
Hari ini aku telah berjalan-jalan ke setiap toko di kota untuk mencari ide, ketika aku berhenti di depan salah satunya, aku bisa melihat bayanganku sendiri yang membawa tongkat serta berpakaian tidak jauh seperti biasanya.
Aku mengenakan topi bundar serta gaun berenda yang mempesona, untuk wajahku aku bisa dibilang cantik hanya saja itu terlalu cantik hingga seseorang akan menyangka bahwa aku semacam boneka hidup.
Bukan berarti aku menyombongkan diri, tapi begitulah fakta yang aku utarakan tentang diriku.
Aku memiliki darah bangsawan juga, mungkin karena itulah aku terlihat seperti itu.
Bukannya aku senang hanya saja dengan penampilanku aku kerap dijadikan sebagai incaran kejahatan.
Dari dalam gang Elina keluar dengan elegan.
"Maaf membuatmu menunggu nona Cosetta, mereka benar-benar cukup banyak."
Ia mengeluarkan sapu tangan dari balik bajunya selagi mengelap darah yang menempel di wajahnya, di belakangnya aku bisa melihat puluhan orang terkapar tak berdaya. Yang kumaksud mereka semua mati.
Orang-orang itu?
"Silahkan nona."
Aku sama sekali tidak berfikir bahwa Elina hanyalah seorang pegawai biasa yang kau temui di mana pun kau berada.
Dia mungkin seorang pembunuh berdarah dingin atau sebagainya.
__ADS_1
"Tempat ini sering dikunjungi banyak gadis-gadis muda seperti Anda, jika mau kita bisa mengambil beberapa untuk nona."
"Kedengarannya bagus, tapi apa hal ini boleh kita lakukan?"
"Tidak masalah, kita datang hanya ingin tahu bagaimana setiap toko bekerja bukan, ketika kita tahu kita bisa menerapkannya di wilayah kumuh."
Mendengar kata kumuh semua orang serempak menjauh, pemilik toko memasang wajah jijik selagi menunjuk ke arahku.
"Jadi kalian berasal dari wilayah kumuh, cih.... pergilah dari sini, orang-orang seperti kalian hanya membuat tokoku jadi sepi."
"Hah, apa yang kau bilang."
Atmosfir yang diberikan Elina dalam sekejap berubah, dia selalu tenang bahkan saat dilecehkan Rider ia hanya tersenyum seolah itu bukan masalah tapi sekarang dia berubah jadi binatang liar.
"Kemana kau berani menunjuk hah?"
"Jika kau berani mengatakan hal kasar pada nona aku tidak segan membunuhmu, bahkan jika kalian hidup di sini aku sama sekali tidak peduli dengan hukum kalian."
"Hiiii."
"Hah?"
"Maafkan aku."
__ADS_1
Sebagai majikan yang pengertian aku segera menarik baju Elina.
"Lebih baik kita pergi, kita terlalu banyak menarik perhatian."
"Ah, maafkan aku."
Aku sempat berfikir apa aku harus memberikan tali pengikat atau apapun untuk mengendalikannya, aku rasa itu bukan ide yang baik.
Kami mencoba setiap makanan yang dijejalkan setiap jalan sampai sebuah ledakan menggema dari arah belakang kami. Itu berasal dari seorang pria yang secara sembarangan melemparkan bola api ke segala arah.
Ia mengenakan kain untuk menutup matanya juga.
Beberapa terkena bola api secara langsung membuat mereka terbakar, perlahan kulit mereka terkelupas kemudian menjadikannya tulang berulang sampai menjadi debu.
Elina segera menutup ruang di antara kami dengan sigap waspada.
"Siapa kau?"
"Aku dikenal sebagai tujuh kage, tujuanku datang kemari adalah untuk membunuh siapapun yang memiliki energi sihir di atas rata-rata, aku pikir gadis di belakangmu adalah salah satunya."
Aku mengintip dari belakang Elina.
"Mungkin kau salah, lihat aku hanya gadis biasa, bahkan aku juga berjalan harus dibantu dengan tongkat."
__ADS_1
"Kau bisa membohongiku tapi kami tidak akan terkecoh."
Aku melihat sekeliling dan di luar dugaan bahwa kami juga telah dikepung.