
Sementara Sofia sibuk dengan pekerjaan nya, Gin dan Biena memulai obrolan mereka yang sangat rahasia tentu saja tempat yang mereka duduki sekarang sangat aman
"Kau menyuruh orang lain atau kau sendiri yang menabrak nya Gin?" Ucap Biena langsung pada pembahasan
"Aku sendiri yang menabrak nya, ini rahasia kita berdua tentu saja orang lain tidak boleh tau" Balas Gin
"Mobil yang kau gunakan untuk menabrak itu kau kemanakan?"
"Aku bakar, tenang saja semua bukti sudah ku hancurkan tak akan ada yang curiga pada kita berdua"
"Bagus lah kalau gitu, setidaknya sekarang aku sudah sedikit tenang" Biena bernapas lega sejujurnya semenjak perencanaan nya itu Biena merasa tidak tenang
"Jadi? Apa Ziano sudah tau tentang kehamilan mu?" Tanya Gin
"Belum, inikan hadian ulang tahun nya nanti"
"Pasti dia sangat senang, setelah kehilangan satu anak nya kau membawa berita dia akan benar-benar menjadi ayah aku sangat membayangkan bertapa senang nya dia nanti" Gin tersenyum sembari menggenggam buku favorite nya
"Buku itu?"
__ADS_1
"Ini? Oh ini aku memang selalu membawanya kemana mana"
"Obsesi mu itu aneh sekali Gin aku harap kau tidak tenggelam dalam dunia halu mu itu"
Gin hanya tersenyum menanggapi perkataan Biena, tak lama kemudian sofia datang kembali setelah pergantian sift dengan rekan nya
"Bie kami ingin kencan apa kau juga ingin ikut?" Ujar Sofia duduk di samping Gin
"Aku tau maksud mu, kau mengusir ku secara halus kan?" Tebak Biena, ia memang sudah lama di sini sejak tadi, mengobrol berdua bersama Gin membuat Sofia terus memperhatikan tempat di mana Biena dan Gin duduk tentu saja ada rasa cemburu di hati nya
"Aku tidak mengusir mu lagian ini kan bukan kafe ku" Sofia memanyunkan bibir nya, ia tampak seperti sedang merajuk membuat Biena tertawa kecil
Biena keluar dari kafe menghampiri sopir yang sedari tadi menunggu di dalam mobil
"Pak ke kantor Ziano" Suruh Biena, ia duduk di bangku belakang membuang arah pandangan nya ke jendela
"Jalan utama menuju kantor tuan di tutup non, ada tabrakan beruntun di sana tadi saya lihat di Fac*book" Ujar Pak Erick supir yang di pekerjakan Ziano untuk mengantar jemput Biena
"Tak ada jalan lain pak?"
__ADS_1
"Ada non tapi memakan waktu lama jalan nya sepi dan rawan rampok tidak sedikit orang yang di begal di sana non"
"Terus Ziano pulang nya gimana dong pak?" Biena merasa khawatir mulai berpikir negatif takut Ziano pulang nanti bertemu dengan penjahat
"Jangan khawatir non mungkin jalan itu sedang ramai, kan jalan utama tutup pasti pengendara lain mau tidak mau melewati jalan itu juga" Ujar Erick mencoba menenangkan Biena
Untuk mengurangi rasa gundah nya, Biena menghubungi Ziano seperdetik kemudian Biena mendapatkan respon dari Ziano
"Ada apa Bie?" Tanya Ziano
"Zi nanti kau gak usah pulang aja ya, nginap di hotel ataupun di kantor juga tidak masalah asalkan jangan pulang" Pinta Biena
"Emang nya kenapa?"
"Kau tidak lihat berita? Jalan nya di tutup satu satu nya jalan pun banyak penjahat nya nanti kau di begal gimana?"
"Ow Perhatian banget istri ku yang satu ini dingin dingin nyegerin" Ziano tertawa enak sedang kan Biena di sini kepala nya merasa panas penuh dengan rasa khawatir
"Aku sedang tidak bercanda Zi pokoknya jangan pulang!" Takan Biena yang langsung memutuskan panggilan sepihak
__ADS_1
Tbc.