Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 65 : Iblis Dimensi


__ADS_3

Lima tahun tujuh bulan sebelum kekalahan raja iblis.


"Pemukiman Dwarf nya hilang!" aku berteriak demikian saat melihat area kosong di depanku.


Sementara aku berlutut Elina kecil telah menunjuk ke tempat lain, di sana api tengah membakar hutan dan hanya menunggu waktu bahwa semuanya akan lenyap.


"Kita harus mengatasinya tuan Udin."


"Akan lebih baik jika kita minta seseorang."


"Seseorang?"


"Lebih tepatnya roh."


Aku bangkit selagi mengulurkan tanganku, di depanku dari tempat yang tidak ada apa-apa tersebut gerbang berukiran banteng muncul lalu terbuka.


"Eh, di mana ini? Imutnya."


"Bukannya ini?"


Elina hendak berbicara namun ia lebih dulu disergap hingga seluruh kepalanya masuk ke dalam dadanya.


Yang melakukannya adalah roh bintang Taurus.


"Aku tidak bisa bernafas."


Kasihan juga dibiarkan begitu saja jadi aku menarik wanita tersebut.


"Tidak, biarkan Onee-san memeluknya lagi, Onee-san sayang anak-anak."


"Dasar sapi cabul."


"Aku tidak cabul tuan Udin, aku berjiwa penyayang... hey kamu, mau jadi adikku?"


Elina melirik ke arahku dan jelas sebaiknya dia menolaknya.


"Ia suka melecehkan siapapun yang dianggap adiknya, aku ingat di dunia roh Taurus adalah orang yang sering diwaspadai keberadaannya oleh semua orang."

__ADS_1


"Hueeeh, bukannya itu kejam... Onee-san hanya ingin menunjukan cintanya pada adik-adiknya."


Elina terlihat gemetaran.


"Lihat, kau membuatnya takut."


"Onee-san minta maaf."


"Kesampingkan hal itu, di sana terjadi kebakaran cobalah untuk memandamkannya."


"Owh, aku mengerti."


"Bisa turunkan Onee-san."


"Lebih cepat jika aku melemparkanmu ke sana."


Aku menggunakan penguatan tubuh kemudian melemparkannya seperti aku melempar sebuah bola ke langit.


"Iyaaaaaaaahhh...... Kejam sekali, tolong perlakukan Onee-san juga dengan lembut."


"Tuan Udin, barusan sangat berlebihan."


"Dia tidak akan mati meskipun jatuh dari ketinggian ratusan meter."


"Bukan itu masalahnya."


Suara tawa memotong obrolan kami.


"Awokawok, wadidaw kau baru saja mengusir roh menyebalkan.. kini akhirnya aku bisa keluar juga."


"Tertawanya jelek," ucap Elina memicingkan mata.


Dari atas langit sosok iblis pria dengan sepatu high heel muncul.


"Apa-apaan dengan iblis crossing ini."


"Siapa yang kau bilang iblis crossing, e'ke adalah iblis kuat yang telah memakan manusia lebih dari ribuan, e'ke salah satu iblis tingkat atas."

__ADS_1


"Fire Bolt."


Aku mengirimkan bola api dan tidak terduga dia melompat seperti ubur-ubur.


"Oi, dengerin dulu gue, asal-asalan serang gitu apa lu tidak diajarin sama ortu lu sopan santun!"


"Aku tidak perlu mendengar perkataan iblis crossing."


"Sudah gue bilang gue ini iblis tingkat tinggi!"


"Bukannya barusan kau menggunakan e'ke."


"Gara-gara lu e'ke jadi lupa."


Dia berdeham sekali.


"Lupakan hal barusan, sekarang pasukan iblis telah semakin kuat dan banyak, hanya menunggu waktu lama manusia akan menjadi hewan ternak iblis, awokawok."


"Aku ingin menanyakan satu hal, apa kau yang melakukan hal ini pada Pemukiman Dwarf?" tanyaku demikian.


"Benar, e'ke adalah iblis yang menguasai dimensi, mereka telah terperangkap di dalam dunia yang e'ke buat bersama yang lainnya, mereka akan jadi peternakan pertama yang akan kami makan awokawok wadidaw."


Tanpa mengatakan apapun lagi aku telah muncul di depannya, menebaskan pedang hitamku yang mampu membelahnya jadi dua bagian.


Iblis tersebut tertawa lebar sebelum menghilang.


"Awokawok, kau tidak bisa membunuhku, e'ke kuat."


Elina mendekat.


"Apa yang terjadi tuan Udin?"


"Yang barusan bukan tubuh aslinya, yang asli ada di dimensi miliknya."


"Kalau begitu itu sangat sulit."


Dari atas langit iblis barusan kembali bermunculan, jumlah mereka tidak hanya satu melainkan puluhan.

__ADS_1


__ADS_2