
Hari pertama di kota terdekat, aku mengunjungi sebuah toko es krim yang menyediakan berbagai varian rasa vanila, coklat dan juga rasa buah-buahan.
"Tolong empat."
Aku tadinya ingin memakannya sendirian namun tiga orang yang sejak tadi membuntutiku dari belakang benar-benar menyusahkan. Pada akhirnya kami makan es krim bersama.
"Benar-benar curang menyelinap keluar penginapan untuk memakan ini sendirian."
"Benar sekali yang dikatakan Cosetta. Hmm kepalaku membeku."
Elf ternyata bisa makan es krim.
"Tuan Rider, maafkan kami seharusnya kami tidak membututi Anda."
Aku hanya menghela nafas panjang, bukan soal es krim yang aku ingin sembunyikan melainkan aku sebenarnya akan melakukan sebuah misi untuk mendapatkan uang, ketika aku mengatakannya Cosetta menangis.
"Tidak aku sangka bahwa kau yang memutuskan untuk menjadi pengangguran mau bekerja, apakah ini sebuah mimpi indah?"
Aku memukul kepalanya dengan gaya karate hingga dia memegangi kepalanya dengan kesakitan.
"Aku tidak akan bekerja seperti apa yang kalian pikirkan, misiku adalah mengumpulkan beberapa koin di sungai itu."
Aku menunjuk tempatnya dan mereka memiringkan kepala.
"Memangnya di sana ada uang tuan Rider?"
__ADS_1
"Aku juga berfikiran sama," tambah Fel.
Mereka benar-benar tidak tahu apa-apa tentang kota ini, aku menjelaskan bahwa ada sebuah tradisi di kota ini, jika seseorang melemparkan uang dari jembatan selagi berdoa maka keinginan mereka akan terkabul.
Setiap tahunnya tidak ada yang berani masuk ke dalam air karena tempatnya cukup dalam namun berkat aku yang bisa menggunakan berbagai sihir aku bisa melakukannya tanpa kesulitan.
Ketiganya memasang wajah bermasalah.
"Um yah, tidak banyak orang yang memiliki ide seperti itu, Rider memang hebat."
"Kau mengejekku yah!" teriakku pada Cosetta lalu melanjutkan.
"Hanya beginilah cara satu-satunya pengangguran sepertiku untuk bertahan hidup. Ingat 3M, Menumpang, Mengemis dan Memungut. Itulah cara pengangguran bertahan hidup."
Fel memegangi kepalanya terlihat sakit.
"Terserah aku saja, asal kalian tahu aku pernah dapat koin sangat banyak dan itu cukup untuk menjalani hidup beberapa bulan ke depan."
Tahun lalu aku memang sudah ke sini untuk melakukannya. Sementara semua orang menunggu di pinggiran sungai, aku yang telah melindungi diriku dengan sihir pelindung melompat ke air.
Sihir ini bisa mencegah air untuk tidak masuk dan sangat berguna untuk berjalan-jalan di dasar sungai atau laut. Di dalam sana aku bisa melihat banyak koin emas, tembaga dan perak yang berserakan begitu saja.
"Mendapatkan uang tanpa bekerja memang mantap."
Aku mulai memungut mereka satu persatu ke dalam karung, semakin lama semakin berat dan aku tidak bisa berhenti tertawa.
__ADS_1
"Hey, kalian aku sudah selesai."
Ketika kepalaku keluar dari air para penjaga kota telah berada di sana sembari mengulurkan tombak ke arahku.
"Ada apa ini?"
"Kami menangkapmu karena telah seenaknya mengambil uang di sungai kami, tolong ikut dengan kami."
Aku melirik ke arah ketiga temanku yang masing-masing dari mereka mengalihkan pandangan.
"Apa kalian mengenalnya?"
"Kami hanya diam di sini untuk melihat keindahan kota."
"Aku rasa kami akan pergi ke tempat lain."
"Mari coba pemandangan di sana."
"Dengan kata lain?"
Ketiganya menjawab secara serempak.
"Kami sama sekali tidak mengenalnya."
"Kalian?" teriakku.
__ADS_1
Aku dijebloskan ke dalam penjara dan harus menunggu pemberitahuan selanjutnya.
Kenapa hal seperti ini malah terjadi.