukan.


"Aku tidak tahu kenapa elf sepertimu membuang waktumu untuk melindungi manusia yang berbeda ras."


Aku menerjang maju dengan kecepatan tinggi meninggalkan jejak kehancuran di belakangku. Veronica terbang semakin tinggi dia mencoba menebak keberadaanku meski demikian itu menjadi hal sulit untuknya aku menebas tangannya yang terjulur padaku hingga terlempar ke udara dengan darah yang terciprat di antaranya.


"Apa?"

__ADS_1


Sebelum dia bisa kembali bergerak aku telah menikamkan pedangku menembus jantungnya hingga jatuh menukik tanah menyemburkannya setinggi beberapa meter ke udara.


Veronica terlentang dengan senyuman menjijikan di wajahnya sebelum seluruh dagingnya mengeluarkan asap lalu membusuk menjadi tulang berulang.


Gustav, Irena dan juga Marlin mendekat padaku.


"Kamu harus cepat Fel, kota itu juga dalam bahaya."


"Sepertinya pak tua ini juga tidak bisa membantumu."


"Sihirku sudah habis."


Melihat bahwa mereka baik-baik saja itu sudah cukup, walau demikian aku melihat sesaat ke dalam kota yang telah terkutuk, tidak ada siapapun yang berada di sini seolah ini benar-benar mati.


Kami tidak bisa melindungi mereka.


Meninggalkan rasa penyesalan aku telah berlari dan melompat di atas pohon dengan kecepatan tinggi, dari kejauhan aku bisa melihat sebuah asap hitam yang membumbung tinggi yang menjadi tujuanku.


Ketika sampai aku menemukan bahwa semuanya telah terbakar api sementara itu di depanku berdiri seorang pria dengan mantel serta mengendong seorang gadis di pelukannya.


Aku tidak tahu siapa dia, yang jelas. orang yang digendongnya adalah seorang iblis, seolah memberikan kemarahan padaku, aku melompat untuk menebasnya dan seorang pria itu mengeluarkan pedang hitam dari tempat yang tidak diketahui lalu menahan seranganku seolah tidak ada apa-apanya.


Tentu saja pedangku hancur begitu saja, lagipula pedang yang aku gunakan sekarang bukanlah pedang suci asli melainkan tiruannya yang mendekati sempurna, pedang suciku sesungguhnya telah hilang saat melawan seekor naga.

__ADS_1


"Kau manusia kenapa kau melindungi iblis?" kataku demikian.


__ADS_2