Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 98


__ADS_3

Pukul 08.45, Biena duduk di taman untuk membawa putra nya berjemur di sianar matahari pagi ini. Dengan bermodalkan tikar yang membentang di rumput, ia membawa Ain bermain.


Bayi nya itu masih lah sangat kecil dan sangat rentan, walaupun demikian Biena tak ingin hanya mengurung nya di rumah saja.


Asik bermain dengan Ain tak sadar seorang pria tengah berdiri di hadapan nya, Biena yang duduk di atas rumput yang beralaskan tikar tentu saja tak menyadari nya, apa lagi dengan atensi yang teralih hanya untuk Ain yang terbaring sambil bergumam kecil kesenangan.


"Anak genteng mama tertawa kenapa hmm?"


"I-itu anak ku?"


Suara berat yang sangat di kenali ini membuat Biena tersentak kaget bukan main, kepala nya mendongak ke atas menatap seorang pria yang mata nya sudah berlinang air mata.


Dengan cepat Biena mengendong Ain bersiap untuk kabur kembali, sayang nya usahanya sia sia kerna Ziano berhasil menahan nya dengan merebut Ain dari gendongan nya.


"Apa apaan kau! Kembalikan anak ku!" Bentak Biena.


Bukan nya menjawab Ziano malah memberikan Ain ke Alan yang berdiri di belakangnya, sedangkan dia berjalan perlahan mendekati Biena.


"M-mau apa kau?" Ujar Biena takut.


Greb~


Ziano memeluk tubuh Biena serta membekap mulut nya menggunakan kain yang sudah di beri bius, Biena berusaha memberontak dan berharap ada seseorang yang menolong nya, sayang sekali keadaan taman sekarang tengah sepi.


Tak butuh waktu lama Biena pun tak sadarkan diri, Ziano mengangkat tubuh Biena dan membawanya ke mobil bersama Alan yang menggendong Ain tentunya.


"Kita kemana tuan?" Tanya sopir


"Cari hotel"


Alan yang duduk di samping sopir pun hanya bisa diam, untung lah Ain tidak menangis dalam gendongan nya.




Di sebuah kamar hotel yang mewah, Ziano di buat gemas sendiri oleh tingkah anak nya. Di atas bad king size ia mengajak anak nya bermain dengan mainan yang ia suruh Alan beli tadi.



Sedangkan Biena? Ia masih tak sadarkan diri tertidur di samping Ziano, tak terusik dengan suara kekehan Ziano dan Ain.



"Oww lucu banget anak papa" Ucap nya, ingin sekali Ziano gigit pipi Ain sekarang.

__ADS_1



"Anak papa lapar? Nanti ya, bentar lagi mama bangun ok. Sekarang main aja dulu sama papa"


.


.


Sekitar jam sebelas siang, barulah Biena mulai tersadar. Pemandangan yang pertama kali ia lihat adalah, Ziano yang duduk di kursi menghadap belkon dengan Ain yang berada di gendongan nya.



Ziano melihat Biena terbangun dari pantulan cermin pun tersenyum menghadap nya.



"Sudah bangun sayang?"



Terdiam membisu mendengar kata sayang yang keluar dari mulut Ziano.




"Shuut, susuin putra ku dulu jangan marah marah, lihat nih dia kayak nya sudah lapar" Sambar Ziano cepat.



"Sini"



Ziano berjalan mendekat ke ranjang untuk membiarkan Biena menyusui Ain.



"Jangan lihat!" Tegas Biena.



"Apanya?"


__ADS_1


"Kau!"



"Kenapa emang nya, salahkan lihat dada istri sendiri?"



"Pokoknya jangan lihat!"



"Tidak mau! Aku mau lihat"



Biena benar benar malu sekarang, sudah setahun dia berpisah dengan Ziano rasanya aneh jika memperlihatkan aset nya pada Ziano.



"Apa yang kau tunggu? Cepat susui Ain. Kau malu dengan ku?"



"Pergi!"



"Tidak mau"



Hingga akhirnya perdebatan mereka terhenti ketika mendengar suara tangis Ain, dengan sangat terpaksa Biena melepas kancing baju nya di hadapan Ziano, pria itu melihat dengan tatapan mesum nya membuat Biena takut dan berharap Ain cepat kenyang agar ia bisa menutup aset nya kembali.



"Ukuran nya semakin besar"



"Diam kau!"



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2