Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 98 : Keadaan Terkini


__ADS_3

Satu bulan berikutnya aku telah mengantarkan kentang mentah ke kota labirin, berhubung aku berada di sini maka aku mengunjungi Wines, seorang bertender bar yang memiliki banyak jaringan mata-mata di seluruh dunia ini.


Wines membuat susu dengan potongan buah di dalamnya sesuai permintaanku sebelum menyodorkannya padaku.


"Terima kasih."


"Orang-orang di sini meminum alkohol dan kamu bahkan tidak memesannya, sungguh ini termasuk penghinaan padaku."


"Jangan begitu, kamu tahu bahwa aku tidak akan mabuk karena alkohol manapun, akan jauh lebih sehat jika aku meminum ini."


"Kurasa kamu benar."


Aku menyodorkan beberapa koin emas padanya.


"Lebih sedikit dari yang aku kira."


"Semua uangku diberikan pada istriku ini tabunganku yang terakhir."


"Informasi apa yang kamu inginkan?"


"Keadaan kerajaan Hermione dan Astrea saat ini."


"Dimengerti."

__ADS_1


Wines membersihkan gelas di tangannya sembari menjelaskan banyak hal padaku.


Pertama soal bangsawan kerajaan Hermione, Cosetta menggunakan wewenangnya untuk mencari kelemahan setiap bangsawan lainnya, dia menekan semuanya dan menegaskan jika siapapun yang tidak ikut dengannya mereka akan dihabisi."


"Dia melakukan hal seperti itu?"


"Iya, gadis itu sangat berbahaya... dia menggunakan perselingkuhan bangsawan atas, penggelapan mereka serta hal-hal ilegal sebagai kartu andalannya."


"Dia hanya ingin mencoba membalas dendam atas kematian orang tuanya, bagiku dia hanya gadis biasa, dan bagaimana dengan kerajaan Astrea?"


"Fel dan Elina meminta bantuan Cris untuk mencari letak jantung Veronica dan mereka berhasil menghancurkan seluruh jantungnya, aku yakin sekarang mungkin mereka berdua telah menerobos istananya."


Aku tertawa kecil setelah menghabiskan minumanku.


"Mereka jelas sangat bersemangat, yah... apapun itu aku sudah tidak ada kaitan lagi dengan dunia ini, kalau begitu selamat tinggal ini kemungkinan terakhir kali aku datang kemari."


"Mau bagaimana lagi, terkadang kehidupan sulit ditebak."


Aku melambaikan tangan sembari pergi dari pintu, di dekat gerobak yang ditarik kudaku tampak seorang gadis telah berdiri menungguku, dia adalah resepsionis guild bernama Rika.


"Soal tawaran yang pernah kamu katakan, sepertinya kami akan menerimanya."


"Begitu."

__ADS_1


Beberapa minggu sebelumnya aku menawari Rika dan desanya untuk dipindahkan ke wilayahku, Virgo bilang terlalu sepi karena hanya ada rumah kami dan ia memintaku paling tidak membuat beberapa rumah lainnya di sekitar.


Pada akhirnya aku meminta izin pada Alicia dan ia menyetujuinya untuk membangun desa di sana, karena itulah hal ini terjadi. Rika menjadi resepsionis demi membangun desanya maka dari itu tawaranku tidaklah buruk untuknya.


"Kalau begitu naiklah aku akan perkenalan pada istriku dan putriku."


"Baik."


"Tapi ngomong-ngomong apa tidak masalah kamu berhenti dari perkejaan resepsionis."


"Itu tidak masalah karena aku akan menjadi guild master di desa baru."


"Ugh.. kamu memikirkan hal itu, meskipun itu hanya akan jadi desa kecil."


"Tak apa, tak apa, desa kecil akan jauh lebih damai dari perkotaan."


Aku tersenyum kecil sebagai balasan.


Di tempat lain Elina dan Fel telah menerobos masuk ke dalam istana, Veronica yang duduk di singgasana mengerenyitkan alisnya melihat bagaimana seluruh pasukannya telah ditumbangkan hanya dengan dua orang saja.


"Pahlawan Fel."


"Sebelumnya aku gagal mengalahkanmu, tapi sekarang tidak lagi semua jantungmu sudah dihancurkan dan sekarang hanya satu di dalam tubuhmu."

__ADS_1


"Sial..."


Dari sini hanya menjadi pertarungan Fel sesungguhnya, dia menyelimuti dirinya dengan cahaya sebelum melesat maju.


__ADS_2