Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 78


__ADS_3

Terkadang dendam membuat hati seseorang menjadi gelap, segala upaya di lakukan untuk merasakan lega dari sesak di hati, rasa kemanusiaan tertutupi oleh rasa sakit hati yang kian mendalam


Itu lah yang terjadi pada Biena sekarang, ia di lukai oleh perasaan nya sendiri selama pernikahan ia terus menunggu dan menunggu tapi yang ia dapatkan apa? Sebuah pengkhianatan yang merusak tali persahabatan dan kepercayaan


Segala usaha nya berakhir sia sia dan merasakan sakit sepihak, kini ia ingin membalas rasa sakit itu


"Jadi gitu rencananya" Ujar Biena setelah mengatakan rencananya


"Ok baiklah serahkan pada ku, tapi janji kau harus berbaikan dengan Ziano" Kata Gin


"Iya, lagian Ziano sudah mengatakan cinta pada ku kau tenang saja setelah pekerjaan mu selesai aku dan Ziano akan bahagia bersama selama lama nya seperti ending yang kau inginkan, jadi jangan sampai ketahuan ya" Biena tak akan percaya sepenuhnya dengan Gin kerna Gin adalah teman nya Ziano, jika Biena mengatakan ingin kabur sudah di pastikan Gin akan menjadi orang yang pertama menghadang hal itu terjadi


"Maaf Gin aku menipu mu, kalau tidak seperti itu kau pasti tidak akan mau" Batin Biena


.


.


"Kau ingin pulang sekarang?" Tanya Gin kerna Biena sudah cukup lama di rumahnya


"Aku tidak ada bilang ingin pulang, kau mengusirku ya?" Siapa saja pasti akan merasa di usir jika tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba Gin mengatakan hal itu

__ADS_1


"Bukan begitu hanya saja hari sudah sore bentar lagi Ziano pasti pulang dari kantor"


"Drrttt... Drttt.."


Benar kata Gin baru saja selesai dia mengatakan hal itu telpon nya berdering bernamakan Ziano


"Ada apa Zi?" Tanya Gin dengan menghidupkan loudspeaker agar Biena mendengar nya juga


"Kata kak Aerum tadi Biena ke rumah mu, dia masih di sana?" Kata Ziano


"Iya dia masih di sini? dia juga dengar apa yang kau katakan sekarang" Jawab Gin


"Iya"


"Bie kenapa kau meninggal kan HP mu?" Sepulang dari kantor Ziano tidak menemukan Biena dan hanya melihat HP Biena yang tergeletak di ranjang


"Aku lupa" Jawab Biena singkat


"Pulang sekarang atau ku jemput?"


"Aku pulang dengan Gin aja"

__ADS_1


"Yasudah, Gin antar Biena sekarang" Titah Ziano


"Iya iya aku antar sekarang, ayo Bie"


Gin mengantar Biena, kepulangan Biena sudah di tunggu oleh Ziano di depan pintu sedari tadi dengan duduk di teras


"Ngapain duduk di situ?" Tanya Biena, tak biasanya Ziano duduk di teras seperti itu


"Ngapain di rumah Gin lama lama?" Tanya Ziano menginterogasi


"Udah ah Zi aku mau masuk mau mandi perut ku juga lapar, kalau kau terus menghadang ku aku bisa pingsan di sini"


Ziano menghela napas nya pelan dan mengikuti langkah kaki Biena hingga ke kamar


"Besok kita pulang ke apartemen"


"Hmm" Tidak ada penolakan dari Biena dia hanya berdeham untuk merespon Ziano, setidaknya Biena ingin bermain main terlebih dahulu dengan Sairen sebelum pergi


Orang yang selalu ia bela dan lindungi dulu kini ingin ia celakai dan membuat nya menderita, Sairen salah mencari target kerna target nya kali ini bersangkutan dengan Biena si gadis pembully di masa sekolah nya waktu itu, sedangkan Sairen? Dia hanyalah gadis lemah yang selalu berlindung di belakang Biena dulu.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2