Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 63


__ADS_3

Biena berdecak kesal mendengar nama Sairen seketika Mood nya hancur begitu saja "Sepertinya kau juga membenci Sairen ya Baby? Jangan gitu Baby dia mama tiri mu nanti tapi kau jangan khwatir mama tak akan membiarkan nya menyentuh mu" Ucap Biena sambil mengusap perut nya


"Ada apa Bie kau lapar?" Tanya Ziano yang sudah selesai dengan urusan nya di telpon dan melihat Biena yang mengusap usap perut nya


"Iya! Ingin sekali ku memakan mu Zi pergi sana bukan kah Sairen membutuhkan mu?!" Jutek Biena merespon pertanyaan Ziano


"Aku akan siap siap dulu" Ziano pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya lalu setelah selesai ia memakai pakaian yang ada di lemari nya


"Jangan pergi Zi ku mohon kau di sini saja bersama ku" Ujar Biena dalam hatinya melihat Ziano yang bersiap siap untuk pergi, apa yang ia katakan sangat bertentangan dengan apa yang di inginkan nya


"Bie aku pergi dulu" Pamit Ziano


"Kau tidak sarapan dulu?" Tanya Biena mencoba memperlambat gerak Ziano untuk bertemu dengan Sairen


"Aku akan sarapan dengan Sairen nanti" Ziano melangkahkan kaki nya keluar dari pintu kamar


Hati Biena lagi lagi menahan rasa sakit apalagi dalam keadaan hamil seperti ini membuat nya lebih sensitif di banding kan sebelum nya padahal ia sudah bertekad untuk melepaskan Ziano tapi takdir berkata lain kehadiran janin di rahim nya membuat Biena harus bertahan

__ADS_1


"Nak mama harus apa? Papa mu tak mementingkan kita apa kau ingin tetap berada di samping papa mu?" Tanya Biena dalam hati nya sungguh ia bingung memikirkan nasip anak nya kelak


Setelah beberapa saat Biena melamun akhirnya ia memutuskan untuk mandi dan sarapan bersama keluarga mertuanya


"Bie sini duduk" Ajak Aerum melihat kedatangan Biena


"Apa sudah lama menunggu?" Tanya Biena melihat belum ada seorangpun menyentuh makanan nya


"Tidak kami juga baru duduk, oh iya tadi Ziano tampak buruk buru emang nya dia mau kemana?" Lanjut Aerum bertanya


"Ah si wanita itu, aku lupa kalau dia hidup" Ucap Aerum tidak senang


"Benar mama juga lupa, mendengar namanya membuat mama tidak selera makan lihat saja suatu hari Ziano pasti akan melupakan nya" Kata Jessi yang benar benar muak dengan wanita yang bernama Sairen


"Ehem" Tegur papa


"Ada apa pah?" Tanya Aerum

__ADS_1


"Lebih baik kita makan saja, biarkan saja Ziano melakukan apa yang ingin dia lakukan, kelak dia pasti akan mendapatkan buah dari hasil perbuatan nya" Ujar papa


Mereka pun makan dengan tenang tapi tidak dengan Biena nafsu makan nya tidak ada pagi ini hanya beberapa suap saja membuat nya ingin muntah


"Biena kau ingin makan apa biar mama masakan, sepertinya hidangan pagi ini tidak di inginkan Baby" Jessi merasa khwatir dengan anak dalam kandungan Biena sepertinya sangat cerewet


"Melihat mu seperti itu mengingat kan papa pada mama pas hamil Ziano" Ucap papa


"Papa benar hamil Ziano dulu mama cerewet banget soal makanan" Sambung mama membenarkan pernyataan papa


"Biena tak ingin makan lagi ma"


"Hus jangan gitu Baby dalam kandungan mu butuh nutrisi" Ucap Aerum "apa kau menginginkan seseorang?" Sambung nya lagi


"Aku ingin Ziano menyuapi ku" Rengek Biena dalam hatiĀ  "dasar baby nakal kenapa kau manja sekali dengan ayah mu? Apa kau tidak tau kalau mama sedang berusaha menjauhi pala mu" Sambung nya memarahi Baby yang bahkan masih berbentuk kecebong itu.


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2