Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 17 : Pride (Kesombongan)


__ADS_3

"Tujuh kage, enam mayat hidup dan pemimpinnya seorang pengendalinya, terdengar ironis," terhadapku yang memberikan pernyataan, pria dengan rambut putih hanya menaikan bahunya ringan.


"Mereka terbunuh di misi sebelumnya, apa boleh buat jika aku harus mengendalikannya, dan sepertinya mereka sudah tidak bisa dihidupkan lagi."


"Ah, benar sekali.. aku sarankan kau juga menyerah dan menyerahkan diri pada kesatria atau militer."


Bukannya menjawabku dia malah tertawa.


"Aku membenci kedua hal itu, entah di kerajaan yang mempekerjakanku atau di kerajaan ini tetaplah sama."


"Lalu kenapa kau menerima pekerjaan ini?"


Ucapan dan tindakannya tidak sesuai.


"Jawabannya sederhana, aku butuh duit."


Aku menghela nafas panjang.


"Yah, aku mengerti bagaimana pentingnya uang tapi bukannya kau bisa mencari perkerjaan yang lain selain bunuh orang, malah aku yang pengangguran lebih baik darimu."


"Tentu saja itu tidak mungkin, karena ini perkerjaan yang aku senangi."


Di depannya seorang telah dipanggil, ia adalah bangsawan dari keluarga Viscount yang sebelumnya memiliki hak atas kota labirin.

__ADS_1


Dia adalah Douglas dalam versi zombie.


Pantas saja para petualang tidak bisa menemukannya lagi. Ketika kau sudah tidak dibutuhkan maka bunuh saja.


"Dalam bentuk manusia sudah menjijikkan dan sekarang lebih menjijikan lagi."


"Dia bangsawan loh."


"Aku tidak peduli."


Aku mengayunkan pedangku hingga kepalanya terbang ke atas langit sebelum jatuh. Kepalanya baik-baik saja jadi nanti aku bisa mengirimkannya ke guild.


Kasihan juga jika petualang disuruh mencari bangsawan ini dalam waktu yang sangat lama.


Aku muncul di depannya, menendangnya hingga terlempar ke luar kota dan jatuh menembus tanah dengan kepala lebih dulu, aku melompat ringan saat pria itu kembali bangkit, anggota tubuhnya patah sementara kepalanya berputar ke belakang.


"Beberapa puluh tahun yang lalu aku pernah mendengar seorang Necromancer ahli yang dapat menciptakan boneka mayat dengan baik serta memindahkan rohnya sendiri ke tubuh mayat berikutnya, tak kusangka bahwa kini orang itu ada di depanku."


"Sebuah kehormatan bahwa ada yang mengenalku, sungguh menyedihkan bahwa selama ini tidak ada yang menyadarinya."


Sebuah peti mati muncul dan saat itu terbuka di dalamnya ada tubuh mayat yang baru, tubuh pria sebelumnya ambruk lalu tubuh di dalam peti mati membuka matanya.


Berbeda dari sebelumnya rambut putihnya lebih pendek serta memiliki mata perak.

__ADS_1


"Namaku adalah Pride, seorang Necromancer."


"Pride, kesombongan.. ah, terlihat.. kau benar-benar sangat sombong untuk menggunakan manusia seperti mainan."


"Begitulah, bukannya hal seperti ini hanya bisa dilakukan hanya dengan kekuatan dewa, tidak.. mungkin aku sendiri lebih pantas disebut dewa sendiri."


Aku menghela nafas panjang lalu mengayunkan pedangku yang ditangkap oleh tengkorak yang entah sejak kapan ada di sana, hanya sebentar sampai tubuhnya berhasil kuhancurkan.


Pride melompat mundur dengan gerakan bermain-main.


"Aduh, duh... Misi kali ini aku hanya diminta untuk membunuh orang-orang kuat dari kota labirin, aku yakin sudah membunuh 100 orang jadi sudah waktunya untuk undur diri."


"Mau melarikan diri?" kataku sarkas.


"Tidak, lebih tepatnya karena aku sudah membuat panggung yang lain untuk menutup pekerjaanku."


Aku memiringkan kepalaku sementara dia mulai perlahan mundur lebih jauh sedikit demi sedikit.


"Mereka bilang aku harus membunuh orang-orang kuat yang ada di kota labirin untuk melemahkan pasukan dari kerajaan ini namun sesungguhnya aku punya rencana lebih baik, kenapa harus membunuh sedikit saat kau bisa membunuh banyak orang."


Pasukan tengkorak bermunculan dari dalam hutan yang tersembunyi, jumlah mereka sekitar 50.000.


"Kalau begitu aku pamit, kota ini cukup menarik untuk dihancurkan."

__ADS_1


__ADS_2