Perjalanan Hidup Jinan

Perjalanan Hidup Jinan
Bab. 106


__ADS_3

"Untuk saat ini baru itu saja yang saya pikirkan. Jika ada yang ingin Nyonya tambahkan atau Nyonya keberatan dengan keputusan saya ini, Anda bisa mengatakannya kepada saya tanpa sungkan. Selagi saya bisa, saya akan mengabulkannya."


Linda hanya diam mendengar perkataan Ardo yang sangat panjang itu. Menyerahkan semua saham yang dimilikinya padanya? Dia tahu bahwa Ardo bukanlah orang sembarangan dan pastinya pria itu tidak memiliki sedikit saham di perusahaan orang yang disebutkannya tadi, dan ia juga tahu bahwa Ardo melakukan itu semua karena ingin menebus kesalahannya. Tapi apa ia berhak menerima semua itu?


"Nyonya Linda?"


Linda masih diam saat Ardo memanggil namanya. Saat ini uang bukan lagi menjadi prioritas utamanya seperti saat dulu. Saat ini ia benar-benar tidak membutuhkan uang, perusahaan atau apapun itu. Ia sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi saat ini, dan tidak akan ada artinya lagi jika ia memiliki sebesar apapun kekayaan. Ia harus berpikir matang sebelum menerima atau menolak apa yang akan Ardo berikan padanya.


"Apakah benar kamu ingin bertanggung jawab atas kesalahanmu?" tanya Linda kepada Ardo.


"Nyonya, sekecil apapun kesalahanku, aku tetap akan bertanggung jawab."


"Baiklah jika kamu benar-benar ingin bertanggung jawab. Saya memiliki beberapa permintaan." Linda menjeda kalimatnya sejenak sedangkan Ardo dan Jinan masih setia menunggu apa yang akan Linda ucapkan. "Yang pertama, saya ingin kamu membuatkan sebuah perusahaan di Indonesia atas nama Ayla. Kamu harus mengelola perusahaan itu dan memberikannya pada Ayla saat Ayla besar nanti."


Ardo dan Jinan sedikit bingung, tapi mereka memilih untuk tetap mendengarkan dengan serius apa yang Linda utarakan tanpa menyelanya sedikitpun.


"Kedua, saya mau setiap hari kalian mengizinkan Ayla untuk menelepon saya dan membawanya bertemu dengan saya paling tidak 1 tahun dua kali. Dan yang terakhir, kamu harus berjanji pada saya untuk tidak membedakan antara Ayla dan anak-anakmu yang lain, karena jika itu sampai terjadi, saya benar-benar tidak akan memaafkan kamu."


Ardo dan Jinan saling pandang. Semuanya berkaitan dengan Ayla. Kenapa Linda meminta itu? Bukankah seharusnya wanita itu memikirkan dirinya sendiri yang kini hidup hanya seorang diri, karena tanpa dimintapun ia pasti akan memberikan yang terbaik untuk Ayla dan tidak akan membedakan semua anak-anaknya meski Ayla bukan anak kandungnya.


"Nyonya, Anda tidak perlu meminta hal itu karena aku pasti akan memberikan yang terbaik untuk Ayla. Meski Ayla bukan darah dagingku, tapi bagiku Ayla sama seperti Andy. Anak kandungku."

__ADS_1


Linda tersenyum haru. "Baiklah. Saya lega mendengarnya."


"Apa saya boleh meminta dua permintaan sebelum kalian pergi?" tanya Linda kemudian.


"Katakan saja," sahut Ardo.


"Saya ingin Ayla menginap di rumah saya malam ini. Saya ingin menghabiskan waktu bersamanya sebelum kalian kembali ke Turki."


Jinan dan Ardo saling pandang, kemudian mereka tersenyum kepada Linda. Tanpa menyahuti permintaan Linda, Jinan dan Ardo langsung menanyakan kepada Ayla apakah gadis kecil itu mau menginap di rumah oma-nya atau tidak. Bagaimanapun juga jika Ayla tidak menginginkannya maka mereka tidak akan membiarkan Ayla menginap di rumah Linda meskipun mereka mengizinkan. Mereka tidak ingin memaksa anak-anak mereka pada sesuatu yang tidak mereka inginkan karena itu akan sangat berisiko pada kesehatan anaknya sendiri.


