Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran

Penyihir Terkuat Di Dunia Menjadi Pengangguran
Chapter 24 : Memulai Perjalanan


__ADS_3

Aku mendapatkan uang 5.000 koin emas dari penjualan naga, naga sepertinya makhluk yang cukup mahal jika aku bisa berburu naga yang lebih besar aku rasa aku bisa lebih mendapatkan banyak uang.


"Udin sepertinya ada pedang yang menancap di tubuh naga ini, apa ini punyamu?" tanya guild master.


"Tidak, kalau begitu bisa tolong dijual juga pada bangsawan... sepertinya itu terlihat mahal."


"Ini sulit bagi guild, kau saja yang menjualnya."


"Baiklah."


Keesokan paginya aku mengikuti serangkaian tes yang diadakan oleh guild ini, aku menyadari telah menghancurkan banyak hal saat tes dilakukan khususnya bola kristal yang memberitahukan tingkat kekuatan mana seseorang.


Guild master bersujud dengan wajah menangis.


"Ini mengerikan, mari hilangkan soal uang pendaftaran dan tes bagi petualang baru."


Sejak itu guild menerapkan peraturan yang lebih mudah, aku sedikit bersalah tentang itu jadi kuputuskan untuk segera meninggalkan kota.


***


Aku menguap lebar saat melihat bagaimana Fel masih memainkan game konsolnya, sepertinya dia tidak tidur lagi malam ini.


"Kau baik-baik saja?"

__ADS_1


"Tak apa, elf tidak masalah untuk tidak tidur tiga hari tiga malam."


Ketika dia mengatakannya dia akhirnya tumbang, entah aku ataupun Fel kami berdua tidak terlalu ikut campur soal apa yang sedang dilakukan Cosetta. Karena sudah beberapa Minggu berlalu akan lebih baik aku memeriksanya juga.


Aku mengangkat tubuh Fel lalu membaringkannya di tempat tidur sebelum menyelimutinya.


Tubuhnya ringan dan mungil, siapapun tidak akan percaya bahwa selama hidupnya dia telah menyelamatkan nyawa orang tidak terhitung jumlahnya.


Dia orang bertubuh kecil namun berjiwa besar.


Aku ingat bahwa Fel selalu berpegian bersama rekannya dahulu sekali, sepertinya dia memutuskan untuk tidak merekrut orang lagi di sekitarnya.


Raja iblis sudah dikalahkan karena itu mungkin dia tidak terlalu harus bekerja keras, walau kini manusia tetap berperang siapapun yang menang tidak akan membuat manusia punah.


"Heh, kenapa bisa begini?"


Cosetta dan Elina muncul saat aku menanyakan hal demikian.


"Akhirnya kau keluar juga Rider, kau terus-menerus berada di rumah. Bagaimana tentang yang telah kuperbuat ini?"


"Sugoi... amazing, bagaimana bisa? Padahal aku yakin uangmu sangat terbatas."


"Aku mendapatkan bantuan dari putri yang telah menggantikan posisi Douglas, tidak kusangka dia benar-benar memberikannya banyak sekali."

__ADS_1


Aku berbisik ke arah Elina.


"Apa dia mengatakan hal sesungguhnya?"


"Sebenarnya seperti itu namun nona menantang putri Alicia untuk berjudi, taruhannya memutuskan seberapa besar dana yang akan diberikan pada nona."


"Aku sudah tidak terkejut lagi."


"Lebih dari itu pemukiman kumuh sudah tidak ada lagi dan peraturan sebelumnya telah dihilangkan, dengan begini semua orang bisa berpergian ke setiap kota yang mereka inginkan tanpa perlu takut lagi, kota labirin jadi sangat indah."


"Kenapa dia begitu senang?"


"Nona hanya terbawa suasana khususnya soal petualangannya yang segera bisa nona lakukan."


"Aku tidak tahu kenapa dia begitu mengharapkannya."


Seperti yang diputuskan sebelumnya kami telah bersiap di luar kota untuk memulai perjalanan. Kami akan ikut dengan rombongan pedagang untuk sampai di kota terdekat.


Tak hanya bisa menumpang kami juga dipekerjakan sebagai pengawal, perjalanan ini juga bisa menghasilkan pendapatan yang lumayan.


"Kita bisa jalan sekarang."


Mengikuti perkataan Fel, rombongan yang terdiri dari empat kereta mulai bergerak.

__ADS_1


__ADS_2