
Setelah Cosetta tertidur, aku menyelinap di tengah kota untuk mencari informasi.
Aku telah melindungi rumah kami dengan sihir pelindung karenanya semuanya akan baik-baik saja
Tempat yang aku datangi adalah sebuah bar yang kerap dikunjungi banyak orang, seorang bartender yang merupakan wanita berkulit coklat dengan rambut merah pendek menutupi sebelah wajahnya memberikanku segelas minuman beralkohol.
Di wajahnya penuh dengan tindik sedangkan ia mengenakan pakaian terbuka.
"Tidak biasanya kau mampir, apa ada sesuatu yang kau butuhkan tuan pengangguran?"
Aku meminumnya dan sama sekali tidak terjadi apapun. Aku memiliki kekebalan yang tinggi terhadap alkohol dan sama sekali nyaris tidak membuatku mabuk padahal satu tetes saja minuman barusan bisa cukup memabukkan seekor gajah.
"Aku memerlukan beberapa informasi, Wines."
Wines adalah namanya.
"Sudah kuduga, apa kau juga tertarik dengan tuan putri yang datang kemari."
"Tuan putri kah."
Jadi kereta sebelumya diisi oleh tuan putri.
"Aah, kudengar dia mencoba untuk meminta hak pengelolaan kota labirin dilakukan olehnya sendiri."
"Bukannya ini tanah milik Douglas?"
"Douglas mungkin sekarang jadi orang yang tidak percaya mengelola kota ini, setahuku dia menyimpangkan pajak ke ibukota serta ada kemungkinan bahwa Douglas bersengkongkol dengan kerajaan musuh, tuan putri juga akan dibunuh olehnya."
__ADS_1
"Dia mau melakukan itu?"
"Tuan putri anak kedua jadi bukan dia yang mewarisi tahta, jika situasi bahwa dia dirampok itu akan menyelesaikan masalah Douglas, dia juga tidak akan disalahkan."
"Seperti biasanya keluarga bangsawan penuh dengan sisi kegelapan."
"Aku tidak bisa menyangkalnya, ada beberapa bangsawan juga yang membeli budak sebanyak yang mereka inginkan lalu meniduri mereka sebelum mengirim mereka ke tempat prostitusi untuk menghilangkan jejak agar nama mereka tetap baik di depan masyarakat, apa kau mau daftarnya juga?"
"Tidak usah."
Aku segera menolaknya
"Karena aku tidak punya uang hari ini bisakah informasi barusan hutang dulu."
"Tidak masalah untukmu pahlawan."
"Sudah kubilang jangan memanggilku begitu."
"Banyak orang yang melihatmu bersama seorang gadis kecil, apa kau menikmati harimu tuan lolicon."
"Banyak hal terjadi hingga aku ingin membantunya."
"Begitu."
"Di masa depan nanti dia akan jadi orang yang hebat dibandingkan siapapun."
"Aku menantikannya."
__ADS_1
Aku hendak meninggalkan bar saat Wines memanggilku.
"Ngomong-ngomong soal putri?"
"Aku akan mengurusnya jadi pastikan anak buahmu tidak ikut campur."
"Dimengerti."
Pagi berikutnya setelah menyiapkan makanan untuk Cosetta aku meminta izin untuk pergi padanya, aku tidak menjelaskan alasannya dan bergegas untuk terbang di langit.
Aku bisa melihat sebuah kereta putri di bawahku yang kini telah diserang gerombolan bandit, para kesatria berjuang untuk menghalaunya sayangnya beberapa dari mereka ditumbangkan dengan mudah.
Kesatria baik hati yang membeli bunga Cosetta memutuskan membawa putri menjauh, jika dikatakan putri itu memiliki rambut pirang diikat ekor kuda dengan gaun mewah menutupi tubuh kecilnya, dia jelas sekali seumuran dengan Cosetta.
Jika Cosetta memiliki mata biru langit ia memiliki mata hijau jade layaknya sebuah permata.
Beberapa pembunuh mulai mengejar mereka dan saat mereka terpojok aku jatuh di depan mereka.
Kesatria baik hati tampak memperhatikanku dengan terkejut termasuk tuan putri, karena mereka orang penting aku tidak ingin menunjukkan kemampuanku sesungguhnya.
"Kau datang dari mana?" tanya putri.
"Aku barusan hanya melompat dari atas."
"Maksudmu dari atas tebing itu, tingginya 100 meter."
"Begitulah."
__ADS_1
Alasan itu lebih cocok dibandingkan mengatakan bahwa aku terbang layaknya Superman.
Para pembunuh mengeluarkan pisau dari balik baju mereka, menghitung cepat semuanya ada 20 orang.