Perjalanan Hidup Jinan

Perjalanan Hidup Jinan
Bab. 87


__ADS_3

Indonesia, 18.40 PM.


Di sebuah mall yang ada di pusat kota Jakarta, malam ini kehebohan diciptakan oleh pasangan suami istri yang sedang bertengkar.


"Kamu benar-benar gila, Rom. Setelah Jinan dan anaknya yang kamu campakkan, apakah selanjutnya giliran aku dan Andre?"


"Kamu bisa tahan emosi kamu dulu tidak? Aku akan jelaskan semuanya di rumah, Rel. Tapi aku mohon, jangan di sini. Kita ini sekarang jadi bahan tontonan orang banyak," ujar Romi sembari melirik ke sekelilingnya yang terdapat banyak orang yang menatap ke arahnya dan Aurel.


"Kenapa? Kamu malu? Malu karena ketahuan selingkuh?" pekik Aurel dengan emosi.


Karena sudah sangat malu menjadi tontonan pengunjung mall, Romi meraih Andre yang sedang menangis di kaki Aurel, ia segera membawa anaknya itu pergi menjauhi kerumunan. Melihat hal itu, Aurel pun segera menyusul ke mana suaminya melangkah.


Hingga sampai di parkiran mall, tepatnya di samping mobil milik Romi, pria itu nenghentikan langkahnya dan memasukkan anaknya ke dalam mobil.


"Jangan keluar dulu ya, Sayang. Mama dan Papa mau bicara sebentar."


Setelah dipastikan jika Andre menuruti perkataannya, Romi membalikkan tubuhnya dan menunggu kedatangan Aurel yang ternyata baru saja keluar dari gedung mall.


"Mana Andre?" tanya Aurel masih dengan intonasi marahnya.


"Sayang, kamu dengar aku dulu ya–"


"Apa yang harus aku dengar? Berita perselingkuhanmu? Kamu mau memberitahuku bahwa kamu sudah lama berselingkuh dari aku? Iya hah?" bentak Aurel di akhir kalimatnya.


"Sayang, jangan marah. Aku ngelakuin ini semua demi kamu. Demi Andre. Demi keluarga kecil kita."


Aurel mengernyitkan keningnya. "Jadi benar, bahwa wanita tadi itu selingkuhan kamu?" Aurel menggelengkan kepalanya tak percaya. "Sinting kamu ya, Rom. Brengsek!"


Aurel menampar pipi kiri Romi, lalu ia memukul tubuh pria itu dengan sangat kesal. Ia tidak menyangka jika suaminya itu berani berselingkuh darinya. Ia tidak menyangka jika kejadian saat bersama Jinan akan terulang kembali. Kejadian saat di mana Romi yang diam-diam menikah dengan Jinan saat dirinya sudah hamil besar.

__ADS_1


Tunggu dulu.


Menikah? Apakah Romi sudah menikah dengan wanita s3xi itu? Wanita yang dilihatnya sedang berpelukan dengan Romi saat di toko baju tadi. Sepertinya ia harus bertanya sedetail mungkin mengenai status wanita tadi bagi suaminya.


"Apa kamu sudah menikah dengan wanita itu? Apa kejadian beberapa tahun lalu kini terjadi padaku, Mas? Apa semua wanita–"


"Sayang, please. Jangn bicara sembaranga," potong Romi disela perkataan Aurel sambil memegang kedua lengan wanita itu.


"Bukankah aku sudah pernah berjanji dengan kamu bahwa aku tidak akan pernah menikah lagi setelah kita menikah. Dan aku menepati janjiku, Sayang. Aku dan Angel tidak akan pernah menikah. Kami hanya ..." Romi menjeda kalimatnya dengan ragu.


"Hanya apa?" tanya Aurel penasaran. "Hanya teman sekamar saja? Iya?" pekik Aurel geram.


"Sayang, aku ... aku bisa jelaskan."


Aurel menggelengkan kepalanya sembari tangan kanannya menutupi mulutnya yang terbuka karena terkejut akan sahutan suaminya itu yang tidak membantah tuduhannya. Ia jadi berpikir keras tentang apakah benar bahwa suaminya itu sudah tidur berdua dengan wanita itu?


