Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 66 : Roh Bintang Sagittarius


__ADS_3

Semakin banyak yang dibunuh semakin banyak pula mereka bermunculan, satu hal yang harus aku prioritaskan adalah keselamatan Elina.


Aku melompat di dahan pohon sambil menggendong Elina, dan saat itu meledak oleh api, aku telah melompat ke tempat lain.


Jika begini tidak akan ada habisnya.


Aku memunculkan gerbang roh dan di sana yang keluar adalah Sagittarius. Ia memiliki penampilan seperti manusia dengan pakaian serba hijau dengan topi segitiga di atas kepalanya untuk menutup rambut hijaunya yang sebahu, dalam waktu singkat ia segera menarik busur di belakangnya lalu menembakan panah untuk menghabisi iblis yang mengejar.


"Tuan Udin?"


"Tidak ada waktu menjelaskannya, bisakah kau melindungi gadis ini."


"Tentu."


Sagittarius memiliki mata yang tajam serta kemampuan baik dalam memanah maupun menghindari musuh, dia ahli juga bersembunyi.


"Tunggu, bukannya di sana itu Taurus, pantatnya terbakar oleh api tuh."


Itu salahku, tapi ayolah dia akan baik-baik saja.


"Onee-san terbakar, di mana airnya? Di sana ada bendungan, tak hancurkan saja."


Elina kagum dengan kekuatannya.


"Kamu bisa melihat sejauh itu."


"Tentu saja, aku adalah Sagittarius aku memiliki kekuatan luar biasa, tidak ada yang lewat dari penglihatanku."


Hal yang bagus untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi namun asal jangan berlebihan.

__ADS_1


"Aku serahkan padamu."


"Baik tuan Udin."


Dia mengendong Elina lalu berlari ke jalan yang berbeda dariku. Dibandingkan aku para duplikat ini lebih mengutamakan mereka.


Aku menebas udara tepat saat sebuah retakan muncul aku melompat ke dalamnya dan jatuh di dalam ruangan yang kosong tanpa apapun. Di sana ada beberapa kurungan besar yang di dalamnya ada rumah termasuk beberapa penduduk.


Iblis yang aku lihat menyemburkan air dari mulutnya.


"Bagaimana kau bisa masuk ke dalam sini?"


"Hal seperti ini bukan hal sulit, sebaiknya kau terima kematianmu."


"Kau pikir bisa mengalahkan e'ke, e'ke iblis terkuat."


Dia melompat padaku selagi berteriak.


Aku melompat menghindari dan kakinya itu meledakan lantai putih ini.


"Seharusnya kau menerima serangan e'ke, dengan begitu kematianmu tidak akan sakit."


"Banyak bacot, majulah."


"Lu yang bilang."


Sekarang sepatu high heelnya terbakar dan sekarang ia menggunakan tendangan berputar.


"Ayo, ayo, bukannya kau harus menyerang juga."

__ADS_1


Aku menebas dan dia mampu menahannya dengan menaikan satu kakinya di atas wajahnya dan berdiri dengan satu kaki.


Itu hebat tapi terlihat menjijikan.


"Spiral High Heel."


Aku melompat saat kaki itu dijatuhkan, menciptakan ledakan luar biasa, dari debu yang menyeruak ke udara dia mulai menggunakan jurus-jurus aneh.


"Tik, Tak, Doom."


Dentrang, dentrang.


Sudah high heelnya diselimuti api ada pisau kecil juga yang tersembunyi.


"Devi Art High Hell, Shooting High Heel... Tornado High Heel."


Rentetan serangan tak berujung itu telah aku tangkis sebaik mungkin, ketika aku mengirimkan tendangan dia bersalto untuk menjaga jarak.


"Ini pertama kalinya ada manusia yang lebih hebat dari pahlawan Fel."


"Sepertinya iblis sangat mewaspadainya?" kataku.


"Tentu saja dia membawa pedang suci serta bersama rekan-rekan yang kuat, e'ke juga akan berfikir dua kali untuk bertarung dengannya."


"Apakah begitu."


"Kenapa kau tertawa.. apa kau sudah jadi gila awokawok."


Aku memperbaiki postur tubuhku dan lalu menghentikan nafasku yang tersengal-sengal.

__ADS_1


Melihat perubahan itu iblis di depanku memasang wajah gelisah, keringat membasahi pipinya.


"Aku hanya akan mengatakannya satu kali, orang yang akan membunuh raja iblis kalian adalah aku, tuan Udin yang mengagumkan ini."


__ADS_2