Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 28


__ADS_3

Pagi pagi sekali Biena sudah datang menghampiri Sairen yang tadi nya masih tidur sendiri di kamar nya, Kemana Ziano? dia kan tidur di kamar Biena tapi pemilik nya malah tidur di kamar lain


Kebisingan pun di mulai...


"Aww sakit Biena Hentikan ahhk" Rintih Sairen di kala Biena menarik rambutnya


"Masih berani melawan perkataan ku hmm?" Ucap Biena santai di kala rambut Sairen masih berada di genggaman nya


"Tidak.. Ku mohon hentikan ini sakit sekali" Sairen mencoba memberontak tapi percuma saja tenaga Biena lebih kuat di banding kan Sairen.


"Kalau gitu cepat lakukan apa yang aku perintahkan atau aku akan lebih kasar lagi" Biena melepaskan genggaman nya dan berjalan menuju sofa


Sairen menghapus air mata nya lalu mengambil sapu serta alat pel. Sungguh ia baru merasakan kasar nya Biena sekarang setelah sekian lama berteman, dulu Biena selalu melindunginya tapi itu hanyalah dulu


"Nah begini lah seharus nya pekerjaan pelakor" Biena menyeringai memperlakukan Sairen bagaikan babu


20 menit sudah, akhirnya sosok laki laki yang merupakan suami dari kedua wanita tersebut turun

__ADS_1


"Kau mengepel?" Ucap Ziano yang baru saja bangun. "Jangan lakukan itu kau sedang hamil ren" Ziano mengambil peralatan pel dari tangan Sairen.


"Tapi Zi pembantu di rumah ini sedang cuti" Sairen menundukkan kepala nya di kala melihat Biena yang duduk di sofa tepat di belakang Ziano.


"Biena apa kau yang menyuruh Sairen melakukan ini?" Tanya Ziano menghampiri Biena


"Aku? Tanya saja sama Sairen, Ren apa aku yang menyuruh mu?"


"Ti-tidak Zi aku hanya bosan tak apa ini hanya pekerjaan ringan" Dengan tersenyum paksa Sairen berusaha menahan air mata nya


"Kau memasak hari ini Biena?" Tanya Ziano


"Untuk apa aku memasak? pada akhirnya bakal di buang juga, sudah lah aku mau makan di luar saja itu lebih baik dari pada makan bersama pasangan menjijikkan seperti kalian" Ucap Biena dengan gaya orogan nya


"Biena kau!!"


"APA!!!? Kau tidak suka dengan perkataan ku? Kalian memang menjijikkan aku membenci kalian para pengkhianat!!" Bentak Biena dan langsung meninggalkan mereka berdua

__ADS_1


Melihat sosok Biena telah hilang dari balik pintu, Ziano mengusap wajah nya kasar, bingung bagaimana agar bisa menjinakkan Biena yang pembangkang


"Zi bisakah aku kembali ke apartemen ku saja?" Tanya Sairen lembut.


"Memang nya kenapa? Kau tidak nyaman di sini?" Jawab Ziano menahan emosi akibat perkataan Biena tadi


"Bukan begitu"


"Sudah lah Ren jangan menambah pekerjaan ku, kalau ada Biena dia juga bisa ikut menjaga mu kalau gitu aku pergi dulu dan kau jangan sampai telat makan" Ziano mengecup kening Sairen lembut kemudian pergi meninggalkan Sairen sendiri di ruangan tersebut dan melupakan akan sarapan


"Menjaga? aku malah akan tersiksa jika satu atap dengan nya" Tangis Sairen


Sairen melempar pel yang ia pegang tadi ke lantai, beralih ia duduk di sofa kerna rasanya capek sekali


"Kenapa harus kau sih Bie yang menjadi istri pertama Ziano? seandainya orang lain mungkin sekarang yang kau jambak bukan aku tapi istri pertama Ziano untuk membela ku" Gumam Sairen membayangkan hal yang beda dari kenyataan.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2