Sesampai di rumah kontrakannya, Aurel langsung saja membawa masuk Andre ke kamarnya. Ia bahkan tidak lagi menegur Linda yang sedang duduk menonton tv di ruang tamu karena masih emosi dengan suaminya.


Di dalam kamar, bukannya tenang, Aurel justru semakin pusing karena Andre yang mulai menangis dan menanyakan keberadaan papanya.  Ia yang tidak ingin melampiaskan kemarahannya pada anak lelakinya itu kini hanya bisa memeluk tubuh Andre sembari mengusap punggung serta kepala belakangnya saja dengan sayang. Ia harus menurunkan kadar emosinya untuk saat ini agar tidak terjadi sesuatu yang tidak ia harapkan.


Tookk ... tookk ...


"Sayang."


Aurel menoleh ke arah pintu dengan diamnya tanpa berniat untuk membuka pintu tersebut. Namun saat Andre mengenali suara tersebut dan meminta untuk bertemu papanya, dengan terpaksa Aurel membuka pintu tersebut.


Saat pintu terbuka, Andre langsung memeluk kaki jenjang Romi, sedangkan Aurel kembali masuk ke dalam kamar tanpa menyapa suaminya. Melihat hal itu, Romi segera masuk ke dalam kamar sembari menggendong anak lelakinya itu. Ia mendudukkan tubuhnya tepat disamping tubuh Aurel, lalu ia genggam tangan kanan wanita yang berada di atas pahanya. Awalnya Aurel terus berontak, ingin melepaskan genggaman tangan Romi, namun karena Romi terus menahannya akhirnya ia pasrah saja dengan apa yang suaminya itu lakukan.


"Maafkan aku," seru Romi pelan.

__ADS_1


Aurel tak menanggapi permintaan maaf Romi, ia hanya diam sembari menghela nafasnya menahan sesak di dada dikarenakan suaminya itu telah berselingkuh darinya.


"Sayang."


Aurel masih tak menanggapi, ia masih setia dengan diamnya.


"Sayang, aku ngelakuin ini semua demi keliarga kecil kita. Demi Andre. Demi kamu juga. Aku nggak bermaksud untuk berselingkuh dari kamu. Aku bersumpah."


"Ka..."


Aurel tak melanjutkan kalimatnya, ia mengepalkan tangannya menahan kesal saat melihat Andre yang masih ada dalam rengkuhan suaminya. Tidak mungkin ia bertengkar dengan suaminya di saat anaknya ada di sana.


Romi yang mengerti hal itu lantas meminta anak lelakinya itu untuk keluar dari kamar dengan alasan bahwa ia dan Aurel ingin bicara. Saat Andre sudah keluar dari kamar, Romi menghadapkan tubuhnya ke arah samping kiri Aurel. Ia meraih kedua bahu istrinya untuk membuat posisi mereka berhadapan.


Romi menggenggam kedua telapak tangan Aurel. "Sayang. Aku bersumpah, aku hanya cinta sama kamu saja. Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan kamu di hatiku. Aku dan Angel–"


"Kamu sudah kelewatan, Mas," potong Aurel. "Kamu nggak inget atas apa yang kamu lakukan padaku dan Jinan? Apa kamu mau melakukan hal itu lagi? Berselingkuh di belakangku dan menikah dengan wanita itu karena wanita itu mengandung anakmu?"


Aurel terisak dalam emosinya. Kini ia tidak bisa lagi menahan sesak di dadanya saat menyadari bahwa Romi melakukan kesalahan yang sama dengan apa yang pernah mereka lakukan dulu.


"Sayang, Angel sudah memiliki calon suami. Aku tidak mungkin menikah dengannya. Kita bersama hanya sebagai partner saja. Aku membantunya untuk melampiaskan nafsunya, dan dia akan memberikan apa pun yang aku inginkan. Dengan begini kita bisa memperbaiki ekonomi kita yang sedang merosot ini."


   


******


   


Tengkyu banget bagi yang sudah setia bersama PERJALANAN HIDUP JINAN sampai saat ini💕 Maaf kalau belum bisa up rutin dan banyak karena masih sibuk di RL. Next story aja dipending😢

__ADS_1


__ADS_2