
"Cih bau iblis."
Salah satu Gemini mencengkeram kerah bajuku lalu melemparkanku ke semak-semak sebelum keduanya memasang wajah serius saat iblis keluar dari sana.
"Pantas saja aku mencium aroma yang memuakkan, ternyata datang dari dua gadis kecil."
"Berani sekali memanggil kami seperti itu, apa kau tahu siapa kami berdua?"
"Roh bintang Gemini, benar kah."
Yang muncul memang menyerupai manusia namun dia tidak memiliki mata dan hidung kecuali mulut saja.
Jelas sekali bahwa kerajaan ini telah dikuasai oleh Astrea, iblis ini tidak seperti berniat menyerang orang-orang di wilayah ini.
"Haha jadi begitu, lalu di mana tuan kalian?"
Gemini jelas tidak mengatakan soal tentangku padanya, mereka berdua segera berlari untuk menyerangnya.
Kedua kapak diayunkan dengan keras dari atas ke bawah yang secara langsung ditahan oleh tangan iblis tersebut
"Paling tidak aku tahu bahwa kalian ikut dengan rombongan tuan putri."
Gemini melompat di saat yang bersamaan.
"Kenapa ada iblis di tempat ini? Apa kau bekerja sama atau sebagainya."
__ADS_1
"Bisa dibilang begitu, kami sebenarnya diperintahkan oleh raja iblis yang baru untuk mengambil alih negara ini, namun tidak diduga pangeran ke-13 malah mengajukan dirinya untuk membantu, hingga akhirnya dibandingkan menghancurkan negara ini kami memanfaatkannya, akan lebih mudah untuk mengendalikannya demi menyerang kerajaan lain."
"Lalu di mana semua anggota kerajaan?"
"Jawabannya di sini, kami sudah memakan mereka... rasa bangsawan memang sangat enak."
Gemini hendak bergerak namun aku segera menghilangkan keduanya.
"Sial, kemana mereka pergi?" hanya suara samar-samar seperti itu yang aku dengar.
Di atas bukit di bawah matahari yang hendak tenggelam kedua gadis loli ini melirikku dengan wajah serius.
"Apa yang kau lakukan Udin?"
"Tenanglah kalian berdua, jika kalian merusaknya maka kita tidak akan tahu apa yang terjadi... aku ingin melakukan semuanya dengan terkendali."
"Jadi apa yang kau inginkan?"
"Pertama akan aku gunakan ini."
Aku mengulurkan tanganku dan gerbang lainnya dengan pola ikan muncul, dari dalam sana yang keluar adalah Aquarius.
Aquarius merupakan gadis duyung dengan rambut biru panjang. Ia bisa berenang di air dan di daratan.
"Ah, tuan Rider memanggil aku juga? Apa yang bisa aku bantu?"
__ADS_1
"Menyamarlah jadiku dan cobalah untuk menjadi pengawal tuan putri, lebih baik jika kamu membaca pikiranku saja."
"Aku mengerti... jadi begitu, kalau begitu aku akan segera melakukannya."
Seperti yang dikatakannya Aquarius berubah menyerupai tubuhku, kedua loli memepetnya selagi mengintip ke dalam celananya.
"Apa yang kalian lakukan?" Aquarius terlihat malu.
"Bentuknya sama persis."
"Benar sekali, imutnya."
"Tolong hentikan itu."
"Saat aku meniru seseorang aku akan meniru semuanya termasuk kepribadian, suara dan juga hal-hal detail lainnya seperti ini."
"Tolong jangan mengatakannya lebih dari itu."
Aku mengirim kembali Aquarius dalam wujudku ke kastil sementara kami bertiga memilih untuk berjalan-jalan di sekitar kota.
Kami membeli makanan selagi bertanya hal-hal ringan, semua penduduk tidak tahu apa yang terjadi soal anggota kerajaan lainnya mereka hanya tahu bahwa keluarga kerajaan hendak pergi ke luar dan tidak kembali setelahnya. Hanya ada pengumuman bahwa pangeran ke-13 dijadikan yang bertanggung jawab atas negara.
"Apa mereka sudah mati seperti apa yang dikatakan iblis itu?" tanya Gemini.
"Belum tentu, mari kita selidiki lebih jauh."
__ADS_1
"Itu memang jalan satu-satunya untuk dilakukan."