
Ini mengejutkan bahwa aku bisa melihat kembali raja iblis Diablos, semenjak aku mengalahkannya aku tidak menyangka bahwa seorang seperti Pride menjadikannya sebagai mayat hidup.
Kemungkinan dia menggunakan sihir penyegel ingatan untuk membuat dia tidak kehilangan kendali. Aku ingin membantu Fel tapi ini juga hal yang bagus untuk melihat bahwa Fel akan bisa mengalahkan raja iblis bahkan saat aku tidak ada.
Jujur saja, dahulu aku seperti orang yang mengambil pencapaiannya dalam mengalahkan raja iblis.
Diablos membuka rahangnya dengan teriakan yang mengerikan, itu mirip sebuah cakar yang menggores jendela.
Fel sendiri harus menutup telinganya walaupun aku bisa melihat darah menetes dari gendang telinganya.
Tidak ingin hanya menjadi samsak, dia menerjang ke depan, dia menebaskan pedangnya dan raja iblis menangkapnya seolah itu bukan hal sulit baginya.
Aku ingat seberapa kuat dia bertarung dan khususnya pedang di tangannya, Diablos menebas dan Fel menahan, sayangnya dia tidak tahu pedang raja iblis memiliki kemampuan serangan mutlak, apapun yang menahannya itu akan menembusnya.
"Apa?"
Darah menyembur dari bahu Fel, beruntung bahwa dia menyadari hal begitu hingga hanya melukai sedikit tubuhnya.
"Bagaimana? Koleksi ini adalah koleksi yang aku banggakan, orang yang kuat bukan pahlawan atau raja iblis melainkan orang yang menjadi pihak ketiga yang memanfaatkannya."
Yang dia katakan memanglah benar, jika pahlawan mati Pride pasti akan juga menggunakannya sebagai senjata.
__ADS_1
Fel mengirimkan cahaya dari pedangnya mirip sebuah tusukan laser, Diablos menciptakan lubang hitam di dua sisi, satu melahap serangan Fel dan satu lagi menjadi serangan balasan.
Itu adalah kemampuan raja iblis yang merepotkan.
Tubuh Fel dikirim terbang oleh serangan tersebut hingga darah menyembur dari mulutnya. Pride semakin tertawa tapi aku yakin bahwa Fel masih memiliki sesuatu yang lebih kuat.
Dia tersenyum sehingga wajah kebahagiaan Pride terhenti. Dalam kebingungan Fel menancapkan pedangnya di tanah lalu sebuah gerbang terbuat dari setengah perak dan emas muncul, itu memiliki empat sayap serta ukiran wanita yang tertidur.
Hanya satu-satunya orang yang bisa memanggilnya, itu adalah Fel.
Membayangkan seseorang yang keluar dari sana membuatku merinding. Sebuah gerbang Celestrial yang lebih kuat dari gerbang roh bintang milikku. Saat gerbang dibuka yang keluar adalah wanita dengan rambut perak empat sayap serta mengenakan gaun putih tipis.
"Lama tidak bertemu Fel, hmm sepertinya kamu dalam kesulitan sekarang."
Pride menggigit ujung bibirnya lalu mengirim Diablos menyerang. Dia mengayunkan pedangnya di udara namun hanya dengan satu tangannya Diablos terhempas ke belakang.
"Tolong bantu aku Lufiel."
"Dengan senang hati."
Lufiel masuk ke dalam tubuh Fel dan dalam sekejap dirinya telah dibungkus dengan zirah besi perak yang lengkap dengan helm tertutup, di punggungnya empat sayap putih tercipta.
__ADS_1
Aku bisa merasakan seberapa mengerikan kemampuannya.
"Serang dia raja iblis."
Mengikuti perintah Pride, Diablos menembakan bola api dan sayap-sayap putih berjatuhan dari langit, ketika serangan itu mengenai Fel, dia akan langsung menghilang.
Ini adalah kemampuan untuk mengubah takdir.
Takdir dimana Fel terbunuh dan terluka akan dilenyapkan menjadi seperti sebuah mimpi, dalam sekejap Diablos terbunuh kembali dengan tubuh terbelah dari kepala sampai bawah.
Pride yang panik hendak melarikan diri sayangnya itu sudah terlambat. Dia ditusuk pedang Fel.
"Akan kugunakan sihir reinkarnasi, dengan begitu aku bisa kembali lagi ke dunia ini."
Percuma saja, dia tidak tahu kenapa malaikat Lufiel sangat ditakuti, Gerbang Celestrial telah berubah menjadi gerbang hitam mengerikan dengan api hitam menjalar di sekelilingnya.
"Mustahil?"
"Selamat tinggal."
Tubuh Pride di kirim masuk, dia hanya berteriak saat gerbang tersebut tertutup sepenuhnya.
__ADS_1
Seperti yang diduga semua orang. Dia dikirim ke neraka hingga tidak bisa bereinkarnasi ataupun melakukan hal lainnya kecuali mendapatkan hukuman atas dosanya sendiri.