
Sehari sebelum pemberontakan terjadi.
Darah menyembur dari mulut Veronica yang telah bertarung cukup lama dengan Fel, dia kembali mengirimkan kemampuannya untuk menggerakkan seseorang tanpa menyentuhnya namun sayangnya Fel lebih dulu melemparkan pedangnya dan itu menembus jantung Veronica hingga ia tertahan di dinding dengan darah menetes ke lantai.
"Padahal sedikit lagi aku pasti bisa menjadi penguasa dunia ini."
Itulah perkataan terakhir Veronica sebelum tubuhnya membusuk menjadi tulang berulang sebelum hancur menjadi debu.
Elina mendekat.
"Raja berikutnya harus segera dilantik dan secepatnya memberikan surat perdamaian ke kerajaan Hermione."
"Soal itu kurasa bukan sesuatu yang sulit dilakukan, tapi aneh sekali aku kira gerbang Solomon ada di tangan Veronica."
"Sebenarnya itu ada di tanganku."
Fel memiringkan kepala ke arah Elina dan berkata.
"Dengan kata lain seharunya kamu yang menjadi raja iblis."
"Aku tidak terlalu menginginkannya, mari anggap di dunia ini tidak ada lagi raja iblis."
Saat pemakai gerbang Solomon mati (Raja iblis Diablos) gerbangnya akan secara otomatis berpindah tempat secara acak kepada iblis terkuat, mengejutkan bahwa sekarang ada di tangan Elina.
Fel mendesah pelan lalu bersamanya keluar dari istana.
***
Aku berjalan di sekitar desa bersama Virgo yang mengendong putri kami Yue, awalnya ini hanya tanah kosong tapi sekarang telah dipenuhi orang-orang yang bergotong royong untuk membangun rumah mereka.
Beberapa sudah selesai khususnya tempat yang kini aku kunjungi yaitu sebuah guild yang telah sepenuhnya di kelola oleh guild master Rika.
"Kalian datang untuk melihat."
"Hmm, tempatnya kosong sekali."
"Ini hanya permulaan beberapa tahun aku yakin akan ramai."
Beberapa kelompok anak-anak mulai bermunculan selagi melaporkan pekerjaan mereka.
__ADS_1
"Ini bayaran kalian."
Guild ini hanya diisi oleh anak-anak, jika diperhatikan lembaran misinya juga hanya sebatas melawan slime dan mengumpulkan tanaman herbal.
"Lain kali kami akan bawa lebih banyak... dadah."
"Jangan terlalu memaksakan diri."
Aku pikir itu akan baik-baik saja.
"Apa kalian mau makan, akan kubuatkan sesuatu dari sayuran yang kalian berikan padaku."
Aku dan Virgo memilih menerima kebaikannya. Yang ia hidangkan hanya salad dengan saos mayones dan beberapa bumbu penyedap.
"Bagaimana?" tanya Rika.
"Enak, menurutmu Virgo?"
"Aku suka, apa sebaiknya aku membuat yang sama juga."
"Itu bukan ide bagus, aku tidak mau makan sayuran setiap hari."
Rika memotong.
"Sesekali tidak masalah, aku juga makan daging koq."
"Begitu."
Syukurlah bahwa Rika cepat mengerti dengan apa yang aku katakan, jika ia bilang dia makan sayuran setiap hari tidak aneh Virgo akan melakukan hal sama, dia masih belajar untuk terlihat seperti manusia sesungguhnya.
"Oh benar, ini pendaftaran guild sebaiknya tuan Rider juga bergabung?"
"Fufu usaha bagus tapi aku tetap akan jadi pengangguran."
"Lalu bagaimana kalian dapat uang?"
Virgo menyela.
"Kami masih merawat kebun dan aku memaksa suamiku untuk membantu dan menjual hasil panennya nanti."
__ADS_1
"Bukannya itu namanya bekerja?"
"Kamu salah paham, itu namanya membantu istri bukan bekerja."
"Ya ampun, hanya kali ini saja aku melihat ada seseorang yang sangat senang disebut pengangguran."
Tepat saat itu, dua orang telah muncul.
Mereka adalah Fel dan juga Elina.
"Kami mencari kalian."
"Fel, bukannya harusnya kamu sudah kembali ke selatan?"
"Setelah dipikir-pikir lebih baik tinggal di sini, lagipula di sini tidak ada orang yang tahu bahwa aku pahlawan."
"Tuan Rider?"
"Aku tahu Elina, kamu bisa tinggal bersama kami jadi pelayan lagi."
"Aku sangat bersemangat."
"Aku bersyukur bahwa dua gadis itu sudah tidak akan menggangguku lagi."
Aku tertawa sesaat sebelum membeku saat dua orang yang aku maksud muncul.
"Kalian berdua kenapa ada di sini juga?"
"Menjadi pemimpin kerajaan tidak cocok untukku jadi aku memilih untuk tinggal di sini sebagai penjual bunga," kata Cosetta.
"Jika ibuku pensiun baru aku pergi."
Keduanya menatapku dengan pandangan berbinar dan serempak berkata di saat bersamaan.
"Guru mohon bantuannya kembali."
Aku memasang wajah bermasalah, jelas sekali kedepannya hal merepotkan akan selalu terjadi. Meski begitu kurasa itu bukan sesuatu yang buruk juga.
Tamat.
__ADS_1