Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 08 : Dari Masa Lalu


__ADS_3

Itu adalah sebuah ruangan tanpa apapun kecuali seorang gadis berambut pirang yang duduk di sofa selagi membaca komik dan tertawa terbahak-bahak.


"Awokawok ini komik yang lucu, tapi aku lebih suka yang adegan Gore dan seksnya."


Apa gadis ini waras?


Disebut gadis juga itu tidaklah tepat, seperti yang diduga semua orang, dia seorang dewi dengan pakaian Jersey serta rambut berantakan.


Jika ada Dewi Hikikomori mungkin beginilah gambarannya.


"Oi aku mendengarmu, tolong bersikap sopan aku tetap seorang dewi awokawok."


"Bisakah kau berhenti mengeluarkan suara tertawa yang aneh."


"Masalah buatmu ye, kau mau baca yang ini mungkin kau suka."


"Jangan menyodorkan buku porno padaku, lebih dari itu."


Aku menyita semuanya lalu membakarnya di depan dewi hingga dia berteriak.


"Tidaak, koleksi 1000 tahun yang telah aku simpan, kau-kau sangat kejam."


Aku mengambil satu dan hendak memasukannya ke dalam api sampai dewi memegang lenganku.


"Jangan lakukan itu, ini koleksi langka... model dalam majalah ini sudah tobat jadi tidak ada buku yang sama."


Pandangan kami saling bertemu beberapa saat dan kemudian aku berteriak "Bodo amat" dan aku membakarnya.

__ADS_1


"Bakar, bakar, bakar." Selagi tertawa jahat.


"Uwaaah."


Dia menangis.


"Lebih dari itu cepat jelaskan apa yang sebenarnya terjadi aku baru saja makan es krim dan malah ada di sini."


Sang dewi kembali duduk setelah menenangkan wajahnya.


"Sebelum itu mari ulangi lagi dari awal, namaku Dewi Iris aku memanggilmu kemari karena kau terpilih untuk masuk ke dunia lain sebagai seorang pahlawan."


"Maksudmu seperti dalam light novel apapun itu."


"Benar tapi jangan remehkan itu, di sana bukanlah kehidupan mudah, angka kematian di sana sangat tinggi bahkan hanya 45 persen anak yang bisa hidup sampai dewasa."


"Bukannya itu berbahaya, kalau begitu kembalikan aku ke dunia sebelumnya."


"Mungkinkah saat aku makan es krim ada meteor jatuh di atas kepalaku, ah tunggu pasti seseorang menusukku dari belakang untuk mengambil uangku."


Iris menggelengkan kepalanya selagi mendesah pelan.


"Kau ini miskin, pengangguran dan jelek tidak mungkin ada yang mengincarmu dan juga meteor juga pilih-pilih saat menabrak seseorang."


"Permisi?"


Dia tersenyum dengan sombong seolah sedang membalas dendam.

__ADS_1


"Bodoh, kematianmu sangatlah konyol... kau tanpa sadar melihat rok wanita berkibar di depan matamu, saat itu waaw itu pemandangan yang bagus tapi ternyata rok itu dikenakan nenek-nenek, saat kau terkejut kau tersedak stik es krim dan mati awokawok."


Aku menutupi telingaku selagi berlutut


"Mustahil!"


"Kematian yang bagus, paling tidak kau tidak mati karena takut tertabrak traktor dan mengompol."


"Paling tidak aku ingin ke isekai karena tertabrak truk."


"Lupakan soal itu, sekarang pilihlah skill yang kau inginkan. Aku ingin menyelesaikan pekerjaanku dan kembali membaca komik."


Gadis ini.


Sebuah jendela mirip tampilan sebuah game muncul dan masing-masing menunjukan daftar skill yang bisa kau pilih semaumu.


"Berapa yang harus kupilih?"


"Untukmu ambil saja sepuasnya, aku sudah tidak peduli lagipula kau juga akan mati."


Aku ingin menghajar dewi ini tapi takut dapat hukuman ilahi. Biasanya dewi seperti ini kejamnya minta ampun.


"Kau baru mengatakan sesuatu, lebih kejam adalah orang yang membakar koleksiku yang berharga."


"Aku minta maaf untuk barusan, aku hanya mencegahmu agar tidak rusak."


"Uwah ini sangat indah, hey apa seorang gadis bisa sangat menikmati ini."

__ADS_1


Lupakan saja dia benar-benar rusak.


Untuk sekarang mari pilih yang membuatku jadi over power.


__ADS_2