
Ini sudah seminggu semenjak kepulangan Biena kembali menginjak kota kelahiran nya. Beberapa tempat yang Biena kunjungi, yaitu makam dan rumah orang tua nya. Ia sedikit merenung dan meminta maaf kerna baru sekarang mengunjungi makan.
Sekarang ia sudah kembali ke apartemen suaminya, bertemu lagi dengan pembantu di sini bernama Rose, dia masih bekerja asal kalian tau.
"Bie aku tinggal ke kantor dulu ya, ada keperluan mendadak" Pamit Ziano yang hanya di jawab dengan anggukan kepala saja.
Cup
Pria ini semakin sok romantis, kecup kening anak dan istri sebelum keluar sudah menjadi kebiasaan nya akhir akhir ini. Dan satu hal lagi yang harus kalian tau, Ziano memperkerjakan orang untuk terus membuntuti Biena kemanapun selain ke kamar tentunya kerna area itu adalah area privasi, ia terlampau takut istrinya kabur lagi.
Setelah Ziano hilang dari pandangan, Biena menatap orang yang berdiri di belakangnya dengan sinis.
"Berhenti mengikuti ku Gin, apa kau kurang kerjaan?"
Ya, orang yang di perintahkan Ziano adalah Gin. Bukan apa apa, hanya saja Ziano tidak percaya pada siapapun untuk mengawasi Biena, kalian tau kan kalau Biena itu cantik banget, sang suami posesif pun takut kalau orang lain berniat jahat pada istrinya.
Kalau Gin jangan di ragukan lagi, bahkan dia adalah orang yang paling senang jika pasangan favorit nya bersama, masih ingatkan dia rela mengikuti rencana jahat Biena dengan iming iming janji palsu yang tak ia ketahui saat itu. Maka dari itu Ziano sangat mempercayai nya.
"Kurang kerjaan? Mengawasi mu kan pekerjaan ku, Ziano membayar mu mahal asal kau tau" Balas Gin, kalau mengingat masa lalu, ia sebenarnya masih kesal dengan Biena yang menipunya.
"Huh! Entah apa yang di janjikan Ziano pada mu"
"Dia bilang akan menjadikan aku direktur pemasaran di perusahaan nya nanti"
"Kapan?"
"Setelah kau memafkan nya dan berjanji tak meninggal kan nya lagi"
"His terserah! aku mau ke kamar nyusuin Ain, kau tunggu saja di sini kalau mau"
Biena pun naik ke atas sedangkan Gin duduk di kursi ruang tamu sambil memainkan HP nya untuk menghubungi pacar nya, menjaga pintu keluar adalah solusi terbaik, Biena tak bisa keluar dari pintu manapun selain pintu itu. Apartemen ini terletak hampir di lantai paling atas, tak mungkin kan Biena melompat dari jendela?
__ADS_1
Pukul 17.33, Ziano datang dengan beberapa kantong plastik yang di jinjing nya, pertama kali hal yang ia lihat saat memasuki ruangan adalah Gin yang tertawa tawa melihat video lucu di HP nya.
"Woi!" Sentak Ziano
Gin terkejut dan refelk berdiri "Apaan sih lo, ngagetin orang aja" Protes nya.
"Lo makan gaji buta ya?"
"Istri mu di kamar, emang boleh aku masuk kamar juga?"
"Tuh kan salah lagi aku, aku di sini jaga bagian pintu biar pintu nya gak pindah"
"Bapak mu janda"
"Bapak ku duda btw, yang janda abang ku"
__ADS_1
"Gak lucu" Ketus Ziano.
Kemudian Ziano mengorek isi kantong pelastik nya, beberapa barang ia keluar kan termasuk benda berbentuk kotak.
"Ini rokok, upah untuk hari ini" Kata Ziano.
"Lu pikir gw apa hah!? Kalau ini aja aku bisa beli sendiri sialan"
"Itu bonus bodoh, baru juga seminggu kau kerja. Gaji nya tentu saja lain, dasar pengangguran!"
"Oh bonuuus, bilang kek dari tadi. Ck aku gak bakal jadi pengangguran kalau gak kerna perusahaan tempat ku kerja bangkrut"
"Udah sana pulang"
Gin pun pulang, Ziano sudah ada jadi ini saatnya Gin istirahat. Ziano juga memeberi beberapa lembar uang untuk Gin, semenjak kehilangan pekerjaan Gin bekerja di kantor Ziano sebagai pegawai Biasa, tentunya ia mengincar jabatan sebagai direktur yang gajinya sangat menggiurkan.
__ADS_1
Tbc.