
Pada akhirnya Fel, Cosetta dan juga Elina berada di penjara sepertiku.
"Maafkan aku, tidak kusangka mereka menyaderaku," perkataan itu berasal dari Cosetta.
"Tak apa nona, aku yakin kita bisa keluar secepatnya."
"Lebih cepat menghancurkan penjara dengan kemampuanku."
Harusnya Fel melakukannya saat dia berada di luar.
"Jangan lakukan hal konyol, jika kita jadi buronan... izin kita yang sedang diproses tidak akan pernah jadi."
"Ah, aku melupakan soal itu."
"Memangnya kenapa aku tidak melawan sejak tadi, kita perlu izin untuk bisa masuk ke wilayah selatan."
Menanggapi perkataanku mereka malah membuang wajah, sampai penjaga muncul dan meminta kami untuk menemui seorang wanita yang merupakan pemilik wilayah ini, ia memiliki rambut pirang bergelombang dengan rok panjang dan pakaian sederhana, walau dia berada di umur di atas 30an ia bersikap layaknya seorang remaja.
"Ara, belakangan ini banyak sekali orang yang melakukan kejahatan, aku sedikit sedih melihat kotaku jadi seperti ini."
"Bukannya itu karena peraturan bodohmu Vira," balasku demikian.
"Heh, walau tidak bertemu sangat lama kau masih mengingatku, yah... sekarang aku tumbuh menjadi gadis yang cantik, tawaranku masih berlaku loh."
__ADS_1
Dia adalah salah satu orang yang tidak ingin aku temui.
Apalagi ketika tahu bahwa Cosetta sedang menatapku dengan wajah kegirangan, dia pasti akan mencoba mempermainkanku.
Ia menggunakan salah satu bakatnya yang paling mengerikan, berakting.
"Guru sepertinya mengenal nona cantik ini, apa tebakanku benar?"
"Gadis cantik ini, muridmu... ini mengejutkan."
"Aku juga terkejut bahwa guruku mengenal Anda."
"Ketika aku masih kecil, aku sempat terjatuh di sungai dan Udin yang menyelamatkanku."
Fel dan Elina jelas sedang menahan tawa mereka, hanya mereka yang tahu nama asliku juga.
Cosetta lebih tersenyum lagi.
Gadis ini.
"Sebelumnya Anda bilang sebuah tawaran, apa boleh saya tahu. Guru dan aku begitu dekat hingga kami saling berbagi rahasia, tapi hal ini belum pernah aku ketahui, mungkin ini sesuatu yang tidak boleh aku mengetahuinya."
Siapa kau? Teriakku dalam hati.
__ADS_1
Dia jelas sekali bersikap seperti seorang gadis polos tak bersalah.
"Saat Udin menyelamatkanku, aku melamarnya untuk menikahiku sayangnya dia malah menolak dan lari."
"Heh begitu."
"Namaku sekarang Rider, jangan memanggilku seperti itu."
"Kenapa guru menolaknya? Apa di masa lalu guru punya hutang dan menggunakan nama tersebut, mungkin bisa saja kejahatan yang lain."
"Oi, jangan mencoba membaca masa laluku.. jadi Vira sudah berhenti bermain-main, kau sudah menikah itu akan membuat putrimu tidak enak."
"Eh, apa yang kau katakan? Aku masih perawan."
Aku menghela nafas panjang, lima tahun yang lalu suaminya meninggal karena serangan monster karena itulah dia menjadi pemilik tanah ini
Jadi aku akan langsung ke topiknya.
"Apa yang bisa membuat kami keluar dari situasi buruk ini?"
"Kau cepat tanggap, jika kau menolaknya surat izin itu tidak akan bisa keluar kapan pun, aku ingin kau juga melatih putriku, dia dikenal sebagai gadis tidak berbakat yang tidak bisa menggunakan sihir, dia dibully di akademi sihir hingga pada akhirnya dia memutuskan keluar, ia berumur sama dengan gadis ini jadi itu tidak masalah bukan."
Aku biasanya akan menolaknya namun situasi kami lebih tidak menguntungkan, pertama kami harus pergi ke selatan, kedua aku sudah mengangkat Cosetta menjadi muridku jadi alasan aku tidak menerima murid jelas tidak berguna dan ketiga aku tidak bisa mengabaikan seorang yang membutuhkan bantuan, kegelapan bangsawan lainnya adalah menjadikan energi sihir sebagai tingkatan status sosial.
__ADS_1