Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 35 : Kota Osiana, Kota Iblis


__ADS_3

Di depan kami, seorang pria gemuk paruh baya serta seekor kadal bermotif merah muda memperkenalkan dirinya.


"Semua orang memanggilku Papa Bob, selama perjalanan pastikan untuk tetap diam dan jangan sampai terjatuh, siapa pun yang terjatuh akan langsung ditinggalkan."


Peraturan yang merepotkan, singkatnya angkutan ini mirip seperti sebuah kereta besi yang tidak bisa berhenti kecuali di station saja.


Aku membantu Cosetta dan Claudia naik, dan ketika kami sudah siap kadal tersebut mengeluarkan asap dari mulutnya.


"Yip, yip."


Memangnya makhluk ini mirip seperti bison pengendali udara itu.


Ketika si pengendara mengatakan hal demikian kadal tersebut berlari menerobos hutan, karena ukurannya besar dia tidak perlu mencari jalan kosong, pepohonan ditabrak hingga berhamburan ke udara.


"Hahaha."


"Papa Bob, bukannya di depan ada danau?" tanya Claudia.


"Jangan khawatir nona muda, kadal ini bisa berlari di air, kalian semuanya berpegangan."


Seperti yang Papa Bob katakan kadal tersebut mulai menaikan badannya hingga berlari menggunakan dua kaki saja.


Cosetta terlihat kegirangan.


"Ya ampun, ini menakjubkan... apa banyak hal seperti ini di dunia luar Rider?"


"Aah, aku menjaminnya."


Aku yang telah hidup lebih lama dari manusia lainnya tidak ragu untuk mengatakannya, kadal dengan dua kaki mulai menginjakan kakinya di air dan seperti apa yang dikatakan Papa Bob kadal ini mampu melakukannya.


Mungkin sebenarnya kadal ini adalah ninja.


Ketika kakinya ke daratan lagi, posisinya kembali dengan empat kaki dan kami bisa lebih duduk santai sekarang.


Fel tampak memucat hingga aku segera menanyakan keadaannya.


"Kau tak apa Fel?"

__ADS_1


"Kepalaku pusing, perutku mual, aku akan jatuh."


"Elina."


"Aku akan memeganginya."


"Terima kasih."


Ternyata pahlawan juga bisa mabuk kendaraan.


"Nah Papa Bob, nama panjangmu apa?" tanya Cosetta dan tentu aku memotong.


"Tentu saja Spongebob, benar kan?"


"Spongebob apanya? Namaku Bobmarley."


"Namanya keren."


"Aku tidak yakin, berikan aku izin pengendaramu."


Tidak ada yang berkata apapun kecuali aku memberikan kembali izinnya.


"Di sana ada orang sebaiknya sedikit memutar."


"Oi, katakan sesuatu kek!"


"Whoaaa."


Lima orang asing ditabrak kadal ini hingga mereka terbang.


"Papa Bob, kau baru saja menabrak orang."


"Itu salahmu!" teriaknya padaku.


"Kini lisensiku terancam, bagaimana aku memberikan nafkah untuk keluargaku, istriku juga sedang hamil anak ke-12."


"Anda rajin sekali buat anak Papa Bob," kata Cosetta dan Elina melirik ke arah belakang.

__ADS_1


"Sepertinya mereka baik-baik saja, salah mereka yang tidak waspada."


"Jangan khawatir Papa Bob, selagi kau punya uang tidak ada yang bisa membuatmu kerepotan."


Terhadap perkataan Cosetta, Claudia bertanya lebih jauh.


"Artinya?"


"Meski kau penjahat, penggelapan uang, ataupun kejahatan lainnya kau bisa selamat asal dengan uang, beberapa penguasa menggunakan cara itu untuk lolos dari apapun, ketika semua orang menuduhnya kebal hukum kau hanya harus menjadikan seseorang yang lain sebagai kambing hitam."


"Kekuatan uang bisa sejauh itu."


Aku memukul kepala Cosetta.


"Apa yang sedang kau ajarkan itu?"


"Sakit.... aku hanya memberitahukan hukum di mana orang berkuasa selalu benar."


"Claudia lebih baik kau tidak terlalu mengandalkan orang ini, benar kan, Papa Bob?"


"Tidak, aku rasa aku akan menyuap beberapa orang nanti jika aku dilaporkan."


Kuharap dia tahu apa yang tengah dia bicarakan sekarang. Apapun itu melakukan kejahatan hanya akan mendatangkan hal buruk saja.


Akan lebih baik kami tidak mengganggunya lagi dan membiarkan perjalanan ini menjadi lebih aman.


Satu jam berikutnya kami telah sampai di kota Osiana, sebuah kota besar dengan tembok tinggi menjulang ke atas langit.


"Kalau begitu sampai jumpa."


Kami hanya melihat bagaimana kendaraan tersebut telah kembali.


"Akhirnya kita sampai, aku ingin muntah."


Aku mengandalkan Elina untuk menggendong pahlawan yang menyedihkan ini, ketika kami memasuki kota aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat.


Kota Osiana dipenuhi Iblis.

__ADS_1


__ADS_2