Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 80 : Kebangkitan Raja Iblis


__ADS_3

Aku bisa merasakan bahwa Rider memperhatikan pertarungan ini dari kejauhan.


"Ada apa pahlawan Fel, apa kau mengakui kekalahanmu? Sekarang kau hanya menjadi sejarah jadi seharusnya kau tidak perlu melindungi dunia ini."


Atas pernyataan Pride aku tersenyum kecil.


Dulu ketika aku kecil aku hanya seorang gadis yang hidup di jalanan tanpa arah. Tidak ada yang peduli apa aku mati atau tidak, namun saat itu Irena dan yang lainnya mengulurkan tangannya padaku.


"Ara, kamu tampak kotor... kami seorang petualang, apa kamu mau bergabung?"


"Dia memiliki otot yang cukup kuat, aku rasa dia bisa sedikit membantu."


"Diamlah Gustav, tidak ada gadis yang mau dipuji karena mereka memiliki otot, benarkah Marlin."


"Iya, mereka semua kebanyakan hanya ingin dipuji wajah dan dada juga, ngomong-ngomong soal dada, Irena kamu masih memiliki ukuran paling besar sejauh ini."


Irena memukul wajah Marlin hingga terlempar ke udara.


"Tolong injak aku juga Irena-sama."

__ADS_1


"Hati-hati dengan pria bodoh ini, jadi bagaimana mau bergabung?"


Setelah melalui banyak perjalanan kami mulai membantu orang-orang yang kami lalui dan saat kami sadari semua orang mulai memanggil kami pahlawan.


Saat itulah bagiku melindungi seseorang adalah tempatku di dunia ini.


Aku menghentakkan kaki untuk menerjang maju, melalui kecepatan sonic wave aku telah muncul di belakang Pride untuk menebasnya.


Dia menahannya dengan pedang miliknya seolah dia memiliki mata di belakang punggungnya namun aku juga tidak hanya menyerangnya dengan sembarangan.


Tubuhku menyerap kekuatan pedang suci semakin kuat hingga memaksimalkannya di batas akhir. Dengan lonjakan kekuatan itu, Pride mencoba mundur namun aku terus memburunya seperti hewan buas.


Satu-satunya orang dari tujuh dosa mematikan yang tidak boleh hidup adalah dirinya.


Pedang Pride terlempar dan aku memiliki momentum untuk menebasnya secara diagonal dari bahu sampai perut. Darah menyembur darinya tepat saat aku ingin memenggal kepalanya dia menggunakan sihir teleportasi untuk mundur lima meter dari jangkauanku.


"Itu nyaris saja." Katanya menyembuhkan dirinya secepat mungkin, dia akhirnya bertarung sebagaimana Necromancer lakukan. Lima peti mati muncul di depan dirinya dan saat itu menghilang sosok yang disebut Yokai ada di dalamnya.


"Serang dia koleksi-koleksiku."

__ADS_1


Hanya orang gila sepertinya yang mampu melakukan hal seperti itu, kelima Yokai tersebut menyerangku secara bersamaan dari segala arah, aku menebas satu sebelum menghindari serangan balasan.


Dua di antara mereka kehilangan kepalanya dan dua lagi tubuhnya menjadi dua bagian, untuk yang terakhir aku melompat di depannya selagi menembuskan pedangku di kepalanya hingga jatuh ke tanah.


Walau semuanya dikalahkan, Pride masih memasang wajah puas.


"Sesuai yang diharapkan dari pahlawan, koleksiku tidak ada apa-apanya.. jika aku bisa membunuhmu kau akan menjadi koleksiku yang terbaik."


Aku mengarahkan ujung pedangku padanya.


"Hal itu tidak akan mungkin terjadi, kaulah yang mati."


"Fuhaha, aku punya koleksi terakhir yang bisa aku gunakan. Setelah mencarinya akhirnya aku bisa menemukannya lalu memperbaikinya kembali, ini yang paling luar biasa."


"Apa yang kau katakan?"


Sebuah peti yang terlihat bagus muncul di depan Pride, mengintip dari dalam sana sebuah tengkorak setinggi dua meter dengan pakaian mewah, jubah kebesaran serta mahkota di kepalanya. Di tangannya dia memegang pedang besar dengan pegangan kepala manusia yang dijadikan satu.


"Kau pasti bercanda?"

__ADS_1


"Apa kau terkejut? Bukannya ini mengagumkan.. dia adalah makhluk yang ditakuti oleh semua orang, Raja Iblis Diablos."


Tidak aku sangka raja iblis bisa digunakan seperti ini.


__ADS_2