Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 80


__ADS_3

Dapat di lihat raut wajah kelelahan Sairen, beberapa kali dia berhenti untuk mengistirahatkan diri, Biena membiarkan hal itu dan tidak berkata apa apa sejak tadi


Mata Biena mulai terpejam ngantuk, tetapi baru saja mulai memasuki alam mimpi suara seseorang dari luar membuat Biena melebarkan mata nya kembali


"Bie kau di dalam?" Tanya Ziano sembari mengetuk pintu dari luar


"Iya Zi, ada apa?" Jawab Biena tidak membukakan pintu


Ingin sekali Sairen berteriak dan mengadu pada Ziano, tapi tatapan tajam Biena mengisyaratkan ia untuk tetap diam


"Buka pintu nya Bie aku tidur dengan mu" Pinta Ziano


"Tidak bisa! Sairen bilang ingin tidur dengan ku"


"Sairen di dalam?"


"Iya dia sudah tidur" Tipu Biena, Sairen menganga atas perkataan Biena


"Tak ku sangka kalian sekarang kembali akur ya" Ziano akhirnya pergi dari depan pintu kamar Biena


Kerna Ziano sudah pergi Biena berjalan ke atas ranjang yang sudah di bersihkan Sairen, Biena kembali memejamkan matanya menenggelamkan kepalanya di bawah selimut


Pukul sepuluh malam, Sairen selesai dengan pakaian Biena yang berserakan di lantai, semuanya sudah tersusun rapi di lemari. Rasa lelah dan kantuk membuat Sairen mau tidak mau tidur di sofa panjang bawah jendela kamar


Tidak mungkin dia membangun kan Biena yang ada dia akan di marahi, lebih baik tidur dengan apa ada nya sekarang



__ADS_1


"Cras!"



Pukul empat pagi, Biena menyiramkan segelas air ke wajah Sairen yang tengah tertidur



Sairen terbangun akibat siraman air tersebut "Mau sampai kapan kau di kamar ku? Pergi dari sini!" Suruh Biena



"Kau yang tidak membukakan pintu untuk ku bukan aku yang ingin tidur di sini" Jawab Sairen dengan air mata yang bercucuran, rasanya Sairen menjadi Cinderella yang tinggal bersama ibu tiri



"Jangan menjawab ku! Pergi dari sini" Biena memerankan peran antagonis dengan sangat baik apalagi dengan karakter nya yang pemberani




Melihat sinar matahari pagi yang masuk dari jendela kaca yang di lapisi gorden cream membuat Biena ingin berjemur serta menyirami bunga yang pernah ia tanami di balkon apartemen



Apartemen lantai atas sangat menguntungkan untuk mendapatkan sinar matahari di balik tinggi nya gedung gedung di kota


__ADS_1


"Hah?" Kejut Biena tak menyangka bunga yang ia tanam ternyata sudah mati



"bik Rose" Panggil Biena pada pembantu yang bekerja di apartemen itu



"Iya non?" Sahut bik Rose mendengar panggilan Biena



"Selama Biena tidak ada bunga nya gak di siram ya?"



"Maaf non bibik baru balik ke sini lagi baru dua minggu yang lalu, waktu bibik mau siram bunga nya sudah mati" Jelas bik Rose yang emang sudah lama libur kerna mengurus ibu nya yang sakit



"Oh yaudah deh" Biena tak ambil pusing lagian bik Rose emang tidak salah



Rose bernapas lega setelah melihat kepergian Biena menaiki tangga menuju kamar Ziano, Rose memang takut dengan Biena padahal Biena tidak pernah membentak Rose ataupun memukul nya, hanya saja bik Rose sering menyaksikan pertengkaran Ziano dengan Biena



Ketegasan dan keberanian Biena tentu saja membuat Rose segan, berbeda dengan Sairen yang lemah lembut membuat Rose nyaman dengan majikan nya yang satu itu, hanya Sairen lah orang yang tidak di segani Rose di situ.

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2