Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 31


__ADS_3

Biena tengah termenung di toko kue orang tua nya, duduk sendiri di kursi paling ujung menghadap jendela dengan tatapan kosong, rambut hitam panjang nya terurai indah serta dress putih yang elegan, dia benar benar cantik dengan tubuh kurus tapi berisi di bagian dada dan pan*tat


Orang yang melihat nya akan mengira bahwa ia adalah model atau pun idol yang memiliki visual yang luar biasa


"Pak wanita cantik di sana itu siapa?" Tanya seorang pelanggan yang penasaran


"Itu putri saya emang nya ada apa?" Tanya Hien di kala menyadari bahwa putri nya malah menjadi pusat perhatian para pelanggan nya


"Ah begitu, kenapa dia terdiam seperti itu? dia jadi terlihat seperti boneka hidup" Mendengar perkataan pelanggan nya Hien pun mendekati Biena


"Apa yang kau lamunkan nak?" Hien pun duduk di samping putri nya


"Aku hanya melihat orang orang yang sedang berlalu lalang ayah" Jawab Biena dengan senyum tipis nya


"Jangan terlalu banyak melamun itu tidak baik" Ayah pergi melanjutkan pekerjaan nya.


...***...

__ADS_1


Malam nya di saat Biena tengah berbaring di kamar nya ia di kejutkan dengan kedatangan Ziano yang tak ia sangka


"Zi? ngapain kau ke sini?" dengan kesal nya Biena mengatakan hal itu


Ziano merebahkan tubuh nya setelah berganti pakaian di samping Biena "Aku ke sini mengunjungi mertuaku"


"Aku tak ingin tidur bersama mu pergilah pulang" Biena memunggungi Ziano menutup seluruh tubuh nya menggunakan selimut


"Kenapa kau bersikap seperti ini kepada ku sekarang?" Tangan Ziano melingkar di pinggang ramping Biena memeluk Biena hingga tak ada jarak di antara mereka


Biena berusaha melepaskan diri tapi usaha nya sia sia bukan nya lepas pelukan Ziano malah makin erat


"Shuuut jangan keras Keras nanti ayah ibu dengar" Bisik Ziano di telinga Biena sembari menghirup wangi nya rambut Biena


"Kau akhir akhir ini aneh Zi, apa kau menyukai ku sekarang?" Tanya Biena


"Menyukai gadis kasar seperti mu maksudnya? Maaf Biena gadis kasar bukan tipe ku, tapi kerna kau istri ku aku bebas melakukan apapun pada mu apa salah nya jika aku memeluk mu mungkin aku sedang ngidam kerna Sairen kan sedang hamil"

__ADS_1


"Yang hamil Sairen kenapa malah aku yang kau cari" Kekeh Biena merasa lucu


"Shut diam aku ingin tidur, jadi lah guling malam ini dan jangan banyak gerak"


Biena hanya bisa pasrah sekarang tak ada yang bisa ia lakukan untuk melepaskan diri ada perasaan senang di hati nya tapi ia tetap mencoba menyangkal hal itu, kerna menurut nya suatu hari nanti perceraian pasti akan terjadi dia harus belajar melupakan dari sekarang


"Apa mereka tidak mengunci pintu?" Ucap Ibu pada ayah


Ayah pun mendekati pintu kamar Biena dan sedikit mengintip ke dalam "Ada apa yah? kenapa ayah tersenyum?" Tanya ibu


"Lihat lah" ayah menarik ibu agar bisa melihat juga keadaan di dalam.


"Ayah kira hubungan mereka tidak baik ternyata pikiran ayah salah" Ucap ayah tersenyum melihat Ziano dan Biena tidur berpelukan


"Syukurlah yah, makanya ayah jangan suka berpikir negatif, udah cepat tutup pintu nya nanti mereka terbangun bagaimana?"


"iya bu, sebaiknya kita tidur juga ini sudah malam"

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2