
"Apaan sih Bim, apa kau lupa tujuan ku ke sini?"
"Tapi pak saya rasa ini bukan waktu yang tepat"
Elias mengabaikan ajakan Bima dan melanjutkan bicara nya dengan Biena "Apa kau sudah ingat?"
"Oh yang itu, iya aku ingat jadi ada urusan apa lagi dengan ku?" Tanya Biena
"Tidak ada aku hanya ingin jalan jalan dan mengobrol dengan mu"
"Woi dia istri Ziano jangan macam macam lu, tau sendiri lah gimana kalau Ziano ngamuk kau saja baru keluar dari rumah sakit Jepang kan? apa tulang tulang mu sudah sembuh?" Sindir Gin
"Gin kau terlalu lama bergaul dengan Ziano bagaimana kalau kau berteman dengan ku saja, setidaknya aku tidak sedingin Ziano kan, dan bantu aku mendapatkan istrinya juga kau terlihat sangat dekat dengan Biena" Ucap Elias terang-terangan membuat Biena menoleh menatapnya
"Sof apa dia bercanda" Bisik Biena pada Sofia yang sedari tadi hanya diam saja
"Entahlah aku juga tidak tau" Balas Sofia
"Jangan gila El aku peringatkan kau jangan mendekti Biena lagi" Gin menarik tangan Biena untuk menjauh dari Elias "Bie sebaiknya kita pergi"
Belum sempat Gin melangkah tangan Biena di tarik oleh Elias sehingga Biena berada dalam pelukan Elias
__ADS_1
"BUGH" Ziano yang sudah panas pun menghampiri dan memukul wajah EliasĀ hingga sudut bibir Elias berdarah, sedangkan Biena di tarik Ziano dalam dekapan nya
"PAK!" Pekik Bima membantu Elias berdiri dari jatuh nya "Anda tidak apa apa pak?" Tanya Bima
"Zi apa apaan kau!?" Marah Biena lalu menghampiri Elias "Kau tidak apa apa? Zi minta maaflah pada nya" Ujar Biena sambil mengelap darah di sudut bibir Elias"
"Biena menjauhlah dari nya" Printah Ziano tidak senang dengan perlakuan Biena pada Elias
"Sejak kapan Ziano di sini?" Batin Gin sambil mulut nya menganga takut di marahi Ziano kerna membawa istrinya sembarangan tanpa izin darinya
"Kau saja yang menjauh! Pergi sana ngapain kau ke sini?"
Mendengar hal itu Elias tersenyum dalam diam dia sangat senang di perhatikan sama Biena, bahkan ia rela di pukul Ziano berkali kali kalau Biena terus memperhatikan nya seperti ini, segila itu kah cinta?
"Dia pingsan?" Tanya Biena
Ziano yang mengetahui Elias hanya pura pura pun mendorong tubuh Elias menggunakan kaki nya lalu menarik Biena untuk berdiri
"Zi kurang ajar sekali kaki mu gara gara kau dia pingsan tuh" Kata Biena
"Bie jangan sok sokan perhatian kau ingat wanita yang kau buat amnesia? aneh sekali melihat mu perhatian seperti ini lebih baik kau kejam saja itu lebih baik, ayo kita pergi biarkan dia dengan bawahan nya itu" Ziano menarik Biena menjauh sedangkan Gin dan Sofia mengikuti pasutri itu
__ADS_1
"Pak anda benaran pingsan pak" Ujar Bima
"Tidak, aku hanya ingin tidur di pangkuan bidadari saja"
"Pak sebaiknya anda cari wanita lain saja pak dari pada ngincar istri orang terlebih lagi istri pak Ziano"
"Bima kau tak mengerti apa yang ku rasakan"
"Zi tangan ku sakit, lepaskan!" Ucap Biena berusaha melepaskan diri
Ziano yang mendengar keluhan Biena pun melonggarkan pegangan nya tapi tetap tidak melepaskan tangan Biena
"Jangan melepaskan diri aku akan memegang tangan mu seperti ini saja" Ujar Ziano
"Ehem" Tegur Gin "Jadi kita mau ngapain?" Sambung nya lagi dengan Sofia yang juga kebingungan dengan situasi sekarang
"Kalian pergi lah ngapain ngukuti kami!" Ucap Ziano sinis
"Yaudah kalau gitu kami pergi, ayo sof" Gin menarik tangan Sofia dengan wajah cemberut
"Hei kalian mau ke mana aku ikuuut" Teriak Biena
__ADS_1
"Kau bersama ku, aku akan menemani mu bermain di sini" Ujar Ziano juga menarik