
Malam pun tiba, setelah dari apartemen mengunjungi Sairen Ziano pun pergi ke rumah mertuanya
"Zi tadi mama mu nelpon katanya Biena tidur di sana" Ujar ibu tau pasti kalau Zi nyari Biena
"Hah! Kok mama tak beri tau Zi sih buk?"
"Katanya kau tidak bisa di hubungi, pergilah nak kata mama mu Biena sakit" Ujar ayah sambil menyeruput kopinya
"Yaudah ayah ibu Ziano pergi dulu"
"Telpon kami kalau ada apa apa ya Zi"
"Iya buk" Ziano pun kembali menyetir mobil nya
___________
Sekarang Biena sedang di periksa dengan dokter yang di panggil ke kediaman mertuanya, Jessi sangat khwatir melihat Biena yang sangat pucat jadi mau tidak mau nya Biena Jessi tetap memanggil dokter
"Bagaimana dokter? Biena sakit apa?" Tanya Aerum
__ADS_1
"Kehamilan nya sudah memasuki usia seminggu jadi wajar saja jika merasakan lelah ataupun mual mual" Ujar dokter
Biena, Aerum, mama dan papa terdiam sesaat mendengar kata hamil dokter pun jadi bingung kenapa mereka terdiam sambil menatap sang dokter
"A-ada apa?" Ujar dokter setelah itu dokter pun menyadari kalau mereka tidak mengetahui kalau menantu nya hamil "Selamat ya atas kehamilan mu kau harus jaga pola makan dan jangan melakukan pekerjaan yang berat" Dokter pun memberi selamat seketika kamar itu pun menjadi gaduh
"Yes dapat cucu" Teriak papa di sertai mama yang teriak teriak sambil melompat sedang kan Aerum juga sama saja seperti mama nya
"Aku hamil" Ucap Biena pelan "Bagaimana ini apa Ziano akan menerima anak ini? Bagaimana aku bisa bercerai dengan nya kalau sedang hamil anak nya begini" Lanjut Biena dalam hati, bukannya senang Biena malah sedih kebingungan dan sesak di dadanya takut anak di dalam kandungan nya tidak mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah
"Biena kenapa wajah mu seperti itu apa kau tidak senang nak?" Tanya papa menyadari perubahan ekpresi menantu nya
Dokter pun merekomendasikan obat untuk Biena yang bisa di tebus di apotik kemudian berpamitan untuk pergi
Setelah dokter pergi Biena berbicara pada keluarga mertuanya yang sudah turun ke bawah
"Pah mah" Panggil Biena mereka pun menoleh ke arah nya
"Ada apa nak kau istirahat lah bukan kah kau merasa pusing sekarang?" Ucap Jessi pengertian Aerum dan papa pun mengangguk membenarkan perkataan Jessi
__ADS_1
"Hmm... Itu.. Soal Biena hamil tolong jangan beri tau Ziano dulu ya" Pinta Biena
"Kenapa Bie?" Tanya Aerum
"Biar Biena sendiri yang kasih tau, pokoknya kalian tidak boleh beri tau Ziano Biena ingin memberitahukan nya sebagai suprise" Ujar Biena beralasan sebenarnya bukan itu tujuannya
"Wah benar juga bukan kah Ziano akan berulang tahun dua bulan lagi, ku rasa kahimalan mu akan menjadi kado terindah baginya" Ujar Aerum
"Tapi dua bulan itu kan masih lama, apa tidak masalah?" Ucap Jessi dan Jeremy pun hanya diam saja
"Tidak apa ma namanya juga suprise jadi harus sabar" Tambah Biena kembali untuk meyakinkan mertuanya
"Yasudah terserah kau saja nak yang penting kau dan cucu kami sehat" Jeremy pun menyetujui permintaan Biena, dia juga membayangkan Ziano medapatkan suprise yang sangat indah baginya
Setelah mendapat persetujuan dari keluarga suaminya itu Biena berjalan menaiki tangga kembali ke kamar nya dan Ziano
Tbc..
Jangan lupa untuk Like, Coment, vote agar author semakin semangat buat lanjutkan novel ini, Dan jangan lupa Follow dan tambahkan ke Favorit
__ADS_1
Thanks sudah mampir kalau ada Typo tolong di mengerti 😀