Saat Ayla mengiyakan pertanyaan kedua orang tuanya, senyum Linda langsung merekah dengan sempurna. Untuk pertama kalinya ia akan menghabiskan malamnya bersama cucunya dan ia tidak akan menyia-nyiakan waktu ini karena ia tidak tahu kapan ia akan mendapatkan kesempatan itu lagi.


"Apa permintaan Anda yang kedua, Nyonya?" tanya Ardo.


"Saya ingin kalian memanggil saya dengan sebutan mama."


Karena permasalahan sudah beres dan setelah dipikir-pikir juga tidak ada salahnya memanggil Linda dengan sebutan mama, karena sebelum Jinan menikah dengan Romi pula ia sudah memanggil Linda dengan sebutan mama.


Linda senang mendengarnya karena meskipun anak dan suaminya sudah tidak ada, tapi setidaknya ia masih bisa merasakan memiliki seorang anak dengan Jinan yang memanggilnya mama. Tapi sangat disayangkan karema Ardo kurang berkenan dengan permintaan keduanya itu.


"Maaf sebelumnya, Nyonya. Saya pribadi benar-benar tidak bisa mengabulkan permintaan Anda yang kedua, Tapi jika Anda tidak keberatan, saya akan memanggil anda bibi."

__ADS_1


Linda tersenyum. Bibi? Itu tidak buruk, Linda menghargai itu karena ia yakin bahwa Ardo pasti memiliki alasannya sendiri kenapa tidak ingin memanggilnya dengan sebutan itu. Tidak masalah, pikirnya.


Tak lama dari itu Andy terbangun dan Jinan segera memandikan anaknya bersama Linda karena wanita itu sangat ingin melakukan hal yang sudah lama tidak ia lakukan semenjak ia mengetahui bahwa Romi berselingkuh dengan Aurel. Kini ia merasa benar-benar menjadi seorang nenek yang sedang sibuk membantu anak dan menantunya memandikan cucunya. Semoga saja rasa bahagia ini bukanlah sementara.


Setelah jam makan siang barulah mereka pergi bersama-sama ke kediaman Linda untuk mengantarkan Ayla yang akan menginap di sana. Jinan harap Ayla tidak rewel dan menyusahkan Linda, karena yang ia tahu Ayla tidak akan bisa tidur jika tidak dalam pelukannya.


Dan saat malam tiba ternyata harapan Jinan tidak terkabul, pukul sembilan malam Ayla menangis hampir setengah jam karena ingin bertemu mamanya. Gadis kecil itu terlihat sudah sangat mengantuk tapi tidak juga ingin memejamkan matanya. Semua itu karena Ayla ingin tidur dalam pelukan mamanya.


Linda sudah berusaha keras agar Ayla tidak menangis dan nyaman saat bersamanya, tapi usahanya sia-sia karena selama ini Ayla memang tidak pernah tinggal bersamanya dan selalu terbiasa bersama Jinan, dan itu normal menurutnya. Ia yang tidak tega melihat Ayla seperti itu lebih lama lagi akhirnya menelpon Jinan untuk segera ke rumahnya.


Semula Ardo mengatakan ingin menjemput Ayla pulang, tapi karena tidak tega dengan Linda yang terlihat bersedih, akhirnya Jinan memutuskan untuk ikut menginap di rumah Linda saja malam ini. Tidak lupa Ardo ikut menginap juga di sana karena ia tidak akan bisa tenang jika meninggalkan istri dan anaknya pergi begitu saja tanpa ada dirinya.


Ayla menghentikan tangisnya saat Jinan membawanya dalam gendongannya.


"Tidak apa-apa, Sayang. Mama di sini. Tidurlah, ini sudah malam."


Jinan mengayun tubuh kecil Ayla sembari bersolawat. Tak butuh waktu lama untuk Ayla tertidur karena anak itu sebelumnya juga sudah sangat mengantuk. Setelah Ayla tertidur, Jinan meletakkan Ayla di atas kasur. Ayla akan tidur bersama Linda dan ia harap Ayla tidak terbangun tengah malam nanti dan mencarinya karena itu akan mengganggu waktu tidur Linda.


    


******

__ADS_1


    


Btw tengkyu banget bagi yang sudah setia dengan PERJALANAN HIDUP JINAN sampai saat ini💕 Love u guys😘


__ADS_2