Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 93 : Misi Khusus


__ADS_3

Aku, Cosetta dan Claudia telah pergi untuk mengunjungi guild petualang di ibukota, semua rencana yang telah kami siapkan dari awal akan terbayar saat ini.


Cosetta tertulis sebagai petualang dan juga siswi lulusan akademi elit, ketika dia mengambil pekerjaan yang bisa menarik semua mata terarah padanya maka raja akan memanggilnya bahkan dengan cara ini bukan hal mustahil bahwa dia akan diangkat sebagai bangsawan.


Status darinya telah dicabut ketika kematian kedua orang tuannya, dan kini ia akan menunjukkan taring yang selama ini dia sembunyikan.


Aku tidak tahu akan seperti apa, yang jelas peranku di sini hanya mengawasi. Cosetta telah dikenal oleh kerajaan ini jadi tidak aneh para resepsionis telah mengenalnya dan juga menaruh hormat padanya.


Claudia yang merupakan putri bangsawan Viscount juga tidak terlalu terkenal.


"Aku mendengar bahwa kerajaan telah mengalami cukup kerugian dalam peperangan, kami datang untuk melibatkan diri sebagai tentara bayaran."


"Banyak petualang yang memilih melarikan diri atas permintaan ini, Anda yakin?"


"Tentu."


"Kalau begitu silahkan isi pendaftaran ini, lalu apa tuan di belakang sana juga?"


"Aku hanya pelayan jadi tidak usah dihitung."


"Baik."

__ADS_1


Setelah pendaftaran kami bisa berpartisipasi dalam waktu tiga hari, selagi menunggu, kami semua menghabiskan waktu memburu monster-monster terdekat serta mengambil penginapan untuk beristirahat dan ketika waktunya tiba kami telah meninggalkan ibukota dengan kereta yang telah disiapkan kerajaan.


Ada sekitar 20 orang di sini yang membuat semua orang berfikir, bahwa kekuatan kami tidak akan merubah apapun dalam peperangan.


Claudia membersihkan sabit di tangannya, Cosetta tersenyum selagi melirik pemandangan jalan, sementara aku duduk tanpa melakukan apapun.


Kami tidak ingin menarik banyak perhatian karenanya kami membatasi obrolan seminim mungkin sampai seseorang menunjuk ke arahku.


"Kau, bukannya wajahmu tidak asing bagi kami semua?"


"Aku sering mengemis di beberapa tempat aku rasa kemungkinan kalian pernah menemuiku di suatu kota tertentu."


"Jadi begitu, pengemis? Hahaha lucu, apa kau ikut ini karena ingin mati."


Mereka berdua masih harus belajar menahan diri.


"Sesungguhnya tidak demikian, jika aku ikut aku bisa menemukan recehan dan kita bisa menang tanpa aku kehilangan nyawa."


"Haha ada orang sepertimu juga di sini, namun kau lebih baik dibandingkan orang yang lari karena takut perang."


Mereka orang-orang pintar yang sudah tahu seberapa kuat kerajaan musuh, jika mereka tahu siapa yang ada di belakangnya mereka juga akan ketakutan.

__ADS_1


Sebuah pohon besar telah menghalangi perjalanan kami, para petualang bertubuh kekar telah keluar untuk mencoba memindahkannya.


Beberapa dari mereka tampak memotong-motong namun hasilnya hanya sia-sia saja.


Jika melihat kekuatan mereka, aku tidak yakin mereka akan bisa hidup lebih lama.


"Claudia bisa tolong bantu mereka."


"Dengan senang hati."


Claudia berjalan selagi menyeret sabitnya, setiap berbenturan dengan batu akan terdengar suara dentingan yang cukup menakutkan jika didengar malam hari.


"Kalian minggir saja, biar aku yang memotongnya?"


Melihat bagaimana wajah serius Claudia membuat mereka tidak pikir panjang untuk menghalanginya.


Claudia menebas dan dalam sekejap pohon itu berubah menjadi gelondongan kayu kecil. Gadis kecil dengan kekuatan seperti itu benar-benar sesuatu hal sulit dipercaya.


"Kalau begitu sisanya kalian yang pindahkan."


"Baik, ayo lakukan kawan."

__ADS_1


"Yeay."


Mereka jelas tidak malu karena kalah oleh seorang gadis kecil walaupun penampilannya terlihat seperti gadis remaja saat ini.


__ADS_2