
Di sini lah sekarang tepat nya di meja makan yang tengah ramai dengan adanya keberadaan Elias dengan candaan nya
"Seperti yang aku dengar ternyata istri Ziano sangat cantik, Zi kenal kan aku dengan istri mu" Ucap Elias seakan sangat akrab dengan Ziano
"Kenapa dia tiba tiba pura pura tidak kenal dengan ku, bukan nya sudah kenal ya?" Batin Biena merasa aneh dengan tingkah Elias
"Kau sudah mengenal nya untuk apa aku memperkenalkan nya lagi?" Ujar Ziano tak ingin mengikuti drama Elias
"Saat itu kan belum berjabat tangan sebagai tanda perkenalan, Biena aku Elias sepupunya Ziano" Elias mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Biena
Baru saja Biena ingin membalas sapaan Elias Ziano malah menarik tangan Biena untuk tidak berjabat tangan dengan Elias
"Tidak perlu bersapa seperti itu asalkan sudah tau nama saja juga sudah cukup" Ucap Ziano
"Sudah sudah mengobrol nya ayo kita makan" Tegur Jessi
Saat semuanya mulai makan Biena malah diam saja tak menyentuh piring yang berada di depan nya
"Kenapa belum di makan?" Tanya Ziano pasalnya Biena hanya menatap piring tersebut
__ADS_1
Jessi pun mengerti apa yang Biena mau "Zi suapin Biena tangan nya masih sakit bekas infus semalam" Perintah Jessi pada Ziano
"Kenapa tidak bilang?" Ziano menarik kursi nya agar lebih dekat dengan Biena "Kita makan satu piring berdua saja" Ucap Ziano
Melihat Ziano yang menyuapi Biena Elias merasa tidak senang, di tambah dengan lirikan mata Ziano padanya seakan mengejek dirinya
Ziano tersenyum puas melihat Elias yang seperti itu, tak sampai di situ Ziano memanas manasi Elias dengan mengelus kepala Biena lalu mengecup kening nya pelan
"Kau ingin mengambil istri ku hmm? Mimpi saja sana" Ujar Ziano dalam hati
"Apa apaan sikap mu itu Zi? Malu di lihat mama sama papa" Bisik Biena kerna perlakuan Ziano yang mencium dirinya di depan sang mertua
"Tidak salah tapi terlihat aneh"
"Sudah ku bilang aku mencintaimu"
"Jangan katakan lagi aku tidak mau dengar" Ucap Biena menutup telinganya dari bisikan Ziano
"Kalian bisik bisik apa sih?" Tanya Aerum
__ADS_1
"Bukan urusan kaka?" Ujar Ziano
"Awas lu gw usir dari rumah ini dan gak boleh nemuin Biena lagi"
"Yaudah usir aja lagian Ziano mau bawa Biena pulang" Ejek Ziano
"Enak aja lu main bawa pulang urusan kita belum selesai ya!" Ucap Aerum tidak senang
"Aerum" Panggil Jeremy, pasalnya di situ masih ada Elias jangan sampe masalah mereka juga terdengar di telinga Elias
Aerum pun berhenti bicara kerna mengerti maksud papa nya, Ziano bersmirk ke arah kakak nya membiarkan Aerum tambah kesal
"Awas aja lu ya Zi, gak akan ku biarkan kau membawa Biena dengan mudah" Ucap Aerum dalam hati masih belum Terima dengan perlakuan Ziano yang menurut Aerum tidak bertanggung jawab, andai saja tidak ada Elias di sini sudah di pastikan Aerum akan mejambak jambak rambut hitam Ziano.
Tbc.
...Selalu author ingatkan untuk Like, Comen and Vote...
...Geratis kok gak bayar, apa susah nya ngelakuin hal itu?...
__ADS_1