
Kekuatan Taurus cenderung merusak karenanya aku tidak membiarkannya melawan raja iblis atau kemungkinan dia sendiri yang malah menjadi raja iblis itu sendiri.
Tidak perlu waktu lama untuk melihat bahwa ketiganya telah tumbang, yang masih berdiri adalah Taurus yang memasang wajah lelah.
Aku merasa tidak enak padanya yang harus bertarung dengan alasan bodoh.
"Mereka kalah," ucap Claudia tidak percaya.
"Taurus kamu sudah bekerja keras, kamu bisa pergi untuk beristirahat."
"Sepertinya begitu, Onee-san pamit. Dadah 🖤."
Jelas sekali bahwa Taurus ingin langsung pergi, aku menggunakan sihir penyembuhan untuk mengobati ketiganya yang mengerang kesakitan.
Harley berkata ke arahku.
"Kau yakin bahwa yang barusan bukan ratu roh atau sebagainya?"
"Tentu tidak, dia hanya roh biasa."
"Sulit dipercaya."
Jelas sekali dua yang lainnya tampak kesal.
Fel berusaha mengalahkan Veronica namun dia tidak bisa mengalahkan Taurus.
Homura ingin bisa mengalahkanku tapi dia tidak bisa menang.
Perasaan itu yang menyelimuti keduanya.
Aku mengalihkan pandangan ke arah dwarf.
__ADS_1
"Maaf membuatmu harus menunggu."
"Tidak apa-apa, haha aku baru melihat pertarungan sedahsyat ini. Aku cukup terhibur jadi senjata seperti apa yang ingin kau buat."
Aku menyerahkan bentuk yang aku inginkan untuk kedua muridku.
Selama dua Minggu kami menunggu dan lalu setelah selesai kami meninggalkan pemukiman termasuk berpisah dengan party pahlawan selatan yang baru.
Untuk pemulihan Mosimosi cukup lama namun dia baik-baik saja. Fel cemberut di belakangku.
"Ayolah Fel, kau jangan marah lagi... jika kau sudah bertambah kuat kau bisa menantang Taurus lagi."
"Aku tidak marah tapi kesal."
Kesalmu sangat lama, teriakku dalam hati.
Di sisi lain Claudia asik memain-mainkan sabitnya untuk Cosetta dia memilih untuk tidak melakukannya lagipula senjata tersebut juga berfungsi untuk membantunya berjalan.
"Tuan Rider. Jalan ini?"
"Apa Anda sedang memikirkan soal akademi yang sebentar lagi pendaftarannya dibuka?"
"Iya, Claudia maupun Cosetta sangat perlu untuk memasukinya karena mereka telah tumbuh menjadi seorang gadis aku rasa mereka akan langsung ke akademi kelas atas.
"Tuan Rider ada satu hal yang ingin aku tanyakan. Apa Anda yakin akan melakukannya, Cosetta berniat untuk menghancurkan kerajaan ini padahal kerajaan masih memiliki konflik dengan kerajaan sebelah."
"Mau bagaimana lagi, ini semua kesalahan raja sekarang jadi dia harus menanggung apa yang dia perbuat.. jika soal kerajaan sebelah aku yang akan bertanggung jawab."
"Sayang sekali bahwa raja yang kita kenal sudah meninggal."
"Manusia hanya bisa berjuang untuk hidup tapi tidak mungkin bisa menghentikan kematian mereka, tentu aku dan kau sebuah pengecualian."
__ADS_1
Cosetta memotong.
"Sebenarnya apa yang sedang kalian bicarakan di sana, kita akan bermalam di sini tolong lakukan tugasnya."
Cosetta jelas terlahir untuk memerintah orang lain, walaupun dia sepertinya lupa bahwa harus melayaniku.
Kami tidur di dalam pohon yang berlubang kemudian kembali melanjutkan kembali, hal itu terus terulang sampai akhirnya kami telah sampai ditembok yang dimaksud lalu pergi ke kota terdekat.
Di sana aku langsung meminta untuk dipertemukan dengan Vira, hingga ia keluar untuk memeluk Claudia.
"Kenapa anakku jadi terlihat dewasa."
Aku menjelaskannya dan ibunya sendiri hanya menghela nafas panjang.
"Itu benar-benar ceroboh."
"Maafkan aku mama."
"Yah, paling tidak kalian selamat."
Di dalam ruangan yang diisi sofa serta meja kaca yang bertujuan memisahkan semua orang kami menikmati teh dan cemilan.
"Ngomong-ngomong soal akademi?"
"Soal akademi aku sudah melakukannya meskipun kurasa aku harus menyesuaikan beberapa perubahan, namun ada satu masalah hingga aku harus menambahkan persyaratan baru?"
"Apa itu?"
Selagi aku bisa melakukannya maka tidak masalah.
"Jadilah seorang pengajar juga di sana."
__ADS_1
"Hah?"
Aku terdiam membisu.