Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 86 : Kerajaan Ortana


__ADS_3

Alicia von Corliss adalah putri kedua dari raja yang memerintah kerajaan Hermione saat ini, karena menjadi kedua dia tidak memiliki pengikut ataupun kekuasaan seperti putri pertama karena itulah dia saat ini akan dikorbankan untuk menjadi pengantin dari kerajaan sebelah yang akan dinikahkan kepada pangeran ke-13 Ortana bernama pangeran Thompson.


Tentu sama halnya dengan pernikahan bangsawan pada umumnya ada kerja sama di belakangnya, saat Alicia menikah maka kerajaan Ortana akan membantu kerajaan Hermione untuk mengalahkan kerajaan Astrea.


Ini sesuatu yang bisa terjadi, yang tidak biasa adalah fakta bahwa aku terseret di dalamnya.


"Mau tambah lagi tuan putri?"


"Kamu pengangguran yang ahli melayani."


Karena satu dan dua hal kini aku akan terus bersamanya sementara waktu sebagai pelayan sekaligus pengawalnya juga.


Para penjaga yang dipimpin oleh kesatria baik hati muncul, mereka adalah orang-orang yang dengan setia mengabdikan diri padanya.


"Kereta sudah disiapkan tuan putri, kita bisa berangkat sekarang."


"Kerja bagus, kalau begitu tuan Rider.. mohon bantuannya."


Dia dan Cosetta sama liciknya.


Tugas utamaku adalah membatalkan pernikahan ini, dengan beberapa kondisi dimana pangeran itulah yang melakukannya.


Kini kepalaku benar-benar sakit, aku harap pangeran yang dimaksud orang yang cukup pintar untuk mendengarkan negosiasiku.


Aku bertanya ke salah satu penjaga saat kereta kami meninggalkan kota.


"Apa kau tahu seperti apa pangerannya?"


"Tentu saja, aku punya fotonya."


Aku melihatnya dengan seksama dan melihat bahwa pangeran tersebut terlihat gemuk dengan ingus di hidungnya.

__ADS_1


"Kau serius."


"Inilah yang terjadi, kudengar pangerannya sering meniduri pelayannya dan mereka akan diikat tangannya dengan rantai secara telanjang."


"Lalu kenapa dia ingin menikahi Alicia."


"Aku pikir ia sedikit tertarik dengan tuan putri."


Lupakan soal negosiasi.


Akan kubunuh pangeran ini dan menyelesaikan semuanya sekaligus, jika mengharuskan akan kuhancurkan kerajaannya juga.


Perjalanan sendiri menghabiskan waktu seminggu dan sesampainya di sana beberapa orang yang menunggu kedatangan kami dengan sopan segera menyambut kami.


"Ikuti saya, kami sudah menyiapkan jamuan mewah untuk semua orang."


"Terima kasih."


Kami diperlakukan seperti pahlawan, orang-orang berbaris di sepanjang jalan menyambut dengan bendera dan kembang api, ini terlihat seperti mereka dipaksa atau sebagainya.


Di kastil kami diterima baik oleh pangeran tersebut yang menatap gadis 9 tahun dengan mata cabul.


"Aku sangat menantikan pernikahan kita, mari... aku sudah menyiapkan kamar."


Aku berdiri di antara keduanya.


"Kurasa Anda harus tenang dulu, pernikahannya akan dilangsungkan tiga hari lagi sampai saat itu Anda tidak bisa dekat-dekat dengan tuan putri."


Semua mata tertuju padaku, mereka tidak menyembunyikan niat membunuhnya, jika demikian maka aku juga.


Setelah aku mengunakannya, semua orang ketakutan kemudian muntah.

__ADS_1


Hoh, aku menyadari ada beberapa orang yang tidak terkena juga. Alicia terlihat tidak kuat jadi sebelum dia mempermalukan dirinya aku segera menghentikannya.


"Tuan Rider, tolong jaga sikap Anda."


"Yare, yare, maafkan aku... aku tidak bisa menahan diri."


Aku bergerak mundur ke belakang.


"Yang dikatakan pengawal Anda memang benar, kalian tolong antarkan tuan putri ke kamarnya dan siapkan apapun yang ia butuhkan."


"Baik yang mulia."


Aku berbisik ke arah kesatria baik hati.


"Terus bersama putri aku akan berkeliling sebentar."


"Baik."


Aku keluar dari kastil secara bersembunyi lalu memunculkan gerbang Gemini.


Kedua gadis kecil itu melompat padaku dengan niat membunuh.


Keduanya duduk di atas tubuhku selagi mengarahkan kapak di tangan mereka.


"Kau berani juga memanggil kami setelah perlakuanmu sebelumnya."


"Benar sekali, kami harus membunuhmu."


"Ayolah, itu sudah lama... aku akan menggantinya dengan satu permintaan, bisakah kalian melepaskanku."


Keduanya saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


"Kalau begitu biarkan kami berada di dunia ini lebih lama."


Maka itulah yang akan mereka dapatkan.


__ADS_2