Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 68


__ADS_3

Hari ini orang tua Biena di makam kan, isakan tangis tak henti hentinya dari seorang anak yang kini menjadi yatim piatu


Setelah selesai pemakaman semua orang pergi dan mengucapkan turut berdukacita pada Biena beserta keluarga mertuanya


"Nak ayo kita pulang kau sedang hamil tak baik terlalu lama di sini" Ujar jessi yang ikut menangis dengan kemalangan menantunya


"Ibu ayah Biena hamil kalian akan segera menjadi nenek dan kekek, kenapa kalian pergi bahkan Biena belum mengatakan hal itu" Ucap Biena dengan pipi yang di banjiri air mata


"Mah..." Aerum memeluk mama nya kerna tak kuat melihat isakan tangis Biena, hal ini mengingat kan Aerum dengan kepergian suami nya


"Nak kami semua selalu ada untuk mu, ikhlaskan orang tua mu mereka sudah tenang di sana" Sambung Jeremy


"Pah apa Ziano sudah bisa di hubungi?" Tanya Jessi, mereka sudah beberapa kali menghubungi Ziano tapi putra nya itu tidak bisa si hubungi, hal itu membuat Jeremy sangat marah, di saat Biena butuh sandaran tapi putra nya tak ada di samping sang menantu


Seminggu kemudian....


Biena selalu menghabiskan waktunya dengan melamun hal itu membuat mertuanya khawatir di tambah Biena harus di infus kerna Biena sulit sekali untuk makan dan terus saja memuntahkan nya


Biena selalu berusaha untuk makan demi memenuhi nutrisi kandungan nya,  kondisi mental Biena juga sedang tidak baik baik saja, Biena yang cerewet kini menjadi pendiam dia jarang sekali berbicara


"Nak mama mohon jangan seperti ini, apa yang harus kami lakukan agar kau kembali ceria" Ujar Jessi menangis


Biena sangat merasa bersalah kerna membuat Jessi khwatir dan menangis, tapi Biena juga tidak tau apa yang harus ia lakukan

__ADS_1


"Kau mau makan apa hmm? Biar mama masakan, setidaknya makan lah sedikit sedari pagi kau belum makan apapun bahkan belum meminum susu hamil mu"


"Bubur ayam aja ma lebih mudah di cerna" Ujar Biena agar Jessi tidak khwatir padahal dia tidak tau ingin apa tapi dia harus makan


"Yasudah mama buatin dulu, mama akan panggil Aerum untuk menemani mu" Jessi pun pergi untuk memanggil Aerum dan setelah nya baru memasak


Setelah selesai membuat bubur ayam Jessi pun masuk ke kamar dan menyuapi menantu nya, Biena menerima suapan dari Jessi tapi sepertinya Baby dalam kandungan Biena tidak menginginkan nya sehingga Biena memuntahkan apa yang dia makan


"Maaf ma" Ujar Biena


"Aduh Baby jangan gitu dong kasian sama mama nya jadi sakit, Baby mau apa hmm biar nenek buatkan" Ucap Jessi mengelus perut Biena





Ziano menghubungi Alan terlebih dahulu siapa tau ada hal yang terjadi di kantor nya



"Tuan anda kemana saja kenapa tak bisa di hubungi sama sekali?" Ujar Alan terdengar panik

__ADS_1



"Kenapa kau panik begitu? Apa ada masalah di kantor?"



Alan pun menceritakan musibah yang terjadi pada mertua Bos nya serta keadaan Biena sekarang yang teramat lemah menghabiskan waktunya di kamar dengan infus yang selalu tertancap di tubuh nya



Ziano shock dan mengutuk dirinya sendiri kerna memenuhi permintaan Sairen untuk mematikan telpon



"Zi bukan kah sudah ku bilang jangan menghidupkan HP?!" Teriak Sairen setelah keluar dari kamar mandi



Ziano menatap Sairen dengan kemarahan nya, tak pernah sekalipun Sairen mendapat tatapan seperti itu membuat nya melangkah mundur ketakutan



"Aku sangat bodoh mengikuti kemauan mu!, aku akan lepas landas sekarang jika kau masih mau di sini terserah kau saja".

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2