
Bunyi Panggilan masuk mengusik tidur Biena yang tengah lelap, meraba raba sekitar nya mencari keberadaan HP dengan mata yang masih tertutup.
"Hmm siapa?" Jawab Biena dengan suara khas bangun tidur.
"Bie kau di mana?" Isak tangis nya terdengar oleh Biena tentu saja Biena tau siapa pemilik suara ini.
"Sairen?!! ada apa, kenapa kau menangis" Khawatir Biena yang langsung duduk untuk mendengar kan sahabatnya.
"Bie, ibu ku meninggal" Deru air mata mengalir begitu deras.
"Hah apa!!? kapan ren, yasudah aku akan menemui mu sekarang, kau di mana?"
"Di rumah sakit, cepat kesini Bie"
Setelah percakapan selesai Biena langsung buru buru mandi dan setelah semua nya siap Biena langsung pergi menuju ke Rumah Sakit menggunakan Taxi.
Sepanjang koridor rumah sakit, Biena berlari menuju ruangan tempat ibu Sairen berada. Di lihat nya di sana Sairen yang tengah terisak seorang diri.
"Ren...." Panggil Biena yang langsung memeluk Sairen.
"Bie aku tak punya siapa siapa lagi sekarang" isak nya.
__ADS_1
"Tenang lah ren ikhlas kan ibu mu, aku sudah menghubungi orang tua ku sebentar lagi mereka akan sampai"
"Kau dari mana saja kenapa kau tak mengunjungi ku di rumah sakit?" Tanya Sairen pada Biena
"Kau sendiri tak mengangkat panggilan dari ku, kejadian waktu itu membuat ku menikah dengan Ziano ren, sebelum pernikahan aku tak di perbolehkan keluar sama ibu, setelah menikah aku sibuk mendekati diri dengan keluarga nya" Tutur Biena dengan nada lembut.
"Maaf Bie aku tak hadir di pernikahan mu, aku tidak tau soal itu"
"Tak apa aku mengerti keadaan mu, jadi di mana Kenzo?"
"Kurang ajar berani sekali dia!! dari awal aku emang tak suka pada nya kau tau itu? benar benar berengsek!! tak usah di pikirkan lagi ren sekarang kita urus pemakaman ibu mu saja"
...\*\*\*...
Sepulang dari pemakaman ibu Sairen, Biena langsung pulang saat malam hari setelah menemani Sairen.
__ADS_1
"ini sudah malam apa Ziano sudah pulang ya?" Lari menuju kamar Ziano, lagi lagi pria itu tidak ada.
"Ahh sial!! apa yang harus ku lakukan, mencari nya lagi gitu? tauk ah capek!!" Kerna Biena lelah ia langsung istirahat di kamar nya.
sementara Ziano baru saja sampai ke tempat tujuan nya yaitu Club malam. "Zi?! lo ngapain ke sini?" Tanya Gin saat melihat Ziano duduk di dekat nya.
"Emang nya kenapa.? Masalah.?" Jawab Ziano santai.
"Bukan begitu, tapi istri mu nanti ngamuk lagi gimana? seram tau!" Gin bergidik ngeri mengingat kelakuan Biena kemarin, reaksi Ziano tetap santai seakan tidak perduli.
"Kau sudah punya istri setidaknya cobalah untuk mencintai nya lagian dia juga sangat cantik, lebih cantik dari pada Lily mantan mu itu" Ucap Gin yang tau betul teman nya itu masih tak bisa melupakan mantan nya.
"Jangan banding kan Biena dengan Lily tentu saja mereka beda jauh, Lily memiliki sikap yang lembut dan penyayang tidak seperti Biena yang keras kepala dan Arogan kau pikir aku akan mudah menerima gadis seperti itu?" Ujar Ziano yang emang tidak menyukai sikap Biena.
"Aku tak tau lagi harus berkata apa pada mu, jujur saja aku lebih suka melihat kau dengan Biena dari pada Lily" Jujur Gin terang terangan pada Ziano.
__ADS_1
Tbc.