
Setelah aku mengalahkan semuanya Fel muncul di belakangku.
"Untuk seorang petualang tingkat bawah, kekuatanmu jelas lebih dari itu."
"Sebuah kehormatan jika nona pahlawan mau memujiku."
Menimpali gaya sarkasku Fel hanya tersenyum kecil.
"Kulihat kau tidak terlalu menggunakan pedang sucimu?"
"Soal ini, pedang ini hanya tiruan saja pedang asliku sebelumnya dibawa lari oleh seekor naga dan kini aku tengah mencarinya juga."
Seekor naga?
Aku memikirkannya sesaat dan merasa bahwa aku tahu di mana keberadaan pedang miliknya.
Benar, aku sudah menjualnya.
Apa ketika dia tahu, dia akan membunuhku?
Semoga saja dia tidak berniat mencariku nantinya.
Aku bertanya ke arahnya dengan pertanyaan lain.
"Apa tujuan kalian sampai datang kemari?"
"Kami hanya ingin menjadi lebih kuat, beberapa waktu tiba-tiba saja pasukan raja iblis mulai melemah, aku pikir ada seseorang yang telah membunuh banyak komandan raja iblis tanpa sepengetahuan siapapun."
"Heh begitu... pasti orang itu sangat kuat."
Aku mengambil pisau untuk mengambil beberapa bagian tubuh monster yang bisa dijual dengan harga tinggi sebelum melanjutkan.
"Berkatnya mungkin era di mana manusia bisa hidup damai akan tercipta."
"Begitulah."
__ADS_1
"Di sini sudah selesaikan lebih baik kita kembali dengan yang lainnya dan mulai melanjutkan perjalanan... ada apa?"
"Aku hanya penasaran mungkinkah orang yang banyak membunuh iblis adalah kau?"
"Aku ini tidak lebih kuat darimu loh."
Untuk sekarang aku bisa menutupinya.
Kami terus bergerak semakin jauh, ketika party pahlawan bertarung aku hanya berpura-pura menjadi orang yang lemah, setelah berhasil ke lantai dasar dan kembali ke guild kami mengadakan pesta besar.
"Bersulang."
"Bersulang."
"Siapa sangka di dalam dungeon itu banyak sekali harta karun hahaha kita kaya raya," teriak Gustav.
"Sebagiannya harus kita sumbangkan," tambah Irena.
Dan semua orang jelas sepakat.
"Kemana kau pergi?" Fel secara terduga bertanya demikian.
"Entahlah, yang jelas kemana arah angin berembus."
Aku baru mengatakan hal memalukan tapi aku tidak menyesalinya.
Satu tahun sebelum kekalahan raja iblis.
Aku telah mengalahkan banyak komandan iblis dengan jumlah tak terhitung lagi, di dalam kota yang terbakar hebat aku berdiri dengan pedang di tanganku.
Aku menyadari bahwa iblis-iblis dari wilayah selatan telah memasuki wilayah Utara, jumlah mereka menjadi berlipat-lipat ganda.
Di sebelahku pria yang telah kehilangan satu matanya dan satu tangan berkata.
"Kenapa bisa begini harusnya iblis sudah hancur."
__ADS_1
"Sepertinya akibat Fel yang menyerang mereka, iblis-iblis ini melarikan diri ke Utara."
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Aku akan membuat tembok yang membagi dua benua ini tapi setelah itu aku akan menggunakan seluruh gerbang roh bintang untuk menahan perbatasannya."
Dua belas gerbang roh bintang muncul di depanku.
"Bukannya itu mustahil?"
"Tidak, aku memiliki kemampuan untuk melakukannya... aku bisa mengerjakannya selama satu tahun, hanya saja tolong rahasiakan ini untuk siapapun. Anggap saja kalau terjadi wabah di selatan dan para penyihir membentuk tembok agar wabahnya tidak menyebar."
"Tapi kalau begitu, Anda akan dilupakan oleh sejarah."
"Tidak masalah, dari awal aku tidak berniat menuliskan namaku di sejarah ini.. yang terpenting bahwa kelompok pahlawan tidak akan disalahkan karena ini dan ia akan terus menjadi harapan semua orang bahkan sampai ke generasi selanjutnya."
"Tuan, meski tidak ada siapapun yang tahu.. biarkan aku yang tahu kebenarannya, siapa nama Anda?"
"Namaku Udin."
Sejak itulah benua ini terbelah jadi dua bagian, dan setelahnya aku pergi untuk menaklukkan raja iblis. Aku dengan Diablos bertarung sangat sengit hingga pada akhirnya entah aku dan dirinya telah mencapai kesimpulan bahwa aku pemenangnya.
Di bawah kakiku Diablos telah kehilangan setengah badannya termasuk tangannya.
"Meski aku kalah apa menurutmu dunia akan damai."
"Paling tidak untuk 1000 tahun ke depan akan damai, meski demikian aku akan menyerahkan kedamaian ini untuk dijaga generasi berikutnya."
"Kukira kau tidak akan mengatakan sejauh itu."
"Jika suatu hari aku terpaksa untuk mengangkat seseorang murid maka dialah yang akan menyelamatkan dunia ini."
"Jadi begitu, dari awal aku memang tidak akan menang melawanmu," bersamaan pernyataan tersebut, raja iblis telah mati seutuhnya, fakta bahwa tubuhnya tidak hancur adalah karena dia merupakan manusia.
Karena kebencian terhadap dunia ini dia bersekongkol dengan iblis hingga sampai sejauh ini. Yang bisa aku katakan hanyalah beristirahatlah dengan tenang.
__ADS_1