Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 46 : Pemain Curang


__ADS_3

Aku mendesah pelan selagi menatap langit malam di atas kepalaku, karena Armisa yang tidak ingin pergi begitu saja, untuk dua kalinya kami telah berkemah di bawah pulau melayang.


Armisa duduk di atas batu selagi bertanya padaku.


"Nah Udin, apa sebaiknya aku mencoba untuk menerobos masuk dengan menyelinap ke muatan para pedagang."


"Itu bodoh, kau akan dihukum mati oleh mereka."


"Tapi."


"Aku tidak tahu kenapa kau begitu bersikeras ingin ke kota suci... bagiku mungkin akan ada kota lagi yang lebih baik."


"Ini juga keinginan ibuku, ketika ia muda ia juga ingin pergi ke sana."


Alasannya terlalu kuat hingga aku tidak bisa mengatakan apapun lagi. Untuk sekarang aku akan membiarkannya begitu saja dan tidur.


Sesuatu telah menggoyangkan tubuhku hingga aku terbangun.


Di depanku Armisa telah menarik kerah bajuku.


"Syukurlah kau bangun, lihat di atas sana!"


Aku saat ini belum memahami apa yang sedang coba Armisa katakan, ketika aku menguap ledakan tepat terjadi di sampingku, membuatku dan Armisa terhempas ke samping.


"Apa-apa itu?"

__ADS_1


Sekitar 50 kapal terbang telah menyerbu kota suci, kapal tersebut menggunakan balon udara untuk membuatnya melayang dengan baling-baling terpasang di setiap sudut, tak lepas dari itu bendera dengan lambang satu mata berwarna merah terang menjadi sesuatu yang jelas diperhatikan.


Balon itu juga bermotif sama.


Ini baru pertama kalinya aku melihat hal seperti itu.


Armisa buru-buru menarikku untuk bersembunyi di balik batu, aku lebih tua darinya tapi tidak lebih banyak mengetahui apapun informasi tentang dunia ini, bahkan dewi yang telah mengirimku ke dunia ini tidak mengatakan apapun kecuali bahwa aku akan mati dengan cepat.


Dewi ampas itu memang menyebalkan.


Mari kesampingkan hal itu dulu.


"Kapal itu milik ras iblis, sebelumnya semua orang yakin meski jika mereka punya kapal seperti itu mereka tidak akan berani melawan malaikat, tapi sekarang berbeda."


Aku bisa menebak bahwa mereka punya pimpinan baru yang kuat hingga mereka merasa akan memenangkan pertempuran ini.


Sementara dewi itu bersenang-senang dengan buku-buku ero, di sini nasib dunia dalam kehancuran.


Oi dewi kenapa kau tidak bekerja dengan baik?


Aku harap seseorang menendangnya dari kursi dewi.


Para malaikat mulai bermunculan dengan tombak di tangan mereka, tombak itu masing-masing menembakan petir yang menghujani kapal tersebut. Seperti tidak mempan terhadapnya kapal mereka masih terbang dengan kokoh.


Menggunakan dua meriam raksasa di depan dan sepuluh meriam di sampingnya masing-masing mereka menembakan serangan yang brutal.

__ADS_1


Para malaikat berjatuhan begitu saja.


"Para iblis memakan manusia sebagai makanan jika mereka ingin memakan malaikat juga ini benar-benar tidak masuk akal, mereka mirip seperti api yang melahap apapun yang ada di depan mereka."


Armisa mengutarakan kata-kata yang sulit diucapkan oleh gadis kecil.


"Udin kau tidak mencoba membantu mereka?"


"Aku ingin mengawasi dulu, mungkin saja para iblis akan dipukul mundur."


"Melihatnya sekilas itu jelas mustahil."


Pulau mereka mulai ditembaki hingga puing-puing berjatuhan bersama bangunan kehancuran, aku bisa melihat Gabriella mati-matian untuk menjaga semua orang tetap aman setelah dia ditembak jatuh.


"Tidak ada jalan lagi."


Aku memunculkan jendela menu yang menampilkan deretan skill yang telah aku pilih dari dewi, ngomong-ngomong saat dia mengatakan aku bebas memilih aku sebenarnya mengambil hampir semuanya.


Seribu skill ditunjukkan di depan mataku.


Ada skill yang bisa membuatku menciptakan sihir apapun, skill berubah bentuk, skill meniru suara hewan dan skill anti PHP juga ada.


Yang terpenting dari segalanya adalah skill anti galau.


Ketika dewi tak memperhatikan aku sebenarnya mengambil skill cheat tingkat dewa.

__ADS_1


Dibandingkan siapapun aku adalah seorang player curang tak terkalahkan.


"Udin kau tertawa mengerikan."


__ADS_2