Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 76


__ADS_3

"Jadi kau tidak akan melepaskan ku dari status sebagai istri mu gitu?"


"Iya" Ucap Ziano


Biena mengangguk paham "Baiklah terserah kau saja" Kata Biena "Kalau gitu bagaimana kalau aku pergi, lihat saja aku akan pergi dari mu tidak sudi lagi aku punya madu" Batin Biena


"Terserah aku?" Senyum Ziano mengembang "Kalau gitu aku mau kita pulang ke apartemen besok" Sambung Ziano sebenarnya ia sedikit merasa heran kerna Biena yang tadi nya kekeh ingin cerai tiba tiba berkata seterah


"Iya, tapi aku ada satu pertanyaan" Biena tersenyum sambil menunjukkan angka satu di tangan nya


"Apa?"


"Kau bilang kau mencintai ku, emang nya seberapa dalam cinta mu dengan ku?"


"Sangat dalam, kau tidak percaya?" Kata Ziano


"Tidak, aku percaya kok" Biena pun tersenyum jahat dan tidak di ketahui sama Ziano kerna posisi mereka yang Biena duduk di pangkuan Ziano dengan membelakangi nya


"Pasti seru melihat orang yang sudah kau cintai tiba tiba pergi kerna keterlambatan mu dalam mengungkapkan perasaan, aku jadi dendam pada mu Zi" Ucap Biena dalam hati


"Sepertinya kau setuju nak kalau kita menghukum papa mu, iya kan? Sepertinya kau sudah rela jauh dari ayah mu, bagaimana baby kau sudah lihat sendiri kan ayah mu sangat berengsek dan serakah dia tidak mau melepaskan salah satu dari istrinya" Batin Biena




14.15



"Bie Ziano mana?" Tanya Aerum



"Ziano pergi keluar tadi kak, emang nya kenapa?" Jawab Biena



"Gak ada kaka cuman ingin mengajak mu jalan jalan, mau gak?"



"Boleh, ayo kak Biena juga bosan nih di rumah terus"

__ADS_1



Aerum menyetir sendiri dengan Biena di samping nya "Apa Baby nya masih suka manja sama papa nya Bie" Tanya Aerum memastikan



"Emang nya kenapa kak?"



"Sebenarnya Kaka geram ingin mengusir Ziano dari rumah tapi Baby malah tidak mau"



"Usir aja kak, Baby udah ngerti kok tadi Biena makan siang suap sendiri gak mual lagi" Ucap Biena dengan senyum di bibir nya



"Benaran?"



"Benaran kak"




"Kita beli makanan aja kak terus bawa ke sungai di pinggiran kota, kaka tau kan tempat nya bagus ada bangku bangku bangku yang berjejer sama pohon"



"Kaka gak tau Bie"



"Biar Biena tunjukkan nanti, sekarang kita beli macam macam cemilan aja dulu"



"Ok lah kalau gitu"


__ADS_1


Setelah belanja berbagai macam makanan, Aerum pun mengikuti intruksi Biena untuk menuju ke sungai pinggiran kota yang dia maksud



Sesampainya di sana mata Aerum sangat kagum dengan pemandangan yang sejuk membuat suasana hati rileks



"Tempat nya bagus Bie, kamu tau tempat ini dari mana?" Tanya Aerum



"Dulu waktu kecil ayah sering bawa Biena ke sini" Biena tersenyum mengingat masa lalu indahnya bersama ayah



"Pasti menyenangkan sekali ya Bie"



"Kak tolong bantu aku" Tatapan Biena yang tadi nya sendu kini berubah jadi serius



"Bantu apa?" Tanya Aerum penasaran



"Biena ingin kabur dari Ziano" Tampa basa basi Biena mengatakan niat nya



"Kabur?" Heran Aerum sedikit terkejut



"Lebih baik kan dari pada cerai, Biena sayang kalian biarkan Biena tetap berstatus sebagai menantu untuk keluarga Xelac tapi Biena tidak ingin bersama Ziano lagi sudah cukup rasa sakit hati ini kian mendalam"



"Biena?... "


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2