
Peningkatan Fisik +1.200 %
Peningkatan Mental +1.500%
Peningkatan Speed +2.000 %
Peningkatan Keberuntungan +1.800 %
Peningkatan Intimidasi Bos Berduit +1 %
Ugh.. aku jelas jadi monster cheat tingkat dewa. Namun intimindasi Bos Berduit ningkatnya cuma dikit, pasti karena aku tidak berada di area ruangan kantor, jika di kantor efeknya pasti mantap.
Peningkatan Kemiskinan +100%
Kemiskinan nggak usah ditingkatkan, nih sistem ngajak gelut.
Secara frustasi iblis di depanku menyerangku, dia jelas merasakan kejanggalan terhadapku.
"Tic, Tac, Doom."
Setiap serangannya seperti serangan anak kecil yang bahkan tidak sampai padaku, ada medan pelindung yang mampu memotongnya sebelum mengenaiku. Setelah puas pada akhirnya dia mundur ke belakang.
"Bakana? Omae wa dare ?"
"Ore wa Naruto no jutsu... rasenggan!"
"Nani?"
Yah, meskipun aku bilang begitu, aku hanya mengalahkan iblis di depanku dengan tebasan kilat hingga tubuhnya terpotong-potong lalu membusuk begitu saja .
Belakangan ini aku terlalu banyak berparodi.
Tiba-tiba cahaya menelan keberadaan semua orang dan yang aku tahu, aku telah berada bersama para dwarf serta tahanan manusia lainnya di luar dimensi.
Rumah mereka juga kembali.
__ADS_1
"Kita keluar."
Sagittarius yang menggendong Elina muncul bersamaan Taurus yang basah kuyup.
"Onee-san basah."
"Bukannya kau selalu basah?"
"Basah ini dan basah itu beda."
"Beda apanya?"
"Elina kamu belum dewasa untuk mengetahuinya."
Sudah kuduga novel ini bakal jadi R-18. Tamat sudah aku sebagai peran utama bakal di penjara, sebelum itu terjadi.
Aku menarik kerah baju Taurus lalu melemparkannya ke arah gerbang miliknya yang muncul secara tiba-tiba.
Dia berteriak selagi menangis.
"Omae wa mou shindeiru," balasku demikian.
Aku melirik ke arah Sagittarius.
"Tunggu tuan, aku bisa melemparkan diriku sendiri.. omae wa mou shindeiru."
Dia terlihat seperti apa yang terjadi pada Taurus.
Koq bisa?
Hal itu masih sebuah misteri.
Seorang dwarf dengan kumis melintang mirip pedagang sate muncul.
"Wahai pahlawan terima kasih banyak telah menyelamatkan kami semua, hanya ucapan terima kasih tidak bisa menggambarkan apa yang kami rasakan, apa yang bisa kami bantu untuk Anda?"
__ADS_1
"Tidak usah sungkan pak tua, aku ingin membuat sebuah pedang dengan bahan Artel, bisa kau lakukan itu."
"Tuan Udin, bukannya sifatmu jadi kurang ajar."
"Wadidaw iblis tadi mungkin telah mempengaruhiku.. selamatkan dirimu Elina, aku mungkin akan menjadi iblis."
Dia memukul perutku.
"Tolong jangan bercanda, Anda belakangan ini terlalu banyak bercanda."
"Ba-baik," kataku berlinang air mata.
"Di tempat ini hanya ada satu orang yang mampu mengolah Bijih Artel menjadi senjata kebetulan dia sedang keluar."
"Bilang saja, tolong buatkan pedang ini."
Aku memberikan sebuah gambar dari pedang yang ingin aku pesan bersama bahan bakunya.
"Tiga bulan lagi kami akan mengambilnya, tentu kami akan membayar dengan harga normal. Tolong sampaikan hal itu jika ia kembali."
"Baik."
Dan begitulah aku dan Elina meninggalkan Pemukiman Dwarf.
Selagi mengenang masa lalu layaknya flash back, kini Taurus mengahadapi Harley, Homura dan juga Fel secara bersamaan.
Mereka masing-masing bergerak secara cepat, hampir tidak terlihat dan setiap berbenturan, tanah hancur menjadi berkeping-keping serta pepohonan yang berhamburan mulai berjatuhan seperti terkena badai.
"Taurus benar-benar kuat, jika dia bisa seperti itu, kenapa Rider tidak memintanya saja dari awal untuk menghadapi raja iblis? Sementara dirimu tidur di rumah."
"Aku tidak sejahat dirimu Cosetta."
"Itu bukan tindakan jahat, itu pintar."
Orang ini memang jahat sampai ke tulang-tulangnya.
__ADS_1