Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 43


__ADS_3

"Beraninya kau mengundang orang lain ke sini tanpa izin dari ku" Ucap Biena


"Emang nya kenapa? Ini juga rumah ku dan Ziano mengizinkan nya" Sairen mencoba membantah


"Kapan Ziano mengizinkan nya seingat ku Ziano bilang kau boleh menginap di rumah teman mu bukan teman mu yang menginap di sini"


"Apa salah nya kalau aku boleh menginap di rumah teman ku kenapa teman ku tak boleh menginap di rumah ku!"


"Kau bodoh atau apa Sairen? Apa kau tak sadar atas posisi Ziano sebagai pemilik perusahaan besar bagaimana teman mu itu suruhan dari salah satu pesaing bisnis nya, mereka bisa saja mengambil dokumen yang mungkin sangat penting"


"Tidak mungkin, mereka kan teman teman ku"


"PLAK!"


Sekali lagi Biena menampar Sairen


"Dari tadi kau terus menentang ku dan aku benci itu, sekarang bersihkan apartement ini"


Sairen tak bisa melawan dari pada dia di tampar lagi lebih baik untuk sekarang mengikuti perkataan Biena, dan berencana mengadukan hal ini pada Ziano


Selagi Sairen menyapu dan mengepel Biena duduk di sofa mengawasi nya tiba tiba bell apartemen berbunyi tanda ada tamu yang datang

__ADS_1


"Sairen ada tamu.. buka kan pintu nya"


Sairen melangkah kan kaki nya lalu membuka pintu "kau siapa?" Tanya Sairen pada orang yang tak di kenal nya


"Teman nya Ziano, apa Biena sudah sampai?" Sairen membuka pintu lebar dan memperlihatkan Biena yang tengah duduk sambil bersilang kaki di sofa menatap arah balkon


Gin melihat ada yang aneh di sini dan itu terlihat lucu di mata nya, lalu ia melangkah masuk dan duduk di samping Biena


"Eh Gin ngapain ke sini?" Tanya Biena baru menyadari kedatangan Gin


"Ziano menyuruh ku mengecek apa kau sudah sampai atau belum kata nya HP mu juga mati jadi sulit menghubungi mu"


"Sekarang kau sudah tau dan sekarang pulang lah" Usir Biena


"Dia marah aku mengusir mu? Yang benar saja" Ejek Biena


"Bukan itu maksud ku, tapi itu.." Gin menunjuk Sairen yang sedang mengepel "kau menjadikan dia babu ya?" Tanya Gin sambil terkekeh


"Kau hanya perlu tutup mulut saja jangan beri tau Ziano, lagian pelakor emang pantas di gitukan" Ucap Biena yang masih bisa di dengar oleh Sairen


"Tapi dia kan sahabat mu terlebih lagi dia sedang hamil kau kejam sekali Biena" Ujar Gin

__ADS_1


"Kalau aku kejam terus dia apa? dia sudah merebut suami ku padahal dulu nya kamu sahabatan itulah kenyataan yang paling kejam" Air mata Biena menetes sebenarnya ia merindukan persahabatan nya dengan Sairen tapi pengkhianatan Sairen padanya membuat Biena muak


"Kau hebat sekali Biena, aku mohon terus lah mempertahankan pernikahan mu dengan Ziano aku yakin suatu saat dia juga akan mencintai mu" Ucap Gin menasehati Biena


"Sebenarnya aku sudah menyerah dengan Ziano, sekarang aku berusaha melupakan perasaan ini jadi jangan berharap lebih Gin"


"Jangan begitu Bie, setidaknya biarkan putri Biena dan pengeran Ziano bersatu di kehidupan ini" Gin teringat kembali akan buku kesukaan nya


"Gin kau pikir aku dan Ziano reinkarnasi dari cerita buku yang kau baca itu? ku rasa kau sangat terobsesi dengan cerita di buku itu"


"Kau benar Biena, aku tidak puas dengan ending dari buku itu maka dari itu aku menganggap kau dan Ziano adalah ending yang sebenarnya" Ucap Gin


"Kau gila? Udah sana pulang lah atau kau nunggu ku tendang"


"Kau dan Ziano kenapa suka sekali mengusirku?"


"Pulang"


"Iya iya ini aku pulang"


Akhirnya Gin pulang, Biena pun masuk ke kamar untuk istirahat sedangkan Sairen masih sibuk dengan alat bersih bersih nya

__ADS_1


"Suatu hari akan ku balas kau Bie" Batin Sairen


Tbc.


__ADS_2