Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 45


__ADS_3

Dua jam setelah Biena pergi pintu apartemen terbuka menampakkan perawakan seorang pria yang baru saja datang


"Zii" Sairen berlari menghampiri Ziano dan langsung memeluk nya


"Serindu itu kah kau dengan ku hmm?" Balas Ziano memeluk kembali


"Tentu saja, aku dan anak mu sangat merindukan mu"


"Bagaimana kebar anak papa?" Ziano berjongkok menyamaratakan tinggi nya dengan perut Sairen


"Baik pa" Ucap Sairen menirukan suara anak kecil


Ziano terkekeh dan menciumi perut Sairen sembari mengelus nya "Sairen ayo duduk lah jangan terlalu lama


berdiri kasian anak ku" Ucap Ziano


Setelah mereka berdua duduk di sofa, Sairen pun membuka suara "Zii" Panggil nya


"Hmm"


"Zi apa kau percaya kalau aku mengatakan kalau selama ini Biena memperlakukan aku seperti babu" Akhirnya Sairen pun mengadu


"Apa maksud mu?"


"Zi Biena membenci ku kalau kau tidak ada dia sering menampar ku dan menyuruh ku melakukan pekerjaan rumah"


"Sairen apa kau memiliki bukti nya?"

__ADS_1


"Tidak ada Zii, tapi aku mengatakan yang sebenarnya ku mohon percayalah" Sairen menatap dengan mata yang berkaca kaca


"Sekarang Biena nya mana?" Tanya Ziano


"Dia pergi ke luar tadi, Zii ku mohon aku tak ingin tinggal seatap dengan Biena"


"Tunggu Biena pulang aku akan bicara dengan nya"


"Tidak, kalau kau begitu Biena pasti marah kerna aku mengadu lebih baik aku balik ke apartemen lama Zii"


"Kalau tidak di bicarakan bagaimana cara aku memastikan dan menyelesaikan nya" Kata Ziano


"Bukan nya kau tidak mencintai Biena? kenapa kau masih mempertahankan nya Zi, ceraikan saja dia" Pinta Sairen


"Aku belum bisa ren"


"Kenapa kau berfikir begitu, mana mungkin aku mencintai nya" Jawab Ziano dengan wajah tidak senang


"Kalau gitu ceraikan dia Zi"


"Diamlah Ren! Itu urusan aku dan Biena kau tak perlu ikut campur" Tegas Zi merespon permintaan Sairen yang membuat nya kesal


Sairen pun meneteskan air mata nya "Tapi Zi dia menyakiti ku"


"Aku akan bicara dengan Biena setelah Biena pulang nanti"


Beberapa menit kemudian Biena pulang dengan banyak sekali belanjaan untuk mengisi dapur

__ADS_1


"Akhh berat" Rintih Biena mengangkat barang barang yang benyak sekali


"Biena kau dari mana?" Tanya Ziano


"Pak sini pak" Suruh Biena pada supir taksi yang membantu mengangkat sisa barang nya dan mengabaikan keberadaan Ziano


"Bie aku sedang berbicara dengan mu"


"Kau lihat aku sedang sibuk, jadi jangan banyak bicara dengan ku kalau tak ingin membantu" Ketus Biena


Ziano pun langsung mengambil barang barang yang di pegang Biena untuk di bawa ke dapur


"Lah tumben banget mau bantu?" Ujar Biena heran


"Tadi katanya kalau tidak membantu tidak boleh bicara dengan mu" Berjalan melewati Biena bersama sopir taksi tadi


"Emang nya kau ingin bicara apa dengan ku, bisa di lain hari saja aku sedang malas hari ini"


"Sikap mu kenapa semakin lama semakin acuh?" Tanya Ziano


"Entahlah aku hanya muak saja dengan kalian berdua, rasanya lelah sekali menghabiskan waktu di sini bersama kalian" Biena menatap Ziano dan Sairen secara bergantian dengan tatapan tidak suka


"Justru aku yang lelah dengan keberadaan mu bie semoga kau setelah ini di usir" Ucap Sairen dalam hati


"Aku ingin pergi" Sambung Biena kembali.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2