
Aku memikirkan apa yang terbaik saat ini, putri Vira mungkin akan mengejutkan para bangsawan nantinya jika dia tiba-tiba menjadi lebih kuat, terlebih aku perlu seseorang untuk mengimbangi kekuatan Cosetta, mereka bisa menjadi Rival maupun teman di waktu bersamaan.
Tapi menerimanya dengan mudah, bukanlah gayaku jadi mari buat sesuatu yang mampu menyerang balik orang ini.
"Aku akan menerimanya dengan tiga persyaratan yang aku inginkan."
"Mungkinkah kau ingin tidur denganku, tolong lakukan itu di tempat sepi."
Aku memasang wajah datar.
"Seharusnya tunjukan lebih ekspresi padaku, aku ini kurang dapat perhatian kau tahu."
"Yang aku inginkan adalah."
"Kau tidak mendengarnya."
"Tolong lepaskan semua orang dipenjara termasuk kejahatannya, apa apaan dengan larangan mengambil makanan tidak boleh lebih dari tiga detik."
Hal ini untuk membuat kami bebas juga.
"Bukannya jika selama itu kuman sudah menempel pada makanan, aku takut dia terkena penyakit menular yang nantinya menyebar ke penduduk yang lain."
Fel berdeham.
"Aku minta maaf untuk menyela, tapi seberapa detik waktunya, makanan itu tetap akan memberikan penyakit. Kamu tidak seharusnya memakan makanan yang jatuh ke tanah."
"Apa?"
Vira terkejut.
"Yah itu pengetahuan umum di ibukota," tambah Elina juga.
__ADS_1
"Jadi selama ini aku salah."
Aku sekarang mengkhawatirkan masa depan dari kota ini, dari awal dia harusnya melarangnya dengan 'dilarang mengambil makanan apapun yang jatuh ke tanah.'
"Meski aku mengabulkannya, beberapa orang melakukan kejahatan serius, si tukang maling jemuran dan si penyibak rok legendaris."
Kejahatan seriusnya cuma itu.
"Sepertinya aku baru mendengar si penyibak rok legendaris?"
"Kau tidak mengetahuinya, orang itu telah menyibak rok bangsawan hingga jumlahnya tak terhitung, bagi bangsawan itu merupakan hal memalukan untuk menunjukkan bagian bawahmu di depan publik."
Sudah kukatakan kenapa orang itu masih hidup, bukannya harusnya digantung saja.
"Apa mengangkat rokmu itu hal memalukan?" tanya Cosetta.
Orang ini nggak waras jadi nggak usah didengarkan.
"Kau bisa mengganti hukumannya dengan pengusiran saja."
"Hey, kalian belum menjawab pertanyaanku yang barusan."
Tidak ada yang mau menjawabnya karena semua orang tidak harus melakukannya.
"Yang kedua aku ingin punya uang banyak dalam perjalanan ini, tolong berikan itu."
"Tuan Rider Anda terdengar seperti penjahat sekarang."
"Uang bukan masalah tapi aku hanya akan memberikannya pada orang yang bekerja, kau tahu... jika tidak bekerja aku hanya akan memberikanmu satu koin tembaga, ngomong-ngomong uang yang kau ambil di sungai sudah disumbangkan."
Aku terduduk di lantai.
__ADS_1
"Begini saja, aku akan menyepakatinya dengan kalian membunuh monster di sekitar kota, aku akan membayar dua kali lipat dari quest yang diberikan guild."
"Sial ternyata kau kaya juga."
"Tentu saja."
Vira melemparkan koin ke samping dan aku segera menangkapnya dengan tanganku.
"Kami akan melakukan hal itu."
"Bagus, dan yang terakhir, apa yang kau inginkan?"
"Jika aku kembali dari selatan izinkan Cosetta ataupun putrimu kembali ke akademi."
"Heh, kau ingin memintaku untuk membayar biayanya juga."
"Kau tahu aku ini hanya seorang pengangguran aku tidak mungkin bisa membiayainya."
"Di luar dugaan kau begitu peduli pada muridmu."
"Aku tidak mau mengatakannya tapi gadis ini mungkin saja akan melakukan perubahan besar di kerajaan ini."
"Guru aku tiba-tiba jatuh cinta padamu."
"Jangan menggangu perkataan kerenku barusan."
Vira tersenyum.
"Akademi sihir itu merupakan sekolah elit, kenapa kau begitu ingin memasukannya di sana dan juga apa menurutmu aku bisa melakukannya?"
"Bukannya kau sudah dipromosikan jadi bangsawan Viscount karena kasus di keluarga itu."
__ADS_1
"Heh, kau tahu banyak soal itu."
Yang dibutuhkan Cosetta untuk menjadi bangsawan adalah mencoba bergaul dengan mereka. Hanya prestasi sebagai petualang itu tidak akan cukup untuk membuatnya berdiri di puncak.