
"Keluar!!, aku muak dengan perkataan mu sampai kapan pun kau tak akan mendapatkan perhatian ku ingat itu" Ziano mendorong Biena keluar dan pergi meninggalkan Biena sendiri di tempat sepi itu.
"BRENGSEK!!!" Teriak Biena yang melihat kepergian Ziano.
_____
Terpaksa Biena berjalan kaki tak ada siapa pun yang bisa membantu nya sekarang, teman Biena hanya Sairen dan tak mungkin juga ia menelpon orang tua nya untuk hal ini.
Dengan segala keberanian yang di paksakan, air mata Biena lolos seketika dari pelupuk mata indah nya, takut beserta sakit hati bercampur aduk menjadi satu, kepala nya pusing serta mata nya yang ngantuk tapi perjalanan menuju apartemen masih lah sangat jauh.
Ia tidak meyangka kehidupan pernikahannya seburuk ini padahal ia selalu bermimpi hidup bahagia punya anak bersama Ziano, tapi nyata nya itu hanyalah mimpi walaupun ia sudah mendapatkan statusnya sebagai istri.
Di sisi lain Ziano tengah berbaring di kasur empuk nya tanpa merasa bersalah sedikit pun akan perbuatan nya yang meninggalkan Biena di jalan.
di tatap nya foto yang menjadi Wallpaper HP nya, seorang wanita dengan pakaian biru muda, hanya melihat foto itu mampu membuat nya tersenyum.
__ADS_1
"Lily sulit sekali bagi ku untuk melupakan mu" Gumam nya merindukan sosok yang pernah menjadi kekasih nya dulu.
Pukul tiga lebih sepulu menit malam, Biena baru sampai ke gedung Apartemen nya, lelah menyelimuti tubuh nya pakaian yang berantakan dan rambut kusut serta mata yang bengkak menandakan bertapa kacau nya diri nya sekarang.
"Tahan Biena tahan, kau hanya perlu berusaha dan semua akan baik baik saja suatu hari nanti pasti dia menerima mu, ya itu pasti" Biena menyemangati diri nya sendiri.
Dengan segala keletihan nya ia menaiki tangga menuju kamar nya, sempat ia lirik kamar Ziano yang terkunci dan setelah nya Biena mengumpat mengeluarkan kata kata kasar serta jari tengah yang ia acungkan pada pintu kamar Ziano.
________________
"Apa dia tidak pulang semalam?" Ziano pergi ke kamar Biena untuk memeriksa, untung nya pintu kamar Biena hari ini tidak terkunci sehingga Ziano dapat melihat Biena yang masih tertidur lelap.
"Ck sudah siang begini masih tidur, beda jauh dengan lily yang rajin dan berkepribadian lembut" Ziano membandingkan Biena dengan mantan pacar, mimpinya memiliki istri berkepribadian lembut seketika hancur jika melihat Biena.
Drrt.. Drrt.. Drrt
__ADS_1
Telpon yang berbunyi mengejutkan Ziano yang tengah melamun lalu menjawab panggilan tersebut.
"Ada apa?" Tanya Ziano pada Gin yang merupakan orang yang menelpon nya saat ini.
"Kau tau, gara gara ulah istri mu tadi malam wanita yang bernama Vivian itu sekarang mengalami amnesia akibat benturan yang sangat keras, ada beberapa jahitan juga di kepala nya" Jujur Gin akan keadaan Vivian.
"Aku akan kirimkan uang ke rekening mu, kau berikan uang itu pada keluarga nya" Ziano langsung memutuskan panggilan nya, memijat pelipisnya mengeluhkan kelakuan istri nya.
"Bisa gila aku lama lama kerna ulah nya"
Setelah melamun lagi sebentar Ziano pun langsung pergi sebelum istri keras kepala nya itu mengusik pagi nya.
Dia mengambil tas nya dan langsung berlari seperti sedang di kejar anjing.
Tbc.
__ADS_1