
Aku telah kembali menemui murid-muridku keesokan paginya dengan materi-materi yang disiapkan untuk mereka. Walau aku mengatakan materi-materi aku hanya mengajarkan satu hal setiap harinya.
Dan sekarang aku meminta mereka menggunakan penguatan tubuh yang bisa dipelajari semua orang.
Tubuh mereka sedikit bersinar, Claudia dan Cosetta bisa sedikit membanggakan diri karena pengeluaran mana yang stabil.
"Aku bisa merasakan energi mengalir di seluruh bahu tubuhku," ucap Jeniffer, Toma maupun Everybody juga merasakan demikian.
"Ini adalah sihir no elemen yang bisa digunakan siapapun, aku sendiri yang membuatnya."
"Luar biasa, aku pikir Anda hanya guru tidak kompeten tapi kenyataan lebih hebat dari yang dibayangkan."
Aku menggosok hidungku bangga, protagonis komedi memang ahli dalam menyanjung seseorang.
Sihir seperti ini sangat cocok untuk para petarung jarak dekat, Cosetta kemungkinan tidak terlalu memerlukannya tapi ada kalanya dia juga harus bisa menyerang.
Dalam pertarungan selalu terjadi hal tidak diduga.
Aku berjalan di koridor sepi saat Fel berdiri di sana bersandar selagi menyilangkan tangannya, ini sudah dua minggu semenjak aku dan dirinya datang kemari.
Dia menghentikan langkahku.
"Sejak kapan kau menyadarinya?" tanyanya demikian.
__ADS_1
"Apa maksudmu?"
"Kau pura-pura tidak tahu, kau sudah tahu bahwa Frizt Fulsa pelakunya, dialah yang membunuh anggota murid elit lainnya... kemarin aku memastikan dia melakukannya."
Sesuai yang diharapkan Fel, dia bisa menyembunyikan dirinya dengan baik.l selama itu.
Sebelum aku menjawabnya teriakan para murid terdengar ke seluruh akademi. Aku dan Fel buru-buru untuk memastikannya dan melihat bahwa satu murid telah digantung di atas bangunan akademi.
Tali yang mengikatnya putus lalu jatuh menghantam tanah hingga wajahnya hancur, dia adalah murid yang dimaksud oleh Fel sebelumnya.
"Aku sudah menyadarinya dari awal, ada energi sihir aneh yang menyelimuti tubuh Frizt dan setelah melihat tubuh korban murid elit lainnya aku menyadari bahwa ada dua pembunuh di tempat ini."
"Siapa pembunuh satu lagi?"
"Nanti juga kau akan tahu... Frizt memang yang membunuh para murid tapi di saat yang sama dia juga bukan pelakunya."
"Tolong ajak semuanya untuk pergi ke tengah kota, dari sini kita akan bertarung."
Aku melirik ke arah atap sekolah, di sana Elina telah mengangguk ke arahku sebelum menghilang.
Tidak aku sangka bahwa aku tidak perlu waktu lama untuk keluar dari pekerjaan ini, kehidupan pengangguranku telah menanti kembali.
Aku menuju ruangan kepala sekolah tidak disangka bahwa aku berpapasan dengan Greace dalam perjalanan.
__ADS_1
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
"Sebaiknya kau ikut denganku."
"Aku sedang sibuk untuk.."
"Terserahlah, jika kau tidak ingin tahu siapa dalang dari pembunuhan murid-murid di sini."
Ketika aku mengatakan itu, Greace akhirnya tertarik.
Kami berdua membuka ruang kepala sekolah dan di sana duduk pria tua seperti terakhir kali aku datang kemari.
"Apa ada yang bisa aku bantu untuk kalian berdua?"
"Sebagai dalang pembunuhan kau tampak santai saat ini."
"Apa maksudnya? Nona Greace?"
"Maaf kepala sekolah sepertinya orang ini sudah tidak waras lagi."
"Begitu, sebaiknya kita harus segera mengeluarkannya dari sini."
Aku mengarahkan tanganku, tanpa rapalan tanpa lingkaran sihir, aku menembakan sebuah sihir cahaya yang menyerupai sebuah pedang hingga menembus dadanya.
__ADS_1
"Usaha bagus Pride, kau menyamar dengan baik."
Pria tua itu tersenyum lebar.