
Mendengar rencana Biena Aerum tadinya tidak setuju, pasalnya ada Baby yang belum lahir kelak akan menanyakan ayah nya, tapi segala pujukan telah Aerum utarakan untuk mengurungkan niat Biena tapi Biena sudah berpegang teguh dengan pendirian nya membuat Aerum tidak tau harus berbuat apa lagi
"Biena kau yakin?" Tanya Aerum, ia sudah menangis entah kenapa tapi ia merasa sedih
"Biena yakin kak, bulan depan Ziano ulang tahun biarkan kepergian ku menjadi hadiah terburuk bagi nya yang telah memberikan ku luka yang entah kapan sembuh"
"Tapi Bie-"
"Udah kak, kaka jangan khwatir aku akan baik baik saja, kaka mau kan membantu ku agar keberadaan ku tak tercium oleh Ziano atau pun suruhan nya?, please kak" Mohon Biena pada Aerum
"Baiklah jika itu keputusan mu, kaka akan menjelaskan nya pada mama dan papa kau jangan khwatir Ziano pasti tak akan menemukan mu" Aerum pasrah mengikuti permintaan Biena, ia juga tak tega melihat Biena makan hati oleh keberadaan Ziano dan Sairen
"Cinta adalah hal yang menyakitkan, rasakan itu Zi, kau pikir aku mau menerima cinta mu setelah pengkhianatan mu itu? terimakasih sudah mencintai ku dan rasakan sakit nya di tinggal orang yang kau cintai, ya itupun kalau kau benar benar mencintai ku" Batin Biena tertawa jahat pasalnya terlalu sakit hati yang lama tertahan kini menjadi dendam
Setelah pulang dari pinggir sungai, Biena meminta Aerum mengantarkan nya ke rumah nya Gin
"Kaka ada urusan dengan teman kaka Bie, nanti kaka minta Kenzo menjemput mu" Ujar Aerum setelah Biena turun dari mobil
__ADS_1
"Gak usah kak nanti Biena minta antarkan pulang dengan Gin aja" Tolak Biena
"Ok kalau ada apa apa telpon ya"
"Iya"
Aerum pun pergi tinggal lah Biena dengan Gin duduk di ruang tamu
"Gin kau sangat ingin aku dan Ziano berbaikan kan?" Biena memancing apa yang menjadi obesisi Gin yang percaya kalau Biena dan Ziano adalah reinkarnasi dari cerita buku kesukaan nya
"Tentu saja kerna kalian ending sebenarnya dari buku itu" Ucap Gin yakin
__ADS_1
"Ok aku juga percaya hal itu, jadi bagaimana kalau kita buta si antagonis dari buku itu menderita"
"Maksud mu?"
"Gugurkan kandungan Sairen seolah seperti kecelakaan yang tidak di sengaja" Ujar Biena dengan rencana jahat nya, sejak awal Biena bukan lah orang yang pemaaf dia di kenal sebagai gadis yang sombong dan arogan di sekolah ataupun di lingkungan tempat ia tinggal dulu
"Biena kau gila! Anak yang belum lahir itu tidak salah apa apa" Gin merasa rencana Biena sangat kejam
"Kau tidak ingin melakukan nya? Yasudah kalau gitu kau tidak akan menyaksikan ending yang bahagia" Lagi lagi Biena memancing Gin dengan hal yang tidak bisa di tolak nya
"Baiklah sepertinya kau benar, menyingkirkan penjahat harus dengan cara jahat mungkin ini karma atas perbuatan Sairen di kehidupan sebelum nya" Gin pun menyetujui perkataan Biena
Apakah salah jika Gin mengatakan hal itu, emang nya ada kejahatan di belas kebaikan? Bahkan mencuri sandal saja kau bisa di penjara terus bagaimana dengan si pencuri suami kenapa dia tidak di penjara? apa kerna berpoligami itu hal yang wajar untuk laki laki? Entahlah terkadang peraturan di dunia ini sangat sulit untuk di mengerti oleh otak ku yang kecil ini.
__ADS_1
Tbc.