Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 38


__ADS_3

Di kala Ziano sibuk menyetir Biena terus saja mengganggu nya, duduk di pangkuan nya dan sibuk mengecup wajah Ziano


Beberapa kali Ziano berhenti untuk memperbaiki posisi Biena tapi tetap saja istri keras kepalanya itu akan kembali duduk di pangkuan Ziano


Seandainya Ziano membawa tali sudah di pastikan Biena sudah terikat di bangku belakang


Sekitar lima belas menit kemudian Biena tertidur dengan posisi masih sama, Ziano membiarkan nya dari pada Biena terbangun dan menganggu nya lagi


Sampai di hotel Ziano menidurkan tubuh Biena lalu pergi untuk membersihkan tubuh nya


"CekleK" Ziano keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya dan melihat Biena sudah terduduk di kasur


"Kau sudah bangun? Kalau gitu mandilah tubuh mu bau alcohol" Ucap Ziano


Bukan nya masuk ke kamar mandi Biena malah berjalan mendekati Ziano lalu mendorong Ziano ke dinding


"Kau mau apa?" Tanya Ziano menatap mata Biena dengan datar

__ADS_1


Biena memeluk leher Ziano dan menempel kan bibir nya ke bibir Ziano, hanya menempelkan saja tidak lebih, itu kerna Biena tidak pernah melakukan hal seperti ini sebelumnya


Ziano yang keget langsung mendorong tubuh Biena "Biena kau mabuk jangan menggoda ku aku tak akan pernah menyentuh mu" Ucap Ziano mempertahankan ego nya terhadap Biena


"Semenjijikan itu kah diri ku hingga kau tak pernah ingin mencoba belajar mencintai ku" Lirih Biena dengan terisak


Ziano tak mengherani Biena dan memilih duduk di sofa memainkan Handphone nya


Saat ia melirik lagi ke arah Biena ternyata entah sejak kapan ia melepas pakaian nya hingga tersisa pakaian dalam berwarna biru muda yang melekat di dada nya dan juga bawah nya


"Zi apa kurang nya aku kenapa kau berselingkuh dengan sahabat ku" Ucap Biena berjalan mendekati Ziano


Ziano memejamkan mata nya sambil menggeleng gelengkan kepala nya agar cepat sadar kalau Biena hanya lah mabuk


Biena menarik handuk yang terlilit di pinggang Ziano tak menyisakan sehelai benang pun lalu duduk di pangkuan nya memeluk leher Ziano sambil mengges*k ges*kan ****** nya


Ziano m*ngerang tak ada niatan untuk nya menghentikan Biena sekarang, kerna ulah Biena tubuh bagian bawah nya terasa sesak minta di bebaskan

__ADS_1


Sekarang Ziano sangat bernafsu pertahanan ego nya hancur begitu saja dengan berfikir Biena adalah istrinya tentu saja ia berhak mendapatkan apa yang menjadi hak nya


"Baiklah ini mau mu jangan salahkan aku ketika kau sadar nanti" Ucap Ziano


Mengecup seluruh wajah nya lalu melum*at bibir manis Biena sebagai permulan kegiatan panas mereka


Ziano melempar Biena ke ranjang lalu mengukung nya di bawah, berbagai pemanasan telah di lakukan


"Ahkh" Pekik Biena merasa kesakitan di kala benda tumpul mendobrak mahkota keperawanannya


Ziano berusaha menenangkan Biena yang menangis, hingga pada akhir nya mereka sama sama menikmati malam panjang yang nikmat ini


Setelah pelepasan beberapa kali, Ziano mengakhiri penyatuan mereka dan merebahkan diri nya di samping Biena, menyelimuti tubuh polos nya bersama Biena dengan selimut


Di tatap nya wajah Biena yang sudah lelap penuh keringat, ia pun akhirnya ikut terbang ke alam mimpi.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2