Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 82 : Terjebak Loli Kembali


__ADS_3

Gerbang Roh Bintang untuk memanggil roh, gerbang Celestrial untuk memanggil malaikat sementara gerbang Solomon untuk memanggil monster.


Tiga gerbang ini merupakan gerbang terkuat.


Aku mendekat ke arah Fel, yang mengejutkan bahwa dia secara tiba-tiba mengayunkan pedangnya yang aku tahan dengan pedang hitam milikku.


Seluruh area hancur kecuali aku.


"Apa kau berniat menyerang kawanmu juga?"


"Aku cuma ingin menguji saja."


Jika aku lengah aku akan mati. Tubuh Fel dan Lufiel berpisah.


Lufiel sendiri terbang di sekitarku menilaiku.


"Berhentilah mondar-mandir di dekat orang," kataku demikian.


"Kamu terlihat enak."


"Ini sudah kedua kalinya orang bilang begitu, ngomong-ngomong terima kasih sudah membantu."


"Ini demi Fel juga, aku akan selalu membantunya... kalau begitu aku ingin merawat kukuku kembali, sampai nanti lain kali panggil aku lagi dadah."


Fel melambaikan tangan padanya yang lenyap begitu saja.


"Ada apa Rider?"


"Kau sangat kuat."


"Sudah jelas, aku ini pahlawan."


Tak lama kemudian semua muridku mendekat, Cosetta dan Claudia memelukku.


"Guru aku berhasil mengalahkan mereka."

__ADS_1


"Yokai tidak ada apa-apanya untukku, cepat puji aku."


Kedua orang ini sangat manja.


Aku mengelus rambut keduanya, Elina juga baru muncul dan melaporkan bahwa semuanya telah diatasi.


"Kerja bagus, dengan begitu aku bisa berhenti jadi guru sekarang."


"Eh, kenapa begitu?"


"Dari awal aku hanya ingin membantu kalian berdua untuk mendapatkan pembelajaran dengan baik, aku akan kembali ke kota Labirin dan kalian tetap di sini."


"Itu tidak adil, kami harus berpisah denganmu selama 4 tahun."


"Benar guru, kami tidak mau."


"Dari awal ini harus dilakukan.. selama itu kalian sudah bisa menjaga diri kalian."


"Elina akan tetap di sini sebagai pengawal kalian sedangkan Fel akan jadi guru yang mengantikanku."


Dia mengangguk mengiyakan.


Dengan ini aku bisa kembali ke rutinitasku sebagai pengangguran.


"Ketika kami keluar akademi, kami akan jauh lebih kuat."


"Aku juga guru."


Aku akan menantikannya.


Tentu saja aku tidak bohong tentang itu namun aku lebih menantikan waktu bersantaiku.


Beberapa hari berikutnya aku telah berpamitan dengan semua orang.


"Jaga diri kalian."

__ADS_1


Kelas bermasalah akan dibubarkan dan kini semua orang akan menerima pembelajarannya dengan baik.


Beberapa Minggu berikutnya.


Aku berbaring di kursi panjang selagi menikmati langit cerah penuh awan sampai seorang gadis muncul dan berdiri di dekatku.


Dia adalah putri yang mengelola tempat ini menggantikan bangsawan Viscount yang bermasalah.


"Kau lagi, sudah kubilang aku tidak tertarik dengan yang kau tawarkan. Aku tidak ingin bekerja."


"Meskipun aku seorang putri?"


"Benar."


"Aku akan siap memberikan kesucianku jika kamu mau melakukannya."


"Lupakan soal itu, aku bukan pria brengsek.. aku hanya ingin menjalani kehidupan normal."


Dia tersenyum.


"Cosetta berniat untuk menggulingkan kerajaan ini, bayangkan jika kerajaan tahu dan mulai memburunya."


"Kau?"


"Tapi bukan itu yang ingin aku lakukan, meski dia ingin melakukannya aku tidak peduli, aku sudah tahu kenapa dia mencoba melakukannya.. hanya saja saat ini aku perlu bantuanmu tuan Rider, atau aku bilang pahlawan yang tidak diketahui siapapun."


Aku selalu berfikir bahwa putri ini adalah orang bodoh namun di luar dugaan dia lebih pintar dari yang terlihat.


"Jadi apa yang ingin aku lakukan untukmu?"


"Jadilah pengawalku dan gagalkan upacara pernikahanku."


Aku mendesah pelan, sepertinya aku selalu terlibat masalah sekarang.


Keluar dari mulut singa dan kini masuk ke mulut buaya, hanya saja dalam kasus ini mereka semua Loli.

__ADS_1


__ADS_2