Pertemuan Kehidupan Selanjutnya

Pertemuan Kehidupan Selanjutnya
Bab 105


__ADS_3

Kejadian hari itu membuat Gin di pukuli Ziano habis habisan, kerna pria itu beralasan telat bangun padahal sudah menjadi tugas nya lah menjaga Biena dan mengekori kemanapun istrinya pergi.


Sudah sebulan berlalu dan Gin masih bertugas menjadi bodyguard Biena hingga sekarang, Biena pun jera untuk keluar seorang diri.


"Gin temani aku ke kantor Ziano" Pinta Biena


"Baik nyonya bos"


Setelah sekian menit berkendara akhirnya sampai juga di kantor Ziano yang menjulang tinggi di antara gedung gedung lain nya.


Kedatangan Biena di sambut baik oleh resepsionis, orang orang di sekitarnya juga tampak menghormati Biena.


"Zi" Panggil Biena setelah sampai ke ruangan Ziano .


"Sayang kau sendiri ke sini?"


"Tidak, ada Gin kok"


"Mana dia?"


"Ke ruang sebelah tempat Alan"


"Sini duduk" Ziano menepuk paha nya sendiri meminta Biena duduk di situ.


"Tidak mau iyakan Ain, enak duduk di sofa"


Ziano merengut, dia sedang merajuk asalkan kalian tau. Biena tiba tiba duduk di pangkuan Ziano membuat pria itu kembali tersenyum dengan tangan nya yang melingkar di pinggang Biena.


"Jadi kapan aku di maafkan nih?" Tanya Ziano, ia belum mendapatkan jawaban sama sekali tentang hal itu.


Biena tersenyum, kalau di pikir pikir Ziano tidak lah lagi brengsek, setelah kerja ia langsung pulang ke rumah, dia tidak lagi ke club malam ataupun bermain perempuan di luar sana. Ia sudah membuktikan kesungguhan nya.


"Baiklah aku akan memaafkan mu" Kata Biena.


"Benarkah?" Mata Ziano berbinar haru, ia sangat sangat senang sekarang, akhirnya setelah menunggu lama, inilah yang di tunggu Ziano.


"Terimakasih, aku janji tak akan mengulangi kesalahan ku"


"Awas saja kalau mengingkari janji, ku potong otong mu itu!"


"Jangan, nanti bagaimana cara kita enak enak kalau otong ku hilang"


"Mesum!"


"Biarin"

__ADS_1


...***...


Dua hari kemudian Ziano menepati janji nya pada Gin, sekarang Gin memegang jabatan sebagai direktur pemasaran seperti sahabatnya itu inginkan, ia bekerja dengan sangat giat bisa di bilang kinerja nya sangat bagus dan memuaskan.


"Kerja bagus Gin, kau akan dapat bonus atas kerja keras mu"


"Lihat kan, baru juga sebulan aku jadi direktur dan sudah mendapatkan pujian bos, aku benar benar hebat" Puji Gin pada dirinya sendiri sambil pamer pada Alan.




Hari ini adalah pernikahan Aerum dan Andre, kedua mempelai nampak bahagia di singgasana nya. Acara di selenggarakan di ruangan terbuka, banyak tamu undangan yang mengucapkan selamat pada mereka.



Di salah satu meja ada kumpulan manusia yang tengah menikmati hidangan, yaitu Gin, Sofia, Biena dan Ziano bersama anak nya yang sudah bisa merengkak.



"Jadi kapan kalian menikah?" Tanya Biena pada Gin dan Sofia.



"Bulan depan, aku sudah punya banyak uang sekarang untuk menikah dan menafkahi istri" Kata Gin bangga.




"Elias?" Kata Ziano.



"Halu bro kami bergabung di sini juga ya, cuman kalian yang aku kenal di sini" Kata Elias membawa gadis nya duduk.



"Pacar mu?" Sahut Ziano, yang melihat Elias dan gadis itu cukup lengket.



"Ia ini sarah pacar ku, kami baru jadian bulan lalu. Ziano aku mau minta maaf dengan mu"


__ADS_1


"Soal apa?"



"Semuanya, aku sadar kalau aku terlalu iri dengan mu, bisakah kita menjadi akrab seperti waktu kecil dulu?"



"Kau serius?"



"Apa perlu aku berlutut?"



Ziano menatap mata Elias dengan seksama, dia sedang mencari kebohongan kerna ahli dalam hal itu.



"Baiklah" Kata Ziano.



"Eh semudah itu kau memaafkan ku?" Elias tidak percaya, yang ia tau Ziano adalah sosok orang yang berhati sempit.



"Ku pikir tak ada salah nya memperbaiki hubungan keluarga, iyakan sayang" Senggol Ziano pada Biena.



"Hmm itu bagus"



Setelah nya Elias dan Ziano bersalaman, dia juga memperkenalkan pacar nya yang ternyata adik dari teman nya Bima yang katanya introvert. Pada akhirnya permusuhan yang sejak lama terjadi selesai dengan perdamaian, kecuali Sairen yang mendekam di penjara.



"Biena Sialan!" Ucap Sairen, ia di sini hidup menderita bahkan suami tuanya angkat tangan dan memilih melepaskan Sairen.



...~END~...

__ADS_1



![](contribute/fiction/5378419/markdown/34079461/1665204929398.jpg)


__ADS